GIS AH IND: Complete

Daftar isi

GIS untuk Kesehatan Hewan

Kata Pengantar

Tentang pelatihan ini

Pelatihan ini diadopsi dan dimodifikasi dari pelatihan QGIS yang dibuat oleh Linfiniti Consulting CC. Kami telah mengadopsi pelatihan yang mereka buat dengan menggunakan data Indonesia. Kami juga telah menyusun sebuah bab baru yang akan menunjukkan bagaimana menggunakan dan menerapkan keahlian tersebut untuk memecahkan masalah kesehatan hewan dengan menggunakan data dari sistem informasi kesehatan hewan Indonesia, iSIKHNAS.

Panduan ini dibuat berdasarkan QGIS 1.8 dan kami tetap menggunakan versi tersebut pada pelatihan ini. Versi asli dari panduan ini memiliki lebih banyak latihan tingkat lanjut dan dapat diperoleh di sini: http://www.qgis.org/en/docs/index.html

Berikut adalah Latar Belakang dan Kata Pengantar dari Linfiniti Consulting CC. untuk panduan ini.

Latar Belakang

Pada tahun 2008, kami meluncurkan The Gentle Introduction to GIS[1], sebuah konten sumber daya gratis dan terbuka bagi siapa pun yang ingin mempelajari SIG (Sistem Informasi Geografis) tanpa harus dibebani dengan berbagai jargon dan istilah baru. Materi tersebut disponsori oleh Pemerintah Afrika Selatan dan meraih sukses yang fenomenal, dengan begitu banyak orang dari seluruh penjuru dunia yang menulis surat kepada kami untuk menceritakan bagaimana mereka menggunakan materi tersebut baik untuk Kursus Pelatihan di Perguruan Tinggi, belajar mandiri SIG, dan sebagainya. Materi ini bukan merupakan sebuah tutorial perangkat lunak, tetapi lebih ditujukan sebagai bacaan umum (meskipun kami menggunakan QGIS dalam semua contoh-contohnya) bagi seseorang yang ingin mempelajari SIG. Ada pula materi panduan QGIS yang berisi gambaran fungsional aplikasi QGIS secara terperinci. Meskipun demikian, panduan tersebut tidak disusun sebagai sebuah tutorial, melainkan lebih sebagai panduan referensi. Di Linfiniti Consulting CC., kami sering melakukan pelatihan dan menyadari bahwa dibutuhkan suatu rujukan pihak ketiga - berupa materi yang dapat membimbing pembaca secara berurutan untuk mempelajari aspek-aspek kunci QGIS dalam suatu format trainer-trainee. Hal inilah yang kemudian mendorong kami untuk menyusun panduan ini.

Manual pelatihan ini ditujukan untuk menyediakan materi yang diperlukan untuk melaksanakan kursus selama 5 hari tentang QGIS, PostgreSQL dan PostGIS. Pelatihan ini dibuat terstruktur dengan isi konten yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna pemula, menengah dan lanjut serta berisi banyak latihan yang disertai dengan kunci jawaban di sepanjang materi.

Lisensi

image

The Free Quantum GIS Training Manual yang disusun oleh Linfiniti Consulting CC. dibuat dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License, berdasarkan hasil kerja di https://github.com/qgis/QGIS-Training-Manual. Ijin penggunaan yang melebihi cakupan lisensi ini dapat diperoleh di https://github.com/qgis/QGIS-Training-Manual/blob/master/index.rst.

Kami mempublikasikan manual pelatihan QGIS ini di bawah lisensi bebas yang memungkinkan anda untuk menyalinnya, memodifikasi dan mendistribusikan materi ini secara gratis. Salinan lengkap dari lisensi ini dapat diperoleh di akhir dokumen ini. Pendek kata, berikut adalah petunjuk penggunaan dokumen ini:

  • Anda tidak diperkenankan mengklaim dokumen ini sebagai hasil karya anda sendiri, atau menghilangkan teks kepenulisan atau kepemilikan apapun dari dokumen ini.
  • Anda tidak diperkenankan mendistribusikan dokumen ini dengan ijin yang lebih ketat dibandingkan lisensi asalnya atau yang sudah diberikan kepada anda.
  • Apabila anda menambahkan suatu bagian yang substansial ke dalam dokumen ini dan mengkontribusikannya kembali kepada proyek (setidaknya satu modul lengkap), anda dapat menambahkan nama anda di akhir daftar penulis pada dokumen ini (yang akan ditampilkan pada halaman muka dokumen).
  • Apabila anda menambahkan perubahan dan koreksi kecil, anda dapat menambahkan nama anda pada daftar kontributor di bawah.
  • Apabila anda menerjemahan keseluruhan isi dokumen ini, anda dapat menambahkan nama anda dalam daftar penulis pada bagian Diterjemahkan oleh Joe Blogs.
  • Apabila anda mensponsori sebuah modul atau materi pengajaran, anda dapat meminta penulis untuk mencantumkan ungkapan terima kasih di awal setiap materi yang dikontribusikan, misalnya:
  • Apabila anda merasa tidak yakin mengenai apa saja yang boleh dilakukan dibawah lisensi ini, silakan hubungi kami di office@linfiniti.com[2] dan kami akan memberikan masukan apakah keinginan anda dapat diterima.
  • Apabila anda mempublikasikan materi ini pada situs penerbitan mandiri, seperti http://lulu.com, kami meminta agar anda dapat menyumbangkan keuntungan yang diperoleh untuk proyek pengembangan QGIS.
  • Anda tidak diperkenankan mengkomersialkan materi ini, kecuali dengan ijin tertulis dari penulis. Agar lebih jelas, komersialisasi di sini berarti anda tidak diperkenankan menjual materi ini untuk memperoleh keuntungan atau membuat hasil kerja turunan yang bersifat komersial (seperti menjual isinya untuk digunakan dalam suatu artikel pada sebuah majalah). Pengecualian untuk hal ini adalah jika seluruh keuntungan yang diperoleh didonasikan kepada proyek QGIS. Anda diperbolehkan (dan kami mendorong anda untuk melakukannya) untuk menggunakan materi ini sebagai buku ajar pada saat melakukan pelatihan, meskipun pelatihan itu sendiri bersifat komersial. Dengan kata lain, anda diperbolehkan untuk mengambil keuntungan dengan mengadakan suatu pelatihan yang menggunakan materi ini sebagai bahan ajar. Tetapi anda tidak diperkenankan untuk mengambil keuntungan dari hasil penjualan buku itu sendiri – semua keuntungan semacam itu harus dikontribusikan kembali kepada QGIS.

Mensponsori Bab

Materi ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk mencakup semua hal yang dapat anda lakukan dengan QGIS dan kami mendorong pihak lain untuk menambahkan materi baru dalam rangka mengisi kekurangan yang ada. Linfiniti Consulting CC. juga dapat membuat materi baru untuk anda sebagai jasa komersial, dengan pemahaman bahwa segala bentuk hasil kerja tersebut harus menjadi bagian dari materi utama dan dipublikasikan dibawah lisensi yang sama.

Para Penulis

  • Rudi Thiede (rudi@linfiniti.com[3]) – Rudi telah menulis berbagai bahan pengajaran untuk QGIS dan bagian-bagian dari materi PostGIS.
  • Tim Sutton (tim@linfiniti.com[4]) – Tim telah mengelola dan memandu proyek ini serta ikut menulis bagian-bagian materi PostgreSQL dan PostGIS. Tim juga membuat tema sphinx khusus yang digunakan dalam panduan ini.
  • Horst Düster (horst.duester@kappasys.ch[5] ) - Horst ikut menulis bagian-bagian materi PostgreSQL dan PostGIS.
  • Marcelle Sutton (marcelle@linfiniti.com[6]) - Marcelle memeriksa penulisan dan penggunaan ejaan serta memberikan saran-saran editorial selama penyusunan materi ini.

Para Kontributor

Trias Aditya K. M., ST, M.Sc, Ph.D Purnama B. S., ST, M.App.Sc, Dr.Eng Heri Sutanta, ST, M.Sc Dany Puguh Laksono, ST. Rindi Kurnianti, ST. Maratun Sholihah, ST. Siti Purwanti, ST. I Made Diky Ade Hermawan

  • Universitas Teknologi Cape Peninsula

Data

Sampel data yang menyertai materi ini dapat diperoleh secara gratis dari sumber-sumber di bawah ini:

Versi Terbaru

Anda selalu dapat memperoleh versi terbaru dari dokumen ini dengan mengunjungi situs web kami[7] yang beralamat di http://readthedocs.org.

Catatan: Anda dapat menemukan tautan untuk versi PDF dan epub dari dokumen ini di sudut kanan bawah dari situs web yang kami sebutkan di atas.

Tim Sutton, Mei 2012

Modul: Antarmuka

Pelajaran: Pengantar Singkat

Selamat datang pada pelatihan ini! Kami akan menunjukkan kepada anda bagaimana menggunakan QGIS dengan mudah dan efisien. Jika anda baru mengenal SIG (Sistem Informasi Geografis), kami akan memberi tahu anda apa saja yang diperlukan untuk mulai bekerja. Apabila anda adalah pengguna yang berpengalaman, anda akan melihat bagaimana QGIS dapat menyediakan semua fungsi yang anda harapkan dari sebuah perangkat lunak SIG dan masih banyak lagi!

Pada modul ini, kami akan memperkenalkan proyek QGIS itu sendiri sekaligus menjelaskan antarmukanya.

Setelah menyelesaikan bagian ini, anda akan dapat mengidentifikasi elemen-elemen utama dari tampilan QGIS dengan tepat dan memahami fungsinya masing-masing; anda juga akan dapat memuat shapefile ke dalam QGIS.

warningPeringatan: Materi pelatihan ini mencakup langkah-langkah untuk menambah, menghapus, dan mengubah set data SIG. Kami telah menyediakan set data latihan untuk tujuan ini. Sebelum menggunakan teknik-teknik yang dijelaskan di sini secara mandiri, pastikan anda selalu memiliki salinan data yang memadai!

Bagaimana menggunakan panduan ini

Semua teks yang terlihat seperti ini merujuk pada bagian tampilan yang dapat anda klik.

Teks yang terlihat \rightarrow seperti \rightarrow ini akan memandu anda dalam menggunakan menu.

Jenis teks seperti ini menandakan sesuatu yang dapat anda ketik; misalnya perintah, lokasi data atau nama file.

Sasaran pelatihan bertingkat

Pelatihan ini bertujuan memenuhi kebutuhan pengguna dengan tingkat pengalaman yang berbeda-beda. Anda akan memperoleh sasaran pelatihan yang berbeda tergantung dari tingkat kemampuan yang anda miliki. Masing-masing kategori berisi informasi yang penting untuk bagian selanjutnya, oleh karena itu anda juga perlu mempelajari materi yang berada di bawah atau pada tingkat kemampuan anda.

image Tingkat Dasar

Pada kategori ini, materi pelatihan mengasumsikan anda sebagai pengguna yang belum atau hanya sedikit berpengalaman dengan pengetahuan teoritis mengenai SIG maupun cara pengoperasian perangkat lunak SIG.

Latar belakang teoritis yang terbatas akan diberikan untuk menjelaskan tujuan dari langkah-langkah penggunaan perangkat lunak yang anda lakukan, tetapi penekanannya adalah pada kegiatan belajar melalui praktek.

Setelah menyelesaikan pelatihan ini, anda akan memiliki konsep yang lebih baik mengenai peluang penggunaan SIG dan bagaimana mengoptimalkan potensinya dengan QGIS.

image Tingkat Menengah

Pada kategori ini, anda diasumsikan telah memiliki pengetahuan dan pengalaman menggunakan SIG dalam kegiatan sehari-hari.

Dengan mengikuti langkah-langkah pada tingkat pemula, anda akan memperoleh pengetahuan dasar yang mudah dipahami sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai perbedaan cara QGIS menangani kasus-kasus tertentu jika dibandingkan dengan perangkat lunak sejenis yang sudah biasa anda gunakan. Anda juga akan mempelajari bagaimana menggunakan fungsi analisis pada QGIS.

Setelah menyelesaikan pelatihan ini, anda akan merasa nyaman menggunakan QGIS untuk menangani fungsi-fungsi yang biasanya dibutuhkan dari SIG dalam kegiatan sehari-hari.

image Tingkat Lanjut

Pada kategori ini, anda diasumsikan telah berpengalaman menggunakan SIG, memiliki pengetahuan dan pengalaman dengan basis data spasial, menggunakan data dari remote server, menulis skrip untuk keperluan analisis, dan sebagainya.

Dengan mengikuti langkah-langkah pada dua level berikutnya, anda akan memahami pendekatan antarmuka QGIS dan memastikan anda mengetahui cara mengakses fungsi-fungsi dasar yang dibutuhkan. Anda juga akan ditunjukkan bagaimana cara menggunakan sistem plugin QGIS, sistem akses basis data, dan seterusnya.

Setelah menyelesaikan pelatihan ini, anda akan terbiasa menggunakan QGIS dalam kegiatan sehari-hari disamping fungsi-fungsi tingkat lanjut lainnya.

Mengapa QGIS?

Seiring perkembangan informasi yang lebih bersifat spasial, saat ini telah tersedia banyak alat bantu yang dapat memenuhi sebagian atau seluruh fungsi-fungsi yang umum digunakan dalam SIG. Mengapa harus menggunakan QGIS dan bukan paket perangkat lunak SIG yang lain?

Berikut ini adalah sebagian dari alasannya:

  • Gratis. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sedikit pun untuk menginstalasi dan menggunakan perangkat lunak QGIS. Tidak ada biaya awal, tidak ada biaya pemeliharaan, semua sepenuhnya gratis.
  • Bebas. Jika anda membutuhkan fungsi tambahan pada QGIS, anda dapat berbuat lebih jauh ketimbang sekedar berharap fungsi tersebut akan disertakan pada versi selanjutnya. Anda dapat mensponsori pembuatan suatu fitur atau menambahkannya sendiri jika anda memahami pemrograman komputer.
  • Terus berkembang. Karena semua orang dapat menambahkan fitur baru dan menyempurnakan yang telah ada, QGIS tidak pernah stagnan. Pembuatan alat bantu baru dapat berlangsung secepat anda membutuhkannya.
  • Ketersediaan dokumen panduan dan pertolongan secara ekstensif. Apabila anda mengalami kesulitan, anda dapat merujuk pada dokumentasi, sesama pengguna QGIS, atau bahkan para pengembangnya.
  • Lintas sistem operasi. QGIS dapat diinstalasi pada MacOS, Windows dan Linux.

Kini setelah mengetahui mengapa anda perlu menggunakan QGIS, kami dapat menunjukkannya kepada anda. Pelajaran pertama akan memberikan panduan dalam membuat peta pertama anda di QGIS.

Pelajaran: Menambahkan layer pertama anda

Kita akan mulai dengan membuka aplikasi QGIS dan membuat peta dasar untuk digunakan dalam contoh dan latihan.

Tujuan dari pelajaran ini : Memulai dengan sebuah peta contoh.

Catatan: Sebelum memulai latihan ini, QGIS perlu diinstalasi pada komputer anda terlebih dahulu.

Jalankan QGIS dari desktop shortcut, item menu, atau cara lain yang sesuai dengan konfigurasi yang anda buat pada saat instalasi.

Catatan: Cuplikan layar untuk pelatihan ini dibuat dengan QGIS 1.8 yang dijalankan pada Linux Ubuntu 11.10 dan Windows. Tampilan yang anda temui mungkin akan sedikit berbeda, tergantung dari pengaturan yang buat anda. Akan tetapi, semua tombol yang sama akan tetap tersedia dan semua langkah dapat dilakukan pada sistem operasi manapun. Anda akan membutuhkan QGIS 1.8 (versi terakhir saat penulisan) untuk pelatihan ini.

Mari kita mulai!

image Ikuti bersama: Membuat sebuah peta

[introduction/preparation:backlink-interface-preparation-1]

  • Buka QGIS. Anda akan melihat tampilan peta kosong yang baru.
  • Cari tombol Add Vector Layer:

image

  • Klik tombol tersebut untuk membuka kotak dialog sebagai berikut:

image

  • Sekarang klik tombol Browse dan buka file exercise_data/streets.shp (terdapat di dalam direktori pelatihan anda). Pilih file ini, kemudian klik Open. Anda akan melihat kotak dialog sebelumnya, tetapi dengan lokasi file yang sudah terisi. Klik Open sekali lagi. Data yang anda pilih akan segera dimuat.

Selamat! Anda sekarang mempunyai sebuah peta dasar. Ini saat yang tepat untuk menyimpan hasil pekerjaan anda.

  • Klik tombol Save As:

image

  • Simpan peta tersebut ke dalam exercise_data/ dan simpan dengan nama basic_map.qgs.

Kesimpulan

Anda telah mempelajari bagaimana menambahkan layer dan membuat sebuah peta dasar!

Apa Selanjutnya?

Sekarang anda telah memahami fungsi tombol Add Vector Layer, tetapi bagaimana dengan yang lainnya? Bagaimana cara kerja antarmuka ini? Sebelum kita melangkah lebih jauh ke materi selanjutnya, mari kita perhatikan kembali tampilan umum antarmuka QGIS. Ini adalah topik untuk materi berikutnya.

Pelajaran: Gambaran Singkat Mengenai Antarmuka

[introduction/overview::doc] Kita akan menjelajahi antarmuka QGIS sehingga anda akan terbiasa dengan menu, toolbar, kanvas peta, dan daftar layer yang menyusun struktur dasar dari antarmuka QGIS.

Tujuan dari pelajara ini: Memahami dasar-dasar dari antarmuka pengguna QGIS.

image Coba Sendiri: Materi Dasar

image

Elemen-elemen yang ditampilkan pada gambar di atas antara lain:

  1. Daftar layer (Layer list)
  2. Toolbar
  3. Kanvas peta
  4. Status bar

image Daftar Layer

Pada daftar layer, anda dapat melihat daftar semua layer yang tersedia setiap saat.

Menampilkan item-item yang tersembunyi (dengan mengklik tanda panah atau tanda tambah di sebelahnya) akan memberikan lebih banyak informasi mengenai tampilan suatu layer.

Mengklik kanan pada sebuah layer akan menampilkan sebuah menu dengan lebih banyak pilihan tambahan. Tidak lama lagi anda akan menggunakan beberapa diantaranya, jadi anda dapat mulai melihat-lihat!

Beberapa versi QGIS mempunyai kotak centang Control rendering order yang letaknya terpisah di bagian bawah Daftar layer. Jangan khawatir jika anda tidak dapat melihatnya. Jika ada, pastikan sudah dicentang.

Catatan: Layer vektor adalah sebuah set data dengan jenis obyek tertentu; misalnya jalan, pohon, dan sebagainya. Layer vektor dapat terdiri dari titik, garis, atau poligon.

image Toolbar

Alat-alat bantu yang sering anda gunakan dapat dimasukkan ke dalam toolbar untuk menyediakan akses dasar. Sebagai contoh, toolbar File yang memungkinkan anda untuk menyimpan, memuat, mencetak, dan memulai proyek baru. Anda dapat dengan mudah menyesuaikan antarmuka untuk hanya menampilkan alat bantu yang sering digunakan; anda juga dapat menambah atau menghilangkan toolbar sesuai kebutuhan melalui menu View \rightarrow Toolbars.

Walaupun alat bantu tidak terlihat pada toolbar, anda tetap dapat mengaksesnya melalui menu. Sebagai contoh, jika anda menghilangkan toolbar File (yang berisi tombol Save), anda masih dapat menyimpan peta dengan mengklik menu File dan kemudian mengklik Save.

image Kanvas Peta

Kanvas peta merupakan ruang dimana peta ditampilkan.

image Status Bar

Status bar berisi informasi mengenai peta yang sedang ditampilkan. Status bar juga memungkinkan anda menyesuaikan skala peta dan melihat koordinat kursor tetikus pada peta.

image Coba Sendiri: 1

[introduction/overview:backlink-interface-overview-1] Cobalah untuk mengidentifikasi empat elemen yang disebutkan sebelumnya di layar tampilan anda, tanpa mengacu pada diagram di atas. Lihat apakah anda dapat menyebutkan nama dan fungsinya. Anda akan lebih mengenal elemen-elemen tersebut setelah menggunakannya selama beberapa hari ke depan.

image Coba Sendiri: 2

[introduction/overview:basic-ty-2] Cobalah untuk menemukan masing-masing alat bantu ini pada layar tampilan anda. Apakah kegunaan dari alat bantu tersebut?

  1. image
  2. image
  3. image
  4. image
  5. image

hintHint: Jika alat bantu ini tidak terlihat pada layar, cobalah mengaktifkan beberapa toolbar yang saat ini masih tersembunyi. Perlu juga diingat bahwa jika tidak terdapat cukup ruang pada layar tampilan, maka toolbar dapat dipendekkan dengan menyembunyikan beberapa alat bantu di dalamnya. Anda dapat melihat alat bantu yang tersembunyi dengan mengklik tombol panah ganda sebelah kanan pada toolbar yang dipendekkan. Anda dapat melihat tip alat bantu yang disertai namanya dengan melayangkan kursor tetikus di atas alat bantu tersebut selama beberapa waktu.

Apa Selanjutnya?

Setelah melihat cara kerja antarmuka QGIS, anda dapat mulai menggunakan alat bantu yang tersedia untuk membantu menyempurnakan peta anda. Ini adalah topik materi selanjutnya.

Modul: Membuat Peta Dasar

[basicmap/index:mod-creating-a-basic-map] Dalam modul ini, anda akan membuat peta sederhana yang digunakan sebagai dasar demonstrasi fungsi QGIS lebih lanjut.

Pelajaran: Bekerja dengan Data Vektor

[basicmap/vectordata::doc] Data vektor dapat dikatakan sebagai jenis data yang paling umum ditemukan dalam penggunaan SIG. Data ini menggambarkan situasi geografis dalam bentuk titik yang dapat dihubungkan dengan menjadi garis dan poligon. Setiap objek pada set data vektor disebut sebagai fitur yang diasosiasikan dengan data yang menggambarkan fitur tersebut.

Tujuan dari pelajaran ini: Mempelajari struktur data vektor dan cara memuat set data vektor ke dalam sebuah peta.

image Ikuti Bersama: Melihat atribut layer

Penting untuk memahami bahwa data yang akan anda gunakan tidak hanya mewakili letak objek dalam ruang, tetapi juga menggambarkan objek apakah itu.

Dari latihan sebelumnya, anda telah memuat layer streets ke dalam peta anda. Yang dapat anda lihat saat ini hanyalah posisi dari jalan-jalan yang ada.

Untuk melihat semua data yang tersedia untuk anda:

  • Klik tombol ini:

image

Tombol tersebut akan menampilkan sebuah tabel yang berisi lebih banyak data mengenai layer streets. Data tambahan ini disebut sebagai data atribut. Garis-garis yang terlihat pada peta mewakili arah jalan dan disebut sebagai data spasial.

Definisi ini biasa digunakan dalam SIG, jadi penting untuk mengingatnya!

  • Anda dapat menutup tabel atribut.

Data vektor mewakili fitur dalam hal titik, garis dan poligon pada sebuah bidang koordinat. Data ini biasanya digunakan untuk menyimpan fitur-fitur diskrit seperti jalan dan blok kota.

image Ikuti Bersama: Memuat data vektor dari shapefile

[basicmap/vectordata:backlink-vector-load-shapefiles-1] Shapefile adalah format file spesifik yang memungkinkan anda untuk menyimpan data SIG dalam sekelompok file yang saling berhubungan. Setiap layer terdiri atas beberapa file dengan nama yang sama, tetapi dengan jenis file yang berbeda. Shapefile mudah untuk diubah-ubah dan kebanyakan perangkat lunak SIG dapat membacanya.

Lihat kembali latihan pengantar pada bagian sebelumnya mengenai instruksi untuk menambahkan layer vektor.

  • Tambahkan set data waterways, places dan forests ke dalam peta anda dengan mengikuti metode yang sama.

image Ikuti Bersama: Memuat data vektor dari suatu basis data

[basicmap/vectordata:backlink-vector-load-from-database-1] Basis data memungkinkan anda untuk menyimpan sejumlah besar data yang saling berhubungan dalam satu file. Anda mungkin sudah mengenal beberapa sistem pengelolaan basis data (DBMS) seperti Microsoft Access. Aplikasi SIG juga dapat memanfaatkan basis data. DBMS untuk SIG (misalnya PostGIS) memiliki fungsi-fungsi tambahan karena harus dapat menangani data spasial.

  • Klik ikon berikut ini:

image

(Jika anda tidak dapat menemukannya, periksa apakah toolbar Manage layers sudah diaktifkan.)

Sebuah kotak dialog baru akan muncul. Pada kotak dialog ini:

  • Klik tombol New.
  • Pada folder yang sama dengan data lainnya, carilah file land_use.sqlite. Pilih file tersebut dan klik Open.

Anda akan melihat kotak dialog yang pertama. Perhatikan bahwa daftar pilihan menurun di atas ketiga tombol sekarang bertuliskan land_use.sqlite@..., diikuti oleh lokasi file basis data pada komputer anda.

  • Klik tombol Connect. Anda akan melihat tampilan berikut ini pada kotak yang sebelumnya kosong:

image

  • Klik pada layer untuk memilihnya.
  • Klik Add

Catatan: Jangan lupa untuk sering menyimpan peta Anda! File peta tidak berisi data apapun secara langsung, tetapi akan mengingat layer-layer mana saja yang telah anda muat .

Ikuti Bersama: Mengatur kembali urutan layer

Layer-layer pada daftar layer anda dimuat ke dalam peta berdasarkan urutan tertentu. Layer di urutan paling bawah akan dimuat lebih dulu, sedangkan yang paling atas dimuat terakhir. Dengan mengubah urutan pada daftar, anda dapat mengubah urutan layer yang akan ditampilkan.

Catatan: Tergantung dari versi QGIS yang digunakan, anda mungkin akan menemukan sebuah kotak centang di bawah Daftar layer yang bertuliskan Control rendering order. Kotak ini harus dicentang (diaktifkan) sehingga memindahkan layer ke atas dan ke bawah pada Daftar layer akan membawanya ke muka atau menariknya ke belakang. Jika versi QGIS anda tidak memiliki pilihan ini, maka secara otomatis sudah aktif dan anda tidak perlu mengkhawatirkannya.

Pada tahap ini, urutan pemuatan layer-layer ke dalam peta mungkin tidak terlihat logis.

Sebagai contoh, urutan layer ini...

image

... akan mengakibatkan beberapa area menjadi tersembunyi karena berada di bawah area land_use.

Untuk mengatasi masalah ini:

  • Klik dan geser sebuah layer dalam Daftar layer.
  • Susun kembali urutannya hingga terlihat seperti ini:

image

Kesimpulan

Sekarang anda telah menambahkan semua layer yang dibutuhkan dari beberapa sumber yang berbeda.

Apa Selanjutnya?

Dengan palet acak yang secara otomatis diberikan ketika memuat layer, peta anda saat ini mungkin agak sulit dibaca. Akan lebih baik untuk menggunakan pilihan warna dan simbol anda sendiri. Inilah yang akan anda pelajari pada bagian berikutnya.

Pelajaran: Simbologi

[basicmap/symbology:ls-symbology] Simbologi dari sebuah layer mewakili penampilan visualnya pada peta. Keunggulan utama dari SIG (Sistem Informasi Geografis) dibandingkan metode lain untuk menampilkan data dengan aspek spasial adalah kemampuan untuk membuat representasi visual yang dinamis dari data yang anda miliki.

Oleh karena itu, tampilan visual dari peta (yang bergantung pada simbologi dari masing-masing layer) sangatlah penting. Pengguna akhir dari peta yang anda buat harus dapat memahami representasi peta anda dengan cepat. Selain itu, anda juga harus dapat menelusuri data tersebut pada saat sedang mengerjakannya. Dalam hal ini, simbologi yang baik akan sangat membantu.

Dengan kata lain, memiliki simbologi yang tepat bukan merupakan kemewahan atau sekedar meningkatkan penampilan. Sebaliknya, hal ini penting agar anda dapat menggunakan SIG dengan benar serta menghasilkan peta dan informasi yang dapat digunakan oleh orang lain.

Tujuan dari pelajaran ini: Menciptakan simbologi yang berbeda untuk suatu layer vektor.

image Ikuti Bersama: Mengganti warna

Untuk mengubah simbologi pada sebuah layer, buka layer Properties pada layer tersebut. Mari kita mulai dengan mengubah warna layer waterways.

  • Klik kanan pada layer waterways dalam Layers list.
  • Pilih item menu Properties pada menu yang mucul.

Catatan: Secara default, anda juga dapat mengakses properti dari sebuah layer dengan mengklik ganda layer tersebut pada Layers list.

Pada jendela Properties:

  • Pilih tab Style di ujung kiri:

image

  • Klik tombol Change di samping label Color.

Sebuah kotak dialog standar untuk warna akan muncul.

  • Pilih warna biru dan klik OK.
  • Klik OK sekali lagi pada jendela *layer* Properties dan anda akan melihat perubahan warna pada layer tersebut.

image

image Coba sendiri:

[basicmap/symbology:basic-ty] Ubah warna layer forest ke warna lain yang menurut anda sesuai dengan hutan.

image Ikuti Bersama: Mengubah struktur simbol

Ini merupakan pengantar yang baik, tetapi ada lebih banyak hal yang tercakup dalam simbologi suatu layer ketimbang hanya warnanya saja. Untuk mengetahui beberapa pilihan lain yang tersedia, tambahkan layer bandung_districts. Layer ini disusun dari gambar-gambar yang diambil oleh satelit dan menunjukkan berbagai jenis tutupan lahan di sekira kawasan Bandung.

Dengan menggunakan layer ini, kita dapat belajar bagaimana menghapus garis-garis yang tampak pada peta sehingga tidak terkesan berantakan.

  • Buka jendela Layer Properties pada layer bandung_districts.

Di bawah tab style, anda akan melihat kotak dialog yang sama dengan sebelumnya. Tetapi sekarang anda akan melakukan lebih dari sekedar mengubah warnanya dengan cepat.

  • Klik tombol Change... di bawah tampilan pilihan warna:

image

Kotak dialog Symbol properties akan muncul.

  • Ubah warna di bagian dalam poligon pada layer dengan mengklik tombol yang terletak di samping label Color (jika anda belum melakukannya pada pelajaran yang terdahulu).
  • Pilih warna baru pada kotak dialog yang muncul.
  • Klik OK sekali saja.

Selanjutnya, kita akan menghilangkan garis-garis di antara jenis tutupan lahan.

  • Klik pada menu Border style. Pada titik ini, akan muncul sebuah garis pendek dengan tulisan Solid Line.
  • Ubahlah menjadi No Pen.
  • Klik OK, kemudian klik OK sekali lagi.

Sekarang layer bandung_districts tidak lagi memiliki garis-garis di antara daerah tutupan lahan yang berbeda.

image Coba sendiri:

[basicmap/symbology:id1]

  • Ubah layer bandung_districts sekali lagi untuk menampilkan titik-titik batas tepi yang berwarna sedikit lebih gelap dari warna arsirannya.

image Ikuti Bersama: Jarak pandang berbasis skala

Terkadang anda akan menemukan bahwa sebuah layer tidak sesuai dengan skala tertentu. Sebagai contoh, suatu set data yang berisi semua benua di dunia mungkin tidak akan terlalu terperinci dan akurat dalam menampilkan jalan-jalan. Jika itu terjadi, anda perlu menyembunyikan tampilan set data pada skala tertentu yang tidak sesuai.

Dalam kasus ini, kita dapat menyembunyikan tampilan jalan pada skala kecil. Sebagai contoh, ...

image

...peta ini tidak terlalu berguna. Tampilan jalan hanya berupa gambar yang tidak berarti pada skala ini.

Untuk mengaktifkan rendering berbasis skala:

  • Buka kotak dialog Layer Properties pada layer streets layer.
  • Aktifkan tab General.
  • Aktifkan rendering berbasis skala dengan mengklik kotak centang berlabel Use scale dependent rendering:

image

  • Ubah nilai Maximum menjadi 100000.
  • Klik OK.

Uji efek yang dihasilkan dengan memperbesar dan memperkecil tampilan peta anda, perhatikan kapan layer streets hilang dan muncul kembali.

Catatan: Anda dapat menggunakan roda tetikus untuk memperbesar tampilan secara bertahap. Alternatifnya, anda dapat menggunakan alat bantu untuk memperbesar tampilan jendela tertentu:

image

image Ikuti Bersama: Menambahkan layer simbol

Setelah anda mengetahui bagaimana mengubah simbologi sederhana pada suatu layer, langkah berikutnya adalah membuat simbologi yang lebih kompleks. QGIS memungkinkan anda untuk melakukannya dengan menggunakan layer simbol.

  • Kembali ke kotak dialog Symbol Properties pada layer bandung_districts seperti sebelumnya.

Pada contoh ini, simbol yang digunakan memiliki titik-titik batas tepi (karena menggunakan style tepi Dot Line).

image

Perhatikan tombol yang ditandai.

  • Klik tombol tersebut sehingga kotak dialog akan berubah menjadi seperti berikut ini:

image

(Bisa jadi tampilannya akan berbeda, dalam hal warna misalnya, tetapi anda akan tetap akan mengubahnya.)

Sekarang terdapat layer simbol kedua. Karena warnanya lebih penuh, layer tersebut sudah pasti akan menutupi simbol sebelumnya. Selain itu, layer ini juga memiliki style tepi Solid Line yang tidak kita inginkan. Sudah jelas simbol ini perlu diubah.

Catatan: Jangan sampai layer peta dan layer simbol tertukar. Layer peta adalah data vektor (atau raster) yang dimuat ke dalam peta. Layer simbol adalah bagian dari simbol yang digunakan untuk mewakili sebuah layer pada peta. Materi ini pada umumnya akan menyebut layer peta dengan istilah layer, sedangkan layer simbol tetap menggunakan istilah yang sama untuk menghindari kebingungan.

  • Atur style tepi menjadi No Pen.
  • Ubah style arsiran menjadi sesuatu selain Solid atau No brush. Sebagai contoh:

image

  • Klik OK pada kotak dialog ini dan Apply pada kotak dialog yang muncul setelahnya. Kini anda dapat melihat hasilnya dan membuat perubahan sesuai dengan kebutuhan.

Anda juga dapat menambahkan beberapa layer simbol ekstra dan membuat suatu tekstur untuk layer anda dengan cara ini.

image

Ini menyenangkan! Tetapi mungkin memiliki terlalu banyak warna untuk digunakan pada peta yang riil...

image Coba sendiri:

[basicmap/symbology:backlink-symbology-layers-1]

  • Buatlah tekstur yang sederhana tetapi tidak terlalu mencolok untuk layer forest dengan menggunakan metode di atas.

Periksa hasil yang anda peroleh

image Ikuti Bersama: Mengaktifkan tingkatan simbol

Layer simbol di-render secara berurutan seperti halnya layer peta yang berbeda. Dalam kasus tertentu, ini berarti memiliki banyak layer untuk satu simbol dapat menimbulkan hasil yang tidak diharapkan.

  • Buat layer simbol baru untuk layer streets (dengan menggunakan metode untuk menambahkan layer simbol yang ditunjukkan sebelumnya).
  • Berikan ketebalan dasar sebesar 0.5.
  • Berikan ketebalan layer teratas sebesar 2.0.

Anda akan melihat perubahan sebagai berikut:

image

Hasilnya ternyata bukan seperti yang kita harapkan!

Untuk mencegah hal ini, anda dapat mengaktifkan tingkatan simbol untuk mengendalikan urutan layer simbol yang di-render.

  • Pada kotak dialog Layer Properties, klik Advanced \rightarrow Symbol levels:

image

Kotak dialog Symbol Levels akan muncul.

  • Ubah nilai-nilai yang ada agar sesuai dengan contoh berikut ini:

image

  • Klik OK, kemudian OK sekali lagi.

Peta anda sekarang akan tampak seperti ini:

image

Setelah selesai, ingatlah untuk menyimpan simbol itu sendiri sehingga tidak hilang apabila anda hendak melakukan perubahan lagi di masa mendatang. Anda dapat menyimpan style simbol dengan mengklik tombol Save Style ... pada tab Style di dalam kotak dialog Layer Properties. Simpan style anda di exercise_data/styles. Anda dapat memuat style yang telah disimpan sebelumnya dengan mengklik tombol Load Style .... Sebelum mengubah style, ingatlah bahwa style yang tidak tersimpan akan hilang ketika anda menggantinya.

image Coba sendiri:

[basicmap/symbology:id2]

  • Ubah tampilan layer streets sekali lagi.

Tampilan jalan harus berwarna abu-abu gelap atau hitam dengan garis tepi tipis berwarna kuning dan garis putih putus-putus di tengahnya agar tampak seperti jalan yang sesungguhnya.

image

image Coba sendiri:

[basicmap/symbology:hard-ty] Tingkatan simbol juga dapat digunakan untuk mengklasifikasi layer (pada layer yang memiliki banyak simbol). Karena kita belum membahas mengenai klasifikasi, anda akan menggunakan data dasar yang belum diklasifikasi.

  • Buat peta baru dan hanya tambahkan set data streets.
  • Terapkan style advanced_street_style_demo.qml yang telah disediakan di exercise_data/styles.
  • Perbesar tampilan layer agar lebih mudah dilihat.
  • Dengan menggunakan layer simbol, pastikan garis tepi layer saling bersambungan seperti terlihat pada gambar berikut ini:

image

image Ikuti Bersama: Jenis-jenis layer simbol

Untuk melanjutkan latihan ini, buka peta anda semula.

Di samping mengatur warna arsiran dan menggunakan pola yang telah tersedia, anda juga dapat menggunakan jenis layer simbol yang berbeda. Satu-satunya jenis yang sudah kita gunakan sejauh ini adalah Simple Fill. Tingkatan layer simbol yang lebih tinggi memungkinkan anda untuk mengatur pilihan simbol lebih jauh lagi.

Setiap jenis vektor (titik, garis, dan poligon) memiliki jenis layer simbol tersendiri. Pertama-tama kita akan membahas jenis layer simbol untuk titik.

Jenis-jenis layer simbol untuk titik

  • Ubah properti simbol pada layer places:

image

  • Anda dapat mengakses berbagai jenis layer simbol di sini:

image

  • Pelajari berbagai pilihan yang tersedia dan pilih jenis layer simbol selain Simple Marker yang telah disediakan.

Jenis-jenis layer simbol untuk garis

Untuk melihat berbagai pilihan yang tersedia untuk data garis:

  • Ubah jenis layer simbol untuk layer residential pada layer street:

image

  • Klik tombol Change di samping label Marker.
  • Ubah properti simbol seperti dicontohkan pada kotak dialog berikut ini:

image

  • Ubah interval menjadi 2,00:

image

  • Pastikan agar tingkatan simbol sudah benar sebelum menerapkan style tersebut.

Setelah anda menerapkan style tersebut, lihat hasilnya pada peta. Jika anda perhatikan dengan seksama, simbol-simbol ini berubah arah sesuai dengan alur jalan tetapi tidak selalu mengikuti lekukannya. Ini dapat berguna untuk tujuan tertentu, tetapi tidak untuk yang lain. Jika ingin, anda dapat mengubah kembali layer simbol tersebut ke bentuknya semula.

Jenis-jenis layer simbol untuk poligon

Untuk melihat berbagai pilihan yang tersedia untuk data poligon:

  • Ubah satu atau lebih jenis layer simbol pada layer bandung_districts seperti dilakukan sebelumnya pada layer yang lain.
  • Pelajari pengaruh dari masing-masing pilihan yang tersedia dalam daftar.
  • Anda dapat mengubah setiap simbol dengan mengklik ganda pada simbol yang ingin anda ubah.

image

  • Pada contoh ini, kita telah mengkategorikan data yang ada. Anda akan mempelajari hal ini lebih jauh pada bab berikutnya.
  • Pilih salah satu yang menurut anda cocok.
  • Jika ragu, gunakan kombinasi dua layer melalui Point pattern fill dan Simple fill:

image

  • Gunakan pola arsiran titik Symbol layer type:
  • Marker seharusnya berisi Simple Marker.
  • Pilih garis batas dan warna arsiran yang sesuai (dapat menggunakan warna yang sama).
  • Pilih ukuran penanda (marker) yang sesuai.
  • Klik OK.
  • Tambahkan layer simbol baru dengan Simple fill normal.
  • Berikan warna yang kontras dengan layer pertama anda.
  • Pindahkan ke bawah layer simbol pola titik dengan tombol Move down:

Sebagai hasilnya, anda akan memiliki simbol bertekstur untuk layer tersebut dan anda dapat mengatur ukuran, bentuk, dan jarak titik-titik individual yang menyusun tekstur tersebut. Cuplikan layar berikut ini menunjukkan bahwa kita telah mengubah dua layer dengan metode di atas.

image

Kesimpulan

Mengubah simbologi untuk layer yang berbeda dapat mentransformasi sekumpulan file vektor menjadi sebuah peta yang dapat dibaca. Peta tersebut tidak saja mudah dipahami, tetapi juga enak dilihat!

Anda juga dapat membuat arsiran SVG buatan sendiri dengan menggunakan perangkat lunak penyunting vektor, misalnya Inkscape, yang banyak tersedia di Internet secara gratis.

Bacaan lebih lanjut

Contoh peta-peta yang menarik dapat dilihat di<http://gis.stackexchange.com/questions/3083/examples-of-beautiful-maps>`_

Apa Selanjutnya?

Mengubah simbol untuk seluruh layer memang berguna, tetapi informasi yang terkandung dalam setiap layer belum tersedia untuk pembaca peta. Apa nama jalan-jalan tersebut? Wilayah administratif apa yang menaungi daerah-daerah tertentu? Bidang permukaan relatif seperti apa yang dimiliki lahan pertanian tersebut? Semua informasi ini masih tersembunyi. Pelajaran berikutnya akan menjelaskan bagaimana menampilkan data ini pada peta anda.

Catatan: Apakah anda ingat untuk menyimpan peta anda sebelumnya?

Modul: Mengklasifikasi Data Vektor

[vectorclassification/index:mod-classifying-vector-data] Dengan mengklasifikasi data vektor, anda dapat memberikan simbol yang berbeda untuk fitur (objek yang berbeda pada layer yang sama) tergantung dari atributnya. Hal ini memungkinkan pengguna peta untuk dapat melihat atribut dari berbagai fitur dengan mudah.

Pelajaran: Data Atribut

[vectorclassification/attributedata::doc] Sejauh ini, tidak satu pun perubahan yang kita buat pada tampilan peta dipengaruhi oleh objek yang ditampilkan. Dengan kata lain, semua lahan pertanian dan jalan masih terlihat sama. Ketika melihat peta tersebut, pengguna tidak akan mengetahui banyak hal mengenai jalan-jalan yang dilihatnya; hanya sebatas bahwa terdapat sebuah jalan dengan bentuk tertentu di suatu tempat tertentu.

Namun seluruh kekuatan SIG (Sistem Informasi Geografis) bertumpu pada kemampuan untuk menampilkan semua objek pada peta bersama dengan atributnya. Peta pada SIG bukan hanya sebatas gambar. Peta tidak saja mewakili objek yang berada di suatu lokasi, tetapi juga informasi mengenai objek tersebut.

Tujuan dari pelajaran ini: Menelusuri data atribut dari suatu objek dan memahami kegunaan berbagai jenis data.

image Ikuti Bersama: Data atribut

[vectorclassification/attributedata:backlink-labels-attribute-data-1] Buka tabel atribut untuk layer places (lihat kembali bagian Bekerja dengan Data Vektor jika perlu). Kolom mana yang paling berguna untuk ditampilkan dalam bentuk label, dan mengapa?

Kesimpulan

Sekarang anda mengetahui bagaimana menggunakan tabel atribut untuk melihat apa yang sebenarnya terkandung dalam data yang anda gunakan. Set data apapun hanya akan berguna bagi anda jika memiliki atribut yang anda butuhkah. Jika anda mengetahui atribut apa yang dibutuhkan, maka anda dapat dengan cepat memutuskan apakah suatu set data akan berguna; atau anda perlu mencari set data lain dengan atribut yang diperlukan.

Apa Selanjutnya?

Atribut yang berlainan dapat berguna untuk tujuan yang berbeda. Beberapa darinya dapat diwakili secara langsung dalam bentuk teks yang dapat dilihat oleh pembaca peta. Anda akan belajar bagaimana melakukan hal tersebut pada pelajaran berikutnya.

Pelajaran: Alat Bantu Label

[vectorclassification/labeltool::doc] Label dapat ditambahkan pada sebuah peta untuk menampilkan informasi apapun mengenai suatu obyek. Layer vektor manapun dapat memiliki label. Isi dari label-label tersebut ditentukan oleh data atribut dari layer yang bersangkutan.

Catatan: Kotak dialog Layer Properties memiliki tab Labels, namun kita tidak akan menggunakannya pada contoh ini. Tab ini hanya memiliki sedikit pilihan dan terkadang sulit untuk digunakan sehingga mungkin akan dihilangkan pada versi QGIS yang lebih baru (setelah 1.8). Pada latihan ini, kita akan menggunakan Label tool terpisah yang memiliki lebih banyak pilihan dan lebih mudah digunakan.

Tujuan dari pelajaran ini: Menerapkan label yang berguna dan menarik pada sebuah layer.

image Ikuti Bersama: Menggunakan label

Sebelum dapat mengaksesnya, anda perlu memastikan bahwa alat bantu Label telah diaktifkan.

  • Bukan item menu View \rightarrow Toolbars.
  • Pastikan item Label memiliki tanda centang di sebelahnya. Jika tidak, klik item :guilabel:`Label`untuk mengaktifkannya.
  • Klik layer places pada Layers list untuk menandainya.
  • Klik tombol toolbar berikut ini:

image

Ini akan membuka kotak dialog Layer labeling settings.

  • Periksa kotak di sebelah Label this layer with....

image

Anda harus menentukan kolom atribut mana yang akan digunakan untuk membuat label. Pada pelajaran sebelumnya, anda memutuskan bahwa kolom NAME adalah yang paling cocok untuk tujuan ini.

  • Klik OK.

Pada peta akan muncul label-label berikut ini:

image

image Ikuti Bersama: Mengubah pilihan label

Apa yang ada saat ini sudah cukup bagis, tetapi anda dapat melihat bahwa label-label tersebut tumpang tindih dengan titik-titik yang diasosiasikan dengan mereka. Ini tidak tampak menarik. Teksnya juga sedikit terlalu besar. Mari kita perbaiki!

  • Buka Label tool sekali lagi dengan mengklik tombolnya.
  • Klik pada tombol elipsis (...) untuk mengubah properti teks:

image

Akan muncul kotak dialog standar untuk mengubah teks, mirip dengan yang terdapat pada perangkat lunak lainnya. Ubah huruf menjadi Arial ukuran 9. Label anda akan tampak seperti berikut ini:

image

Dengan demikian masalah huruf sudah terpecahkan! Sekarang mari selesaikan masalah label yang tumpang tindih dengan titiknya; tetapi sebelum melakukan hal itu, mari kita lihat pilihan Buffer.

  • Buka kotak dialog Label tool.
  • Matikan buffer label dengan mengklik kotak centang di sebelah teks yang bertuliskan Buffer.
  • Klik Apply.

Perhatikan efeknya pada peta:

image

Sekarang anda dapat memahami mengapa kita membutuhkan buffer label!

  • Aktifkan kembali buffer dengan mengklik kotak centang yang sama seperti sebelumnya, kemudian klik Apply.

Kembali pada masalah label yang tumpang tindih dengan titik.

  • Pada kotak dialog Label tool, buka tab Advanced.
  • Ubah nilai Label distance menjadi 2.

image

  • Klik Apply.

Hasilnya tampak sebagai berikut:

image

image Ikuti Bersama: Menggunakan label ketimbang simbologi layer

Dalam banyak kasus, lokasi sebuah titik tidak perlu terlalu spesifik. Sebagai contoh, jika suatu titik merujuk pada kota atau daerah sub-urban; titik spesifik yang diasosiasikan dengan fitur semacam itu tidak akan begitu spesifik pada skala yang lebih besar. Membuat titik yang terlalu spesifik justru seringkali dapat membingungkan pembaca peta.

Sebuah contoh: Pada peta dunia, titik yang menunjukkan Uni Eropa mungkin berada di suatu tempat di Polandia. Untuk seseorang yang sedang mencoba membaca peta tersebut, melihat sebuah titik dengan label Uni Eropa di Polandia mungkin akan menyesatkan karena seakan-akan menunjukkan bahwa ibu kota Uni Eropa berada di Polandia.

Untuk menghindari kesalahpahaman seperti ini, seringkali lebih bermanfaat untuk sepenuhnya mengganti simbol titik dengan label.

Anda dapat melakukan ini pada QGIS dengan mengubah posisi label sehingga di-render secara langsung di atas titik yang menjadi referensinya.

  • Buka kotak dialog Layer labeling settings pada layer places.
  • Buka tab Advanced.
  • Klik tombol over point.

image

  • Sembunyikan simbol titik dengan menyunting style layer seperti biasa dan mengatur ukuran titik menjadi 0:

image

  • Klik OK dan anda akan melihat tampilan sebagai berikut:

image

Seperti yang anda lihat, beberapa label tidak lagi terlihat untuk mencegah tumpang tindih (pada skala ini). Kadangkala inilah yang anda inginkan ketika bekerja dengan set data yang memiliki banyak titik, tetapi ini berarti anda akan kehilangan informasi yang berguna pada situasi yang berbeda. Ada cara lain untuk mengatasi masalah seperti ini, yang akan dibahas pada latihan selanjutnya dalam bagian ini.

image Coba Sendiri: Menyesuaikan label

[vectorclassification/labeltool:moderate-ty-customize-the-labels]

  • Kembalikan pengaturan label dan simbol seperti sebelumnya.
  • Atur skala peta menjadi 1:20000. Anda dapat melakukan ini dengan mengetikkannya ke dalam kotak Scale pada Status Bar.
  • Modifikasi label anda agar dapat ditampilkan dengan benar pada skala ini.

image Ikuti Bersama: Memberi label pada garis

Setelah mengetahui cara kerja label, ada masalah baru yang muncul. Titik dan poligon mudah untuk diberi label, tetapi bagaimana dengan garis? Jika anda memberi label pada garis seperti halnya sebuah titik, maka hasilnya akan seperti ini:

image

Ini tidak begitu membantu! Untuk menangani garis, kita perlu menyunting beberapa pilihan.

  • Sembunyikan layer places sehingga tidak memecah perhatian anda.
  • Perbesar tampilan area kota.
  • Aktifkan label pada layer streets seperti sebelumnya. (Ingatlah untuk menggunakan Label tool pada toolbar, bukan yang berada pada Label tool!)
  • Atur Size untuk huruf menjadi 9 sehingga anda dapat melihat lebih banyak label.
  • Pada tab Advanced di kotak dialog Label tool, pilih aturan berikut ini:

image

Tergantung dari skalanya, peta akan terlihat seperti berikut ini:

image

Lebih baik dari sebelumnya, tetapi masih belum ideal. Sebagai contoh, beberapa nama muncul lebih dari satu kali; ini tidak selalu diperlukan. Untuk mencegah hal ini:

  • Aktifkan pilihan Merge connected lines to avoid duplicate labels (juga terdapat pada tab Advanced - anda mungkin harus menggeser ke bawah untuk menemukannya).

Fungsi lain yang juga bermanfaat adalah mencegah pemberian label pada fitur yang terlalu pendek untuk dapat terlihat.

  • Atur nilai Suppress labeling of features smaller than ... menjadi 5mm dan perhatikan hasilnya ketika anda mengklik Apply.

Cobalah berbagai pengaturan Placement (juga terdapat pada tab Advanced). Seperti yang telah kita lihat sebelumnya, pilihan horizontal bukan merupakan ide yang baik dalam kasus ini; oleh karena itu, mari coba menggunakan curved sebagai gantinya!

  • Pilih curved pada tab Advanced dalam kotak dialog Layer labeling settings.

Hasilnya tampak sebagai berikut:

image

Seperti yang anda lihat, pilihan ini menyembunyikan banyak label yang semula ditampilkan; ini dilakukan karena sulit untuk membuat label mengikuti garis jalan yang berliku-liku dan tetap terlihat jelas. Anda dapat memutuskan pilihan mana yang akan digunakan, ini bergantung pada apa yang anda anggap lebih berguna atau lebih menarik untuk ditampilkan.

image Ikuti Bersama: Pengaturan berdasarkan data

  • Matikan label pada layer streets.
  • Aktifkan kembali label pada layer places.
  • Buka tabel atribut untuk places.

Ada dua kolom yang menarik perhatian kita: AMENITY dan RESTAURANT. AMENITY adalah jenis lokasi yang bersangkutan. RESTAURANT diambil dari sini dan memberi tahu anda apakah sebuah fitur merupakan restoran atau bukan (1 jika ya, 0 jika tidak). Kita dapat menggunakan data ini untuk mempengaruhi style label.

  • Buka tab Data defined settings.
  • Pada daftar menurun Italic yang muncul, pilih RESTAURANT dan klik Apply.

Perhatikan pengaruhnya:

image

image Coba Sendiri: Menggunakan pengaturan berdasarkan data

[vectorclassification/labeltool:backlink-label-data-defined-1]

Catatan: Kita sedikit melompat ke depan untuk mendemonstrasikan beberapa pengaturan label tingkat lanjut. Pada tingkat lanjut, anda diasumsikan sudah mengetahui bagaimana melakukan hal berikut ini. Jika tidak, jangan ragu untuk melewati bagian ini dan kembali lagi ketika anda telah menyelesaikan materi yang diharuskan.

  • Buka tabel atribut untuk places.
  • Masuk ke modus penyuntingan dengan mengklik tombol ini (di bagian tepi bawah tabel atribut):

image

  • Tambahkan kolom baru:

image

  • Lakukan konfigurasi sebagai berikut:

image

  • Gunakan ini untuk mengatur ukuran huruf sesuai kebutuhan pada setiap jenis fasilitas yang berbeda (misalnya setiap kunci pada kolom AMENITY).

image Kemungkinan penggunaan label lebih lanjut

Kita tidak dapat membahas semua pilihan yang ada selama pelatihan ini, tetapi perlu dipahami bahwa Label tool memiliki banyak fungsi yang berguna. Anda dapat mengatur rendering berbasis skala, mengubah prioritas rendering label pada sebuah layer, dan mengatur pilihan label berdasarkan atribut layer. Anda bahkan dapat mengatur rotasi, posisi XY, dan properti label lainnya (jika anda memiliki kolom atribut yang dialokasikan untuk tujuan tersebut); kemudian menyunting properti tersebut dengan menggunakan alat bantu yang berada sejajar dengan Label tool utama:

image

(Alat bantu ini akan aktif jika terdapat kolom atribut yang diperlukan dan anda berada dalam modus penyuntingan.)

Jangan ragu untuk menelusuri kemungkinan lain dari penggunaan sistem label.

Kesimpulan

Anda telah belajar bagaimana menggunakan atribut layer untuk membuat label dinamis. Ini dapat membuat peta anda lebih informatif dan menarik!

Apa Selanjutnya?

Setelah mengetahui bagaimana atribut dapat membuat perbedaan visual pada peta, mengapa tidak menggunakannya untuk mengubah simbologi obyek itu sendiri? Itu yang akan kita pelajari pada bagian selanjutnya.

Pelajaran: Classification

[vectorclassification/classification::doc] Label adalah cara yang bagus untuk mengkomunikasikan informasi seperti nama tempat tertentu, tetapi tidak bisa digunakan untuk semua hal. Sebagai contoh, katakan saja seseorang ingin mengetahui area lahan pertanian. Dengan tabel, anda akan mendapatkan hasil sebagai berikut:

image

Tentu saja ini tidak ideal, jadi kita perlu mencari solusi lain. Itulah tujuan dari pelajaran ini.

Tujuan dari pelajaran ini: Mempelajari cara mengklasifikasi data vektor secara efektif.

image Ikuti Bersama: Mengklasifikasi data nominal

  • Buka Layer Properties untuk bandung_districts.
  • Lihat tab Style.
  • Klik daftar menurun yang bertuliskan Single Symbol:

image

  • Ubah menjadi Categorized sehingga antarmuka juga berubah:

image

  • Ubah Column menjadi LANDCOVER, dan Color ramp menjadi random:

image

  • Klik tombol berlabel Classify, kemudian klik OK.

Anda akan melihat hasil seperti berikut ini:

image

  • Klik tanda panah (atau tanda tambah) di sebelah bandung_districts pada Layer list, anda akan melihat penjelasan kategori sebagai berikut:

image

Ini sangat berguna! Tetapi tampilannya masih tidak enak untuk dilihat, jadi kita perlu melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.

  • Buka Layer Properties dan lihat tab Style sekali lagi.
  • Ubah simbolnya :

image

  • Hilangkan garis tepi seperti yang anda lakukan sebelumnya, kemudian klik OK. (Jika perlu, anda dapat melihat kembali pelajaran sebelumnya mengenai langkah ini.)
  • Klik tombol Delete all:

image

Langkah ini akan menghilangkan kelas-kelas yang tidak enak dipandang sehingga anda dapat mencoba lagi.

  • Buat pilihan baru pada Color ramp.
  • Klik Classify sekali lagi untuk memunculkan simbol-simbol yang baru.

Anda akan mendapati bahwa simbol-simbol tersebut tidak memiliki garis tepi karena anda sudah menghilangkannya.

  • Ubah warna Water bodies dengan mengklik ganda pada kotak berwarna yang mewakili simbolnya:

image

Gunakan warna pilihan anda sehingga peta yang dihasilkan tidak akan seburuk sebelumnya. Pada contoh berikut, kita akan menggunakan warna-warna tersebut dengan daerah perairan diwarnai biru:

image

Ini akan menghasilkan peta yang bagus:

image

Ada satu kategori yang kosong :

image

  • Pilih kategori yang kosong.
  • Klik tombol Delete.

Ini hanya akan menghilangkan simbol, bukan datanya, sehingga anda tidak perlu khawatir melakukan kesalahan; anda tidak menghapus apapun yang tidak dapat dikembalikan.

Ingatlah untuk menyimpan peta anda sehingga perubahan yang telah dibuat tidak hilang!

image Coba Sendiri: Klasifikasi lebih lanjut

Jika anda hanya mengikuti konten tingkat dasar, gunakan pengetahuan di atas untuk mengklasifikasi kawasan urban. Gunakan warna yang lebih gelap untuk membedakannya dari area lahan pertanian.

image Ikuti Bersama: Klasifikasi rasio

Terdapat empat jenis klasifikasi: nominal, ordinal, interval, dan rasio.

Pada klasifikasi nominal, kategori klasifikasi obyek didasarkan pada nama; tidak ada urutan tertentu. Sebagai contoh: Nama kota, kode kabupaten, dll.

Pada klasifikasi ordinal, kategori diatur berdasarkan urutan tertentu. Sebagai contoh, kota-kota besar di dunia diberikan peringkat berdasarkan tingkat kepentingannya untuk perdagangan dunia, pariwisata, kebudayaan, dll.

Pada klasifikasi interval, terdapat skala yang mencakup nilai-nilai positif, negatif, dan nol. Sebagai contoh, ketinggian di atas/di bawah permukaan laut, suhu di atas/di bawah titik beku (0 derajat Celcius), dll.

Pada klasifikasi rasio, skala yang digunakan hanya mencakup nilai-nilai positif dan nol. Sebagai contoh: Suhu di atas nol mutlak (0 derajat Kelvin), jarak dari titik a, lalu lintas rata-rata per bulan di suatu jalan, dll.

Pada contoh di atas, kita menggunakan klasifikasi nominal untuk menampilkan area tutupan lahan yang berbeda. Sekarang kita akan membuat proyek baru dan menggunakan klasifikasi rasio untuk mengklasifikasi desa berdasarkan area.

  • Simpan simbologi rural anda (jika anda ingin menyimpannya) dengan mengklik tombol Save Style ... pada kotak dialog Style.
  • Tutup kotak dialog Style.
  • Simpan dan tutup proyek yang anda buat.

Sekarang kita akan memulai latihan yang baru.

  • Buka proyek kosong yang baru.
  • Buka layer Sulawesi_dist_32750 dan VillagePolyBarSin_32750.
  • Ubah style warna jika perlu.

Kita ingin mengklasifikasi desa berdasarkan area, tetapi ada satu masalah: Tidak ada kolom area! Maka kita akan membuatnya.

  • Masuk ke modus penyuntingan dengan mengklik tombol ini:

image

  • Tambah kolom baru dengan tombol ini:

image

  • Lakukan pengaturan pada kotak dialog yang muncul seperti ini:

image

  • Klik OK.

Kolom baru akan ditambahkan (di ujung sebelah kanan tabel; anda mungkin harus menggeser tampilan secara horizontal untuk melihatnya). Namun, saat ini kolom tersebut masih kosong dan hanya dipenuhi oleh nilai NULL.

Untuk mengatasi masalah ini, kita perlu menghitung luas area tersebut.

  • Buka kalkulator kolom:

image

Anda akan menjumpai kotak dialog ini:

image

  • Ubah nilai-nilai di bagian atas kotak dialog agar tampak seperti ini:

image

  • Pada Function List, pilih Geometry \rightarrow $area:

image

  • Klik ganda sehingga muncul pada kolom Expression.
  • Klik OK.

Sekarang kolom AREA sudah terisi dengan nilai! Periksa dengan seksama, kemudian tutup tabel atribut.

Catatan: Luas semua area ini masih dalam satuan derajat. Nanti kita akan mengubah mereka ke dalam satuan meter persegi.

  • Buka tab Style pada kotak dialog Layer properties.
  • Ubah style klasifikasi dari Classified menjadi Graduated:

image

  • Ubah Column menjadi AREA:

image

  • Pada Color ramp, pilih New color ramp... untuk membuka kotak dialog berikut ini:

image

  • Pilih Gradient (jika belum dipilih) dan klik OK. Anda akan melihat tampilan berikut ini:

image

Anda akan menggunakan ini untuk menunjukkan luasan, dimana area yang kecil sebagai: Color 1 dan area yang luas sebagai Color 2.

  • Pilih warna yang sesuai.

Pada contoh ini, hasilnya akan tampak sebagai berikut:

image

  • Klik OK.
  • Pilih nama yang sesuai untuk pilihan warna yang baru tersebut.
  • Klik OK setelah memberikan nama.

Sekarang anda akan melihat tampilan seperti berikut ini:

image

Biarkan semuanya tanpa perubahan.

  • Klik Apply:

image

image Coba Sendiri: Menyempurnakan klasifikasi

[vectorclassification/classification:backlink-classification-refine-1]

  • Hilangkan garis-garis di antara kelas.
  • Ubah nilai-nilai pada Mode dan Classes hingga anda mendapatkan klasifikasi yang memadai.

image Ikuti Bersama: Klasifikasi berbasis aturan

Seringkali berguna untuk mengkombinasikan sejumlah kriteria dalam suatu klasifikasi, tetapi sayangnya klasifikasi normal hanya mempertimbangkan satu macam atribut. Disinilah peran dari klasifikasi berbasis aturan.

  • Buka kotak dialog Layer Properties untuk layer rural.
  • Pilih tab Style.
  • Ubah style klasifikasi menjadi Rule-based. Anda akan melihat tampilan berikut ini:

image

  • Klik tombol Add.
  • Sebuah kotak dialog baru akan muncul.
  • Klik tombol elipsis ... di sebelah area teks Filter.
  • Dengan menggunakan query builder yang muncul, masukkan kriteria AREA >= 30000000 dan pilih warna yang terang.
  • Tambahkan kriteria AREA <= 30000000 dan pilih warna yang gelap.
  • Tambahkan kriteria DESA = ’Ajakkang’ dan berikan warna hitam dengan transparansi 35%.
  • Gunakan Rendering order untuk me-render layer dengan benar sehingga Ajakkang akan terlihat.

Anda akan melihat kotak dialog seperti ini:

image

  • Terapkan simbologi ini.

Peta anda akan tampak seperti berikut ini:

image

Kini anda mempunyai dua kelas area dengan desa Ajakkang yang ditandai.

Kesimpulan

Simbologi memungkinkan kita untuk mewakili atribut dari suatu layer dengan cara yang mudah dibaca dan dipahami. Dengan cara ini, pembaca peta maupun kita sendiri dapat memahami pentingnya fitur-fitur yang ditampilkan dengan menggunakan atribut-atribut relevan yang kita pilih. Tergantung dari permasalahan yang dihadapi, anda dapat menerapkan teknik klasifikasi yang berbeda untuk memecahkannya.

Apa Selanjutnya?

Sekarang kita telah memiliki peta yang bagus, tetapi bagaimana kita dapat memindahkannya dari QGIS ke dalam format yang dapat dicetak atau diubah menjadi gambar maupun PDF? Itu adalah topik dari pelajaran berikutnya!

Modul: Membuat Peta

[mapcomposer/index::doc] Pada modul ini, anda akan mempelajari bagaimana menggunakan Map Composer QGIS untuk menghasilkan peta berkualitas yang dilengkapi dengan semua komponen peta yang diperlukan.

Pelajaran: Menggunakan Map Composer

[mapcomposer/mapcomposer:ls-using-map-composer] Setelah memiliki sebuah peta, anda harus dapat mencetak atau mengekspor peta tersebut menjadi sebuah dokumen. Alasannya, file peta SIG bukanlah sebuah peta. File ini hanya menyimpan kondisi program SIG dengan referensi yang mengacu pada semua layer, label, warna, dsb. Bagi orang yang tidak memiliki datanya atau program SIG yang sama (seperti QGIS), file peta tersebut menjadi tidak berguna. Untungnya, QGIS dapat mengekspor file peta ke dalam format yang dapat dibaca oleh komputer manapun serta mencetak isinya jika anda mempunyai printer. Baik pencetakan maupun ekspor dilakukan melalui Map Composer.

Tujuan dari pelajaran ini: Menggunakan Map Composer QGIS untuk membuat peta dasar dengan semua pengaturan yang diperlukan.

image Ikuti Bersama: Composer Manager

QGIS memungkinkan anda untuk membuat beberapa peta dengan menggunakan file peta yang sama. Untuk tujuan ini, QGIS memiliki alat bantu yang disebut Composer Manager .

  • Perbesar tampilan area peta yang menunjukkan jalan-jalan dan lokasi di Bandung.
  • Klik menu File \rightarrow Composer Manager untuk menjalankan alat bantu ini. Anda akan melihat kotak dialog Composer manager yang kosong.
  • Klik tombol Add untuk menambahkan composer baru yang diberi nama Composer 1 (anda dapat menggunakan angka lain jika sudah pernah menggunakan Composer Manager sebelumnya).
  • Pilih composer baru dan klik tombol Rename untuk mengubah namanya menjadi Swellendam.
  • Klik OK.
  • Klik tombol Show.

(Anda juga dapat menutup kotak dialog tersebut dan membuka sebuah composer melalui File \rightarrow Print Composers, seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini.)

image

Terlepas dari cara yang digunakan, anda sekarang akan melihat jendela Print Composer.

image Ikuti Bersama: Komposisi Peta Dasar

Pada contoh ini, komposisinya sudah sesuai dengan keinginan kita. Pastikan peta yang anda buat juga demikian.

  • Periksa bahwa nilai-nilai yang berada pada General \rightarrow Composition \rightarrow Paper and Quality sudah diatur sebagai berikut:
  • Size: A4 (210x297mm)
  • Orientation: Landscape
  • Quality: 300dpi

Kini anda sudah memiliki tata letak halaman seperti yang diinginkan, tetapi halaman ini masih kosong. Sudah jelas yang kurang adalah peta itu sendiri. Mari kita selesaikan!

  • Klik tombol Add New Map:

image

Setelah mengaktifkan alat bantu ini, anda dapat menempatkan sebuah peta pada halaman tata letak.

  • Klik dan geser sebuah kotak pada halaman kosong:

image

Peta akan muncul pada halaman tersebut.

  • Pindahkan peta dengan mengklik dan menggesernya:

image

  • Ubah ukurannya dengan mengklik dan menggeser kotak di bagian sudut:

image

Catatan: Tentu saja peta anda mungkin tampak jauh berbeda. Ini tergantung pada pengaturan proyek anda. Tetapi jangan khawatir! Langkah-langkah ini bersifat umum sehingga tetap dapat diterapkan terlepas dari penampilan peta itu sendiri.

  • Pastikan anda menyisakan batas margin di sepanjang tepian peta dan memberi ruang di bagian atas untuk memasukkan judul:

image

  • Perbesar dan perkecil tampilan halaman (tapi bukan pada petanya!) dengan menggunakan tombol-tombol ini:

image

  • Perbesar dan geser peta pada jendela utama QGIS. Anda juga dapat menggeser peta dengan menggunakan alat bantu Move item content:

image

Pada saat melakukan pembesaran, tampilan peta tidak akan memperbarui diri secara otomatis. Hal ini dilakukan agar waktu anda tidak terbuang untuk memuat ulang peta sementara anda melakukan pembesaran pada halaman yang diinginkan. Namun akibatnya jika anda memperbesar atau memperkecilnya, peta tersebut akan berada pada resolusi yang salah dan akan terlihat jelek atau tidak terbaca.

  • Perbarui tampilan peta dengan mengklik tombol ini:

image

Ingatlah bahwa ukuran dan posisi peta yang anda tentukan disini tidak harus final. Anda selalu dapat kembali dan mengubahnya lagi jika perlu. Sekarang, anda perlu memastikan bahwa anda telah menyimpan perubahan pada peta ini. Karena Composer pada QGIS merupakan bagian dari file peta utama, anda perlu melakukan penyimpanan pada proyek utama. Buka jendela utama QGIS (yang menampilkan Layers list dan elemen lain yang anda gunakan sebelumnya) dan simpan proyek anda seperti biasa.

image Ikuti Bersama: Menambahkan Judul

Sekarang peta anda sudah terlihat bagus pada halaman tersebut, tetapi pembaca belum mengetahui apa-apa mengenai peta ini. Mereka membutuhkan suatu konteks, yang akan anda sediakan dengan menambahkan elemen-elemen peta. Pertama-tama, mari kita tambahkan judul.

  • Klik tombol ini:

image

  • Klik pada peta sehingga muncul sebuah label:

image

  • Ubah ukurannya dan tempatkan pada bagian atas halaman. Label tersebut bisa diubah ukurannya dan dipindah dengan cara yang sama seperti anda mengubah ukuran dan memindahkan petanya.

image

Namun jika anda mencobanya, anda akan melihat bahwa cukup sulit untuk menempatkan label tepat di bagian tengah peta! Untungnya ada alat bantu yang dapat melakukannya.

  • Klik pada peta untuk memilihnya.
  • Tahan tombol shift pada keyboard anda dan klik pada label.
  • Cari alat bantu ini (tetapi jangan diklik dulu):

image

  • Klik tanda panah ke bawah di samping tombol tersebut.
  • Klik Align center:

image

Untuk memastikan agar anda tidak memindahkan elemen-elemen ini secara tidak sengaja setelah anda menempatkannya:

  • Klik kanan pada peta dan label.

Sebuah ikon kecil berbentuk kunci akan muncul di bagian sudut yang memberitahu anda bahwa elemen tersebut tidak dapat dipindahkan. Anda selalu dapat mengklik kanan pada elemen tersebut untuk membuka kuncinya.

Kini labelnya telah ditempatkan di tengah peta, tetapi isinya belum. Untuk menempatkan isi label di bagian tengah:

  • Klik label untuk memilihnya.
  • Klik tab Item pada panel di samping jendela Composer.
  • Ubah teks label menjadi Bandung:

image

  • Gunakan antarmuka berikut ini untuk mengubah pengaturan pilihan huruf dan perataan teks:

image

  • Pilih huruf yang besar namun tetap dapat dibaca (contoh ini menggunakan huruf default dengan ukuran 36) dan biarkan warnanya.

Bahkan mungkin akan lebih baik untuk membiarkannya berwarna hitam seperti aslinya. Kuncinya adalah mengatur huruf agar tidak memecah perhatian sehingga pembaca yang melihatnya tidak terpaku pada judul dan mengabaikan petanya!

  • Atur Horizontal Alignment menjadi Center sehingga judul berada di tengah label.

image

Kita sudah mencapai kemajuan yang baik, tetapi label ini masih memiliki bingkai yang tidak perlu:

image

Mari kita hilangkan.

  • Klik panel geser General options di bagian bawah tab Item. Panel geser Label akan bergerak menjauh dan anda akan melihat antarmuka baru.
  • Klik kotak centang Show frame untuk menghilangkan bingkai:

image

Berikut tampilan peta kita saat ini:

image

image Ikuti Bersama: Menambahkan Legenda

Pembaca peta juga harus dapat memahami arti dari berbagai hal yang ditampilkan pada peta. Dalam beberapa kasus, seperti nama tempat, hal ini cukup jelas. Dalam kasus yang lain, artinya cukup sulit untuk ditebak; misalnya warna-warna pada area pertanian. Mari kita tambahkan legenda yang baru.

  • Klik tombol ini:

image

  • Klik pada halaman untuk menempatkan legenda dan pindahkan ke tempat yang anda inginkan:

image

Pada contoh ini, legendanya terlalu besar. Sekarang kita akan belajar untuk menyesuaikan legenda.

image Ikuti Bersama: Menyesuaikan Item Legenda

Tidak semuanya pada legenda perlu ditampilkan sehingga kita perlu menghilangkan beberapa yang tidak penting.

  • Pada tab Item, klik panel geser Legend items .
  • Pilih places.
  • Hapus dari legenda dengan mengklik tombol minus:

image

  • Hapus item lain yang menurut anda tidak perlu.

Anda juga dapat mengubah nama item.

  • Pilih sebuah layer dari daftar yang sama.
  • Klik tombol Edit:

image

  • Ubah nama layer tersebut menjadi Roads and Streets, Water ways, dan Land cover.
  • Klik tanda panah ke bawah di samping item manapun yang memiliki beberapa kelas untuk mengubah nama-nama kelasnya (dengan metode yang sama seperti di atas).
  • Hapus layer yang tidak perlu (misalnya area tutupan lahan yang

tidak ditampilkan pada peta).

Ini adalah hasil di dalam contoh. Kami telah memindahkan legenda ke bagian sisi peta dan menggabungkan judul dengan peta.

image

image Ikuti Bersama: Mengekspor Peta Anda

Catatan: Apakah anda ingat untuk sering menyimpan hasil kerja anda?

Akhirnya peta ini siap untuk diekspor! Anda akan melihat tombol ekspor di dekat sudut kiri atas jendela Composer:

image

Tombol di sebelah kanan adalah tombol Print yang menyediakan antarmuka dengan printer. Karena pilihan pencetakan akan bervariasi tergantung dari jenis printer yang anda gunakan, mungkin lebih baik untuk merujuk pada panduan printer atau panduan umum pencetakan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai topik ini.

Ketiga tombol lainnya memungkinkan anda untuk mengekspor halaman peta menjadi sebuah file. Ada tiga format ekspor yang dapat anda pilih:

  • Export as Image (Ekspor menjadi gambar)
  • Export as PDF (Ekspor menjadi PDF)
  • Export as SVG (Ekspor menjadi SVG)

Ekspor menjadi gambar akan menampilkan pilihan berbagai format gambar yang biasa digunakan. Ini mungkin pilihan yang paling sederhana, tetapi gambar yang dihasilkan akan sulit untuk disunting.

Dua pilihan yang lain lebih umum digunakan.

Jika anda hendak mengirim peta kepada seorang kartografer (yang mungkin ingin menyunting peta tersebut untuk publikasi), pilihan terbaik adalah mengekspor peta tersebut menjadi sebuah file SVG. SVG merupakan kependekan dari Scalable Vector Graphic yang dapat diimpor ke dalam berbagai perangkat lunak seperti Inkscape atau program penyunting vektor lainnya.

Jika anda ingin mengirim peta kepada seorang klien, format yang paling umum digunakan adalah PDF karena mudah disesuaikan untuk keperluan pencetakan. Beberapa kartografer juga mungkin lebih menyukai PDF, jika mempunyai program untuk mengimpor dan menyunting format ini.

Kali ini kita akan menggunakan format PDF.

  • Klik tombol Export as PDF:

image

  • Tentukan lokasi penyimpanan dan nama file seperti biasa.
  • Klik Save.

Kesimpulan

  • Tutup jendela Composer.
  • Simpan peta Anda.
  • Cari file PDF hasil ekspor dengan menggunakan manager file pada sistem operasi anda.
  • Buka file tersebut.
  • Periksa hasilnya.

Selamat karena telah menyelesaikan proyek peta QGIS pertama anda!

Apa Selanjutnya?

Pada halaman selanjutnya, anda akan diberi sebuah tugas untuk diselesaikan. Tugas ini memungkinkan anda untuk mempraktekkan teknik yang telah di pelajari sejauh ini.

Tugas 1

[mapcomposer/day1assignment::doc] Buka projek peta anda sebelumnya dan perbaiki seperlunya. Jika anda melihat ada kesalahan kecil atau sesuatu yang belum anda perbaiki sebelumnya, lakukan sekarang.

Apabila anda mengikuti pelatihan ini pada level Dasar atau Menengah, cobalah untuk memahami dan mengimplementasikan teknik-teknik yang diberikan pada level yang lebih tinggi.

Sembari memodifikasi peta, selalu buat pertanyaan untuk diri anda. Apakah peta ini mudah dibaca dan dipahami oleh seseorang yang tidak mengetahui datanya? Jika saya melihat peta ini di Internet, pada sebuah poster atau majalah, apakah peta ini akan menarik perhatian saya? Apakah saya ingin melihatnya jika peta ini bukan milik saya?

Apabila anda mengikuti pelatihan ini pada tingkat image Dasar atau image Menengah, bacalah materi mengenai teknik-teknik pada tingkatan yang lebih lanjut. Jika ada sesuatu yang ingin anda coba terapkan pada peta, kenapa tidak mencobanya?

Jika pelatihan ini diberikan kepada anda, penyelenggara latihan mungkin akan meminta anda untuk menyerahkan versi akhir dari peta anda dalam format PDF untuk dievaluasi. Jika anda mengerjakan latihan ini secara mandiri, anda disarankan untuk mengevaluasi peta yang anda buat berdasarkan kriteria yang sama. Peta anda akan dievaluasi berdasarkan tampilan dan simbologi secara keseluruhan, serta penampilan dan tata letak halaman dan elemen peta. Perlu diingat bahwa penekanan pada evaluasi tampilan peta adalah adalah kemudahan penggunaannya. Semakin menarik peta tersebut untuk dilihat, dan semakin mudah dipahami dalam sekilas, akan semakin baik.

Selamat bekerja! :)

Kesimpulan

Keempat modul pertama telah menunjukkan kepada Anda bagaimana membuat dan mengubah style pada sebuah peta vektor. Pada empat modul berikutnya, anda akan mempelajari bagaimana menggunakan QGIS dalam melakukan analisis SIG (Sistem Informasi Geografis) lengkap. Ini akan mencakup pembuatan dan penyuntingan data vektor; analisis data vektor; penggunaan dan analisis data raster; dan penggunaan SIG untuk memecahkan suatu permasalahan dari awal hingga akhir dengan menggunakan sumber data raster dan vektor.

Modul: Membuat Data Vektor

[createvectordata/index:mod-creating-vector-data] Membuat peta dengan data yang sudah ada hanyalah permulaan saja. Pada modul ini, anda akan mempelajari bagaimana memodifikasi data vektor yang sudah tersedia dan membuat set data yang sama sekali baru.

Pelajaran: Membuat Set Data Vektor Baru

[createvectordata/createnewvector:ls-creating-a-new-vector-dataset] Data yang anda gunakan harus diperoleh dari suatu tempat. Untuk aplikasi yang paling umum, data mungkin sudah tersedia; namun, untuk aplikasi khusus atau proyek yang bersifat spesifik, kemungkinan besar tidak ada data yang tersedia. Dalam kasus ini, anda harus membuat data sendiri.

Tujuan dari pelajaran ini: Membuat set data vektor baru.

image Ikuti bersama: Kotak Dialog Pembuatan Layer

Sebelum dapat menambahkan data vektor baru, anda membutuhkan set data vektor untuk menampungnya. Dalam kasus ini, anda akan mulai dengan membuat data yang sama sekali baru ketimbang menyunting set data yang sudah ada. Oleh karena itu, pertama-tama anda perlu mendefinisikan set data yang baru.

Anda perlu membuka kotak dialog New Vector Layer untuk membuat layer baru.

  • Cari dan klik menu Layer \rightarrow New \rightarrow New Shapefile Layer.

Anda akan melihat kotak dialog berikut ini:

image

Pada tahap ini anda perlu menentukan jenis set data apa yang ingin dibuat. Masing-masing jenis layer vektor dibangun secara berbeda di latar belakang sehingga anda tidak dapat mengubah jenisnya setelah layer tersebut dibuat.

Untuk latihan berikutnya, kita akan membuat fitur-fitur baru yang mendeskripsikan daerah. Untuk fitur semacam ini, anda perlu membuat sebuah set data polygon.

  • Klik tombol Polygon:

image

Ini tidak akan berpengaruh terhadap sisa pilihan dalam kotak dialog tersebut, tetapi akan memastikan penggunaan jenis geometri yang tepat pada saat pembuatan set data vektor.

Kolom berikutnya memungkinkan anda untuk menentukan Sistem Referensi Koordinat (CRS). Sebuah CRS menentukan bagaimana mendeskripsikan suatu titik di permukaan Bumi dalam hal koordinat. Karena terdapat banyak cara untuk melakukan hal ini, maka terdapat berbagai jenis CRS yang berbeda. CRS yang digunakan dalam proyek ini adalah WGS84, sehingga pengaturannya sudah benar:

image

Berikutnya, terdapat sekumpulan kolom yang dikelompokkan dalam New attribute. Secara default, layer baru hanya memiliki atribut pada kolom id (yang dapat anda lihat pada Attributes list) di bawah ini. Akan tetapi, agar data yang anda buat menjadi berguna, anda perlu mendeskripsikan fitur-fitur yang akan anda buat pada layer baru ini. Untuk tujuan ini, kita cukup menambahkan satu kolom yang diberi nama name.

  • Replikasi pengaturan berikut ini, kemudian klik tombol Add to attributes list:

image

  • Periksa apakah kotak dialog anda terlihat seperti ini:

image

  • Klik OK. Kotak dialog penyimpanan akan muncul.
  • Buka direktori exercise_data.
  • Simpan layer baru anda sebagai university_property.shp.

Layer baru akan muncul pada Layers list.

image Ikuti bersama: Sumber data

Pada saat membuat data baru, data tersebut harus menyangkut objek yang benar-benar ada di permukaan bumi. Oleh karena itu, anda perlu mendapatkan informasi mengenai objek tersebut dari suatu tempat.

Ada banyak cara untuk memperoleh data mengenai suatu objek. Misalnya, anda dapat menggunakan GPS untuk merekam koordinat titik-titik di permukaan bumi untuk diimpor ke dalam QGIS. Atau anda dapat melakukan survei dengan teodolit dan memasukkan koordinat secara manual untuk membuat fitur baru. Anda juga dapat menggunakan proses digitasi untuk menelusuri objek melalui data penginderaan jarak jauh, misalnya pencitraan satelit atau fotografi udara.

Pada contoh ini, anda akan menggunakan pendekatan digitasi. Sampel set data raster telah disediakan, jadi anda hanya perlu mengimpor mereka seperlunya.

  • Klik tombol Add Raster Layer:

image

  • Buka exercise_data/raster/.
  • Pilih file 3420C_2010_327_RGB_LATLNG.tif.
  • Klik Open. Sebuah gambar akan dimuat ke dalam peta anda.
  • Cari gambar baru tersebut pada Layers list.

image

Anda akan mendigitasi tiga kolom berikut ini:

image

  • Sembunyikan semua layer kecuali layer raster dan university_property.

Untuk memulai digitasi, anda harus masuk ke modus penyuntingan. Perangkat lunak GIS umumnya mengharuskan langkah ini untuk mencegah kesalahan dalam penyuntingan atau penghapusan data penting. Modus penyuntingan diaktifkan atau dimatikan secara individual pada masing-masing layer.

Untuk masuk ke modus penyuntingan pada layer school_property:

  • Klik kanan pada layer di dalam Layer list untuk memilihnya. (Pastikan anda telah memilih layer yang benar agar anda tidak menyunting layer yang salah.)
  • Klik tombol Toggle Editing.

image

Jika anda tidak dapat menemukan tombol ini, periksa apakah toolbar Digitizing sudah aktif. Seharusnya terdapat tanda centang di sebelah menu View \rightarrow Toolbars \rightarrow Digitizing.

Setelah memasuki modus penyuntingan, anda akan melihat bahwa alat bantu digitasi telah aktif:

image

Keterangan gambar dari kiri ke kanan:

  • Toggle Edit: Mengaktifkan/menonaktifkan modus penyuntingan.
  • Save Edits: Menyimpan perubahan pada layer.
  • Add Feature: Memulai digitasi sebuah fitur baru.
  • Move Feature(s): Memindahkan keseluruhan fitur.
  • Node Tool: Memindahkan satu bagian dari sebuah fitur.
  • Delete Selected: Menghapus fitur yang di pilih (hanya aktif jika ada fitur yang dipilih).
  • Cut Features: Memotong fitur yang dipilih (hanya aktif jika ada fitur yang dipilih).
  • Copy Features: Menyalin fitur yang dipilih (hanya aktif jika ada fitur yang dipilih).
  • Paste Features: Menyisipkan kembali fitur yang dipotong atau disalin ke dalam peta (hanya aktif jika ada fitur yang telah dipotong atau disalin).

Anda ingin menambah fitur baru.

  • Klik tombol Add Feature untuk segera memulai digitasi!

Anda akan melihat bahwa kursor tetikus anda telah berubah menjadi tanda benang silang. Ini memungkinkan anda untuk menempatkan titik yang ingin didigitasi dengan lebih akurat. Ingatlah ketika menggunakan alat bantu digitasi, anda dapat memperbesar dan memperkecil tampilan peta dengan menggulirkan roda tetikus; anda juga dapat melihat seluruh bagian peta dengan menahan roda tetikus dan menggesernya.

Fitur pertama yang akan anda digitasi adalah lapangan tenis:

image

  • Mulai digitasi dengan mengklik sebuah titik di sepanjang tepi lapangan.
  • Tempatkan lebih banyak titik dengan mengklik di sepanjang tepinya hingga bentuk yang anda buat sepenuhnya melingkupi lapangan tersebut.
  • Untuk menempatkan titik terakhir, klik kanan di manapun anda inginkan. Ini akan melengkapi fitur dan membuka kotak dialog Attributes.
  • Masukkan nilai – nilai berikut ini:

image

  • Klik OK dan anda telah membuat fitur baru!

Ingatlah jika anda membuat kesalahan ketika mendigitasi fitur, anda selalu dapat menyuntingnya kembali setelah selesai. Jika anda membuat kesalahan, lanjutkan digitasi sampai anda selesai membuat fitur seperti di atas. Kemudian:

  • Pilih fitur dengan alat bantu Select Single Feature:

image

Anda dapat menggunakan:

  • Alat bantu Move Feature(s) untuk memindahkan seluruh fitur,
  • Node Tool untuk memindahkan satu titik yang mungkin salah anda tempatkan,
  • Delete Selected untuk menghapus seluruh fitur sehingga anda dapat mencoba lagi, dan
  • Item menu Edit \rightarrow Undo atau ctrl + z untuk membatalkan langkah terakhir anda.

image Coba sendiri:

  • Digitasi lapangan atletik dan kolam renang. Gunakan gambar ini untuk membantu anda:

image

Ingat bahwa setiap fitur baru harus memiliki nilai id yang unik.

Catatan: Setelah selesai menambahkan fitur pada sebuah layer, jangan lupa untuk menyimpan hasilnya dan keluar dari modus penyuntingan.

[createvectordata/createnewvector:backlink-create-vector-digitize-1]

Kesimpulan

Pelajaran ini telah menunjukkan kepada anda bagaimana membuat fitur baru pada sebuah set data. Pelatihan ini tidak mencakup penambahan fitur titik yang tidak begitu diperlukan karena anda telah belajar bekerja dengan fitur-fitur yang lebih rumit (garis dan poligon). Penambahan fitur titik dilakukan dengan cara yang sama, tetapi anda hanya perlu mengklik sekali pada tempat yang diinginkan; kemudian berikan atribut seperti biasa untuk menyelesaikan pembuatan fitur.

Mengetahui cara melakukan digitasi adalah hal yang penting karena merupakan kegiatan yang sangat umum dalam program SIG (Sistem Informasi Geografis).

Apa Selanjutnya?

Setelah diperkenalkan dengan pembuatan data vektor, anda dapat mempelajari cara menganalisis data tersebut untuk memecahkan masalah. Ini merupakan topik dari modul selanjutnya.

Modul: Analisis Vektor

[vectoranalysis/index::doc] Setelah anda menyunting beberapa fitur, anda pasti ingin tahu apa lagi yang bisa dilakukan dengan fitur tersebut. Fitur dengan atribut merupakan hal yang bagus, namun tidak dapat sepenuhnya memberikan informasi yang tidak dapat disampaikan oleh peta non-SIG biasa.

Kelebihan utama dari SIG adalah: SIG dapat menjawab pertanyaan.

Dalam tiga modul selanjutnya, kita akan membahas fungsi-fungsi SIG yang dapat anda gunakan untuk menjawab pertanyaan riset yang mungkin menyerupai tugas-tugas yang anda kerjakan. Ini mencakup:

  • Memproyeksikan layer sesuai dengan kebutuhan
  • menggunakan Structured Query Language (SQL) untuk mencari data tertentu
  • membuat penyangga (buffer)
  • menemukan data yang tercantum pada lebih dari satu layer dengan menggunakan alat bantu Intersect
  • menemukan data dengan menggunakan alat bantu Select by location

Pelajaran: Memproyeksikan Kembali dan Mentransformasikan data

[vectoranalysis/reprojecttransform:ls-reprojecting-and-transforming-data] Mari kita bahas kembali mengenai Sistem Koordinat Referensi (CRS). Kita telah menyinggung hal ini secara singkat sebelumnya, tetapi belum membahas artinya secara praktis.

Tujuan dari pelajaran ini: Memproyeksikan kembali dan mentransformasikan set data vektor.

image Ikuti Bersama: Proyeksi

CRS dari semua data dan peta dalam latihan ini disebut sebagai WGS84. WGS84 adalah Sistem Koordinat Geografis (GCS) yang sangat umum digunakan dalam penyajian data. Namun ada satu masalah yang akan segera kita lihat.

  • Simpan peta anda.
  • Kemudian buka peta dunia yang dapat anda temukan di exercise_data/world/world.qgs.
  • Perbesar peta Indonesia dengan menggunakan Zoom In.
  • Cobalah mengatur skala dalam kolom Scale yang berada di bagian bawah Status Bar. Untuk Indonesia, atur nilai ini menjadi 1:5000000 (satu banding lima puluh juta).
  • Perhatikan seluruh bagian peta sambil tetap memperhatikan kolom Scale.

Apakah skalanya berubah? Hal ini terjadi karena anda berpindah dari satu titik yang diperbesar ke skala 1:5000000 di tengah layar. Di sekeliling titik itu, skalanya berbeda.

Untuk memahami alasannya, bayangkan bentuk Bumi yang bulat. Bumi mempunyai garis melintang yang memanjang dari Utara ke Selatan. Garis-garis bujur ini terpisah jauh di khatulistiwa, tapi mereka bertemu di kutub.

Dalam GCS, anda bekerja dengan bentuk bumi yang bulat tetapi layar anda datar. Ketika anda mencoba menampilkan sebuah bola pada permukaan yang datar, maka akan terjadi distorsi; seperti ketika anda membelah bola tenis dan mencoba untuk meratakannya. Ini berarti garis bujur akan tetap berjauhan satu sama lain pada sebuah peta, bahkan di kutub (dimana mereka seharusnya bertemu). Artinya, jika anda menjauhi khatulistiwa pada peta maka skala dari objek yang anda lihat akan semakin bertambah besar. Dengan kata lain, secara praktis tidak ada skala konstan pada peta kita!

Untuk mengatasi hal ini, mari kita gunakan Sistem Koordinat Proyeksi (PCS) sebagai gantinya. PCS memproyeksikan atau mengkonversikan data sedemikian rupa sehingga dapat menyediakan ruang untuk perubahan skala dan memperbaikinya. Oleh karena itu, untuk menjaga skala tetap konstan, kita harus memproyeksikan kembali data yang ada dengan menggunakan PCS.

image Ikuti Bersama: Proyeksi ulang On the Fly

QGIS memungkinkan anda untuk memproyeksikan ulang data secara On the Fly. Artinya, walaupun data memiliki CRS yang berbeda, QGIS tetap dapat memproyeksikannya seolah-olah data tersebut berada dalam CRS pilihan Anda.

  • Untuk mengaktifkan proyeksi On the Fly, klik tombol CRS Status pada Status Bar di bagian bawah jendela QGIS:

image

  • Pada kotak dialog yang muncul, berilah tanda centang di kotak pilihan Enable ‘on the fly’ CRS transformation.
  • Ketikkan kata global ke dalam kolom Filter. Satu CRS (NSIDC EASE-Grid Global) akan muncul dalam daftar.
  • Klik CRS tersebut untuk memilihnya, kemudian klik OK.
  • Perhatikan perubahan bentuk wilayah Indonesia. Semua proyeksi bekerja dengan mengubah bentuk tampilan obyek di permukaan bumi.
  • Perbesar hingga skala 1:5000000 seperti sebelumnya.
  • Perhatikan seluruh bagian peta.
  • Perhatikan bagaimana skalanya tetap sama!

Proyeksi ulang On the Fly juga digunakan untuk menggabungkan set data dengan CRS yang berbeda.

  • Matikan proyeksi On the Fly:
    • Klik kembali tombol CRS Status.
    • Hilangkan tanda centang pada kotak Enable ‘on the fly’ CRS transformation.
    • Klik OK.
  • Tambahkan satu layer vektor pada peta anda yang hanya berisi data Indonesia saja. Anda dapat menemukannya pada direktori exercise_data/world/Indonesia_regions_32750.shp.

Apa yang anda perhatikan?

Layer tersebut tidak terlihat! Tetapi mudah untuk memperbaikinya, bukan?

  • Klik kanan pada layer di dalam Layers List.
  • Pilih Zoom to Layer Extent.

Sekarang kita dapat melihat Indonesia ... tetapi mengapa bagian dunia yang lain tidak terlihat?

Ternyata kita dapat memperbesar tampilan kedua layer tersebut, tetapi kita tidak bisa melihat keduanya secara bersamaan. Penyebabnya adalah Sistem Koordinat Referensi yang berbeda. Set data continents memiliki satuan derajat, tetapi set data Indonesia_regions_32750 berada dalam satuan meter. Jadi, katakanlah sebuah titik di Jakarta dalam set data Indonesia_regions_32750 berjarak sekitar 620 000 meter dari khatulistiwa. Namun, pada Set data continents, titik yang sama terletak sekitar 6,3 derajat dari katulistiwa.

Kedua jarak tersebut adalah sama - tapi QGIS tidak tahu itu! Anda belum memproyeksikan ulang kedua data tersebut. Pada versi Indonesia yang kita lihat dalam set data Indonesia_regions_32750, Jakarta berjarak 620 000 meter dari khatulistiwa. Namun dalam Set data continents, Jakarta hanya berjarak 6,3 meter dari khatulistiwa! Kini anda dapat melihat permasalahannya.

QGIS tidak tahu di mana Jakarta seharusnya berada - datalah yang harus menentukannya. Jika data memberitahu QGIS bahwa Jakarta berada 6,3 meter dari garis khatulistiwa dan Indonesia hanya berukuran 12 meter dari utara ke selatan, maka itulah yang akan ditampilkan QGIS.

Untuk memperbaiki masalah ini:

  • Aktifkan kembali Enable ‘on the fly’ CRS transformation seperti sebelumnya.
  • Perbesar tampilan set data Indonesia_regions_32750.

Sekarang, karena telah diproyeksikan dengan CRS yang sama, kedua set data tersebut cocok satu sama lain:

image

Ketika menggabungkan data dari sumber yang berbeda, penting untuk mengingat bahwa mereka mungkin tidak menggunakan CRS yang sama. Proyeksi ulang On the Fly dapat membantu anda untuk menampilkan mereka bersama-sama.

image Ikuti Bersama: Menyimpan Set Data ke Bentuk CRS Lain

Kita telah melihat bagaimana metode On the Fly dapat membuat layer-layer dengan proyeksi yang berbeda dapat ditampilkan pada peta yang sama. Tetapi bagaimana kita dapat memproyeksikan ulang layer-layer tersebut sehingga memiliki proyeksi yang sama?

Untuk dapat memproyeksi ulang data itu sendiri, anda harus mengekspornya ke file baru dengan menggunakan proyeksi baru.

Layer Indonesian_regions_32750 diproyeksikan dengan CRS WGS 84 / UTM zona 50S yang sesuai untuk sebagian besar wilayah Indonesia. Yang akan kita lakukan sekarang adalah memproyeksi ulang layer ini sehingga sama dengan layer continents.

  • Klik kanan pada Indonesian_regions_32750.
  • Klik Save as.
  • Akan muncul kotak dialog Save vector layer as....
  • Klik tombol Browse di sebelah kolom Save as.
  • Buka folder exercise_data/ dan temukan file baru anda Indonesia_regions_WGS84.shp.
  • Jangan ubah Encoding yang sudah ada.
  • Ubah nilai Layer CRS pada menu yang muncul menjadi Selected CRS.
  • Klik tombol Browse di bagian bawah menu yang muncul.
  • Kotak dialog CRS Selector akan muncul.
  • Cari 33S pada kolom Filter.
  • Pilih WGS 84 EPSG:4326 dari daftar.
  • Klik OK.

Kotak dialog Save vector layer as... akan tampak seperti berikut ini:

image

  • Klik OK dan tidak lama kemudian akan muncul:

image

  • Klik OK.

Kini kedua layer memiliki proyeksi yang sama dan ditampilkan dengan benar tanpa harus menggunakan fitur On the fly.

Kedua layer sekarang diproyeksikan dalam derajat. Jika anda ingin mengukur jarak dengan satuan panjang seperti meter atau kilometer, anda harus menyesuaikan kembali proyeksi layer-layer tersebut dengan PCS yang berbeda.

Catatan: Penting untuk diingat bahwa untuk memproyeksi ulang sebuah layer, anda harus menyimpannya terlebih dulu sebagai layer baru dengan proyeksi yang baru pula. Tidak ada cara lain untuk mengubah proyeksi sebuah layer dengan benar.

Kesimpulan

Proyeksi yang berbeda berguna untuk tujuan yang berbeda pula. Dengan memilih proyeksi yang tepat, anda dapat memastikan fitur pada peta akan tersaji dengan akurat.

Bacaan lebih lanjut

Informasi lebih lanjut tentang Sistem Koordinat Referensi dapat dilihat di sini[8].

Apa Selanjutnya?

Pada pelajaran selanjutnya, anda akan belajar bagaimana menganalisis data vektor menggunakan berbagai alat bantu analisis vektor yang dimiliki QGIS.

Pelajaran: Analisis Vektor

[vectoranalysis/basicanalysis:ls-vector-analysis] Data vektor dapat dianalisis untuk mengungkapkan bagaimana fitur-fitur yang berbeda saling berinteraksi satu sama lain dalam satuan ruang. Terdapat berbagai fungsi analisis dalam GIS (SIG - Sistem Informasi Geografis), sehingga kita tidak akan membahas semuanya. Sebaliknya, kita akan melihat alat bantu apa saja yang dimiliki QGIS untuk membantu menyelesaikan permasalahan nyata yang mungkin anda hadapi.

Catatan: Pada bagian ini, kita akan menggunakan data dan latihan yang diambil dari Afrika Selatan. Pada Bab 9 Menggunakan QGIS dalam bidang kesehatan hewan, anda akan mendapat kesempatan untuk menggunakan SIG dalam latihan kesehatan hewan yang spesifik dengan menggunakan data Indonesia dari iSIKHNAS.

Tujuan dari pelajaran ini: Mengajukan pertanyaan dan memecahkannya dengan menggunakan alat bantu analisis.

image Proses SIG

Sebelum kita mulai, akan sangat bermanfaat untuk memberikan gambaran singkat mengenai proses yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah SIG. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan Permasalahan
  2. Mendapatkan Data
  3. menganalisis Permasalahan
  4. Menyajikan Hasil

image Permasalahan

Kita mulai proses ini dengan menetapkan suatu permasalahan yang ingin dipecahkan. Katakanlah anda adalah seorang pengembang properti yang ingin membeli lahan pertanian untuk membangun perumahan baru bagi orang-orang yang ingin pindah dari Cape Town dan Johannesburg. Anda telah melakukan sejumlah riset pasar dan berhasil menyusun persyaratan berikut ini yang harus dipenuhi oleh lahan pertanian tersebut:

  1. Harus berlokasi di Swellendam.
  2. Anda tidak perlu lagi membangun akses jalan yang panjang (jarak maksimum 500 meter) dan lokasi harus mudah diakses dari jalan utama.
  3. Orang-orang yang menjadi target pasar anda kemungkinan besar memiliki anak, sehingga lokasi harus berada dalam jarak yang wajar (dengan mobil) dari sekolah.
  4. Luas lahan antara 100 dan 150 hektar.

image Data

Untuk menjawab semua pertanyaan ini, kita akan membutuhkan data sebagai berikut:

  1. Lahan pertanian yang akan kita pilih.
  2. Jalan-jalan yang melalui lahan petanian ini.
  3. Lokasi sekolah.

Dalam latihan ini, semua data tersebut sudah disediakan. Namun, di dunia nyata, anda mungkin harus mencari sumber informasi untuk memperoleh data-data tersebut.

image Ikuti Bersama: Membuat Proyek

Setelah kita mengetahui apa yang perlu dilakukan, mari kita mulai!

  • Buat proyek QGIS baru.
  • Mulai dengan menambahkan layer-layer baru. Semua layer ini dapat ditemukan di folder exercise_data/projected_data.
  • Tambahkan layer schools_33S, roads_33S dan farms_33S.

File-file ini menggunakan Sistem Koordinat Proyeksi, yang diperlukan dalam analisis ini, untuk alasan yang telah kita bahas pada pelajaran sebelumnya. (Kita ingin menghitung jarak dalam meter dan luas dalam hektar, bukan dalam derajat.)

Lakukan langkah-langkah berikut ini setelah semua layer tersebut berada pada :guilabel:`Layers list`anda:

  • Ubah nama layer dengan mengklik kanan pada layer tersebut dan memilih pilihan Rename.
  • Beri nama baru roads, schools, dan farms yang lebih sederhana pada layer-layer tersebut.
  • Simpan peta anda sebagai analysis.qgs di dalam exercise_data.
  • Dengan menggunakan manajer file pada sistem operasi anda, buatlah folder baru di dalam exercise_data dan beri nama residential_development. Anda akan menyimpan set data yang dihasilkan oleh fungsi analisis pada folder ini.

Setelah memperoleh data tersebut, mari kita analisis permasalahannya!

image Ikuti Bersama: Menganalisis Permasalahan: Lahan Pertanian di Swellendam

Kriteria pertama yang kita miliki mengharuskan lahan pertanian berada di Swellendam. Jadi mari kita minta QGIS untuk hanya menampilkan lahan pertanian yang berada di Swellendam.

  • Klik kanan pada layer farms yang berada di dalam Layers list.
  • Pilih Query.... Ini akan membuka kotak dialog baru Query Builder.
  • Geser ke bawah daftar Fields di sebelah kiri kotak dialog ini sampai anda melihat kolom TOWN.
  • Klik satu kali.
  • Klik tombol All di bawah daftar Values:

image

Sekarang kita perlu meminta QGIS untuk menampilkan lahan pertanian yang memiliki nilai TOWN sama dengan Swellendam.

  • Klik ganda pada kata TOWN dalam daftar Fields.
  • Perhatikan apa yang terjadi pada kolom SQL where clause seperti tampak berikut ini:

image

Muncul kata TOWN! Untuk membuat query selanjutnya:

  • Klik tombol = (pada Operators).
  • Klik ganda pada nilai Swellendam dalam daftar Values.

Permintaan data anda akan tampak seperti berikut ini:

image

Dan layer farms anda akan terlihat seperti ini:

image

Untuk analisis lebih lanjut, akan lebih baik jika kita memisahkan lahan-lahan pertanian ini ke dalam layer yang terpisah.

  • Klik kanan pada layer farms dan klik Save As....
  • Klik tombol Browse yang terletak di samping kolom Save as pada kotak dialog yang muncul.
  • Simpan layer pada folder exercise_data/residential_development/ dengan nama swellendam_farms.shp.
  • Periksa kotak Add saved file to map pada kotak dialog Save vector layer as....
  • Klik OK. Akan muncul pesan Export to vector file has been completed.
  • Klik OK.

Sekarang kita memiliki dua layer farms, tetapi kita hanya membutuhkan layer yang baru saja kita buat.

  • Klik kanan pada layer farms yang lama dan hapus layer tersebut.

image Coba Sendiri: Mencari jalan-jalan yang penting

[vectoranalysis/basicanalysis:backlink-vector-analysis-basic-1] Kita memiliki masalah yang serupa dengan jalan; satu-satu jenis jalan yang akan kita sertakan adalah jalan utama.

  • Buatlah query untuk layer roads seperti yang anda lakukan pada layer farms. Anda hanya menginginkan jenis jalan primary, secondary, tertiary, dan trunk; oleh karena itu, anda perlu membuat permintaan data sebagai berikut:

    TYPE = ’primary’ OR TYPE = ’secondary’ OR TYPE = ’tertiary’ OR TYPE = ’trunk’

Anda dapat menggunakan pendekatan di atas, dengan mengklik ganda nilai-nilai yang diinginkan dan mengklik tombol, atau anda dapat menyalin dan menyisipkan perintah tersebut.

image Coba Sendiri: Mencari Sekolah Menengah

Calon pembeli kemungkinan besar ingin mengirim anak mereka ke sekolah menengah.

  • Gunakan pendekatan yang sama seperti sebelumnya dan buat permintaan data berikut ini untuk layer schools:

    has_high_s = ’y’

Seharusnya hanya akan tersisa 3 dari 4 sekolah yang ada.

  • Simpan layer hasilnya pada folder exercise_data/residential_development/ dengan nama high_schools.shp.

image Ikuti Bersama: Menganalisis Permasalahan: Jarak Dari Sekolah dan Jalan

QGIS memungkinkan anda untuk menghitung jarak dari setiap obyek vektor.

  • Pastikan hanya layer important_roads dan swellendam_farms yang ditampilkan untuk menyederhanakan peta saat Anda sedang bekerja.
  • Klik alat bantu Vector \rightarrow Geoprocessing Tools \rightarrow Buffer(s):

image

Ini akan membuka sebuah kotak dialog baru.

  • Lakukan pengaturan sebagai berikut:

image

Buffer distance dinyatakan dalam meter karena set data masukan berupa Sistem Koordinat Proyeksi. Inilah mengapa kita harus menggunakan data yang terproyeksi!

  • Simpan layer hasilnya pada folder exercise_data/residential_development/ dengan nama important_roads_buffer_500m.shp.
  • Klik OK untuk membuat penyangga (buffer).
  • Ketika muncul pertanyaan add new layer to the TOC, klik Yes. (TOC merupakan singkatan dari Table of Contents atau Daftar Isi yang juga berarti Layers list).
  • Klik tombol Browse pada kotak dialog.

Hasilnya akan tampak seperti berikut ini:

image

Tampilan menarik tersebut terdiri atas daerah-daerah yang berada dalam radius 500 meter dari salah satu jalan utama.

Tapi lihat lagi lebih dekat: Tampaknya ada sambungan diantara beberapa bagian jalan yang berbeda. Ini tidak bagus. Hapus layer tersebut dan mari coba kembali:

image

  • Perhatikan bahwa kita sekarang mencentang kotak Dissolve buffer results.
  • Simpan keluaran dengan nama yang sama seperti sebelumnya (klik Yes ketika muncul pertanyaan apakah anda ingin menimpa file yang lama).
  • Klik OK.

Setelah anda menambahkan layer tersebut ke dalam layers list, maka akan terlihat seperti berikut ini:

image

Hasilnya lebih bagus! Tidak ada lagi percabangan-percabangan yang tidak perlu.

image Coba Sendiri: Jarak dari sekolah menengah

[vectoranalysis/basicanalysis:basic-ty-distance-from-high-schools]

  • Gunakan pendekatan yang sama seperti di atas dalam membuat daerah pembatas untuk sekolah.

Radiusnya harus 10 km, kemudian simpan di dalam direktori yang sama dengan nama high_schools_buffer_10km.shp.

image Ikuti Bersama: Membuat Daerah Perpotongan

Sekarang kita memiliki beberapa area yang berjarak 500 meter dari jalan utama dan berada dalam radius 10 km dari sekolah. Tetapi kita hanya menginginkan area yang dapat memenuhi kedua kriteria tersebut sekaligus! Untuk mencapai hal itu, kita harus menggunakan alat bantu Intersect. Alat bantu ini dapat ditemukan pada Vector \rightarrow Geoprocessing Tools \rightarrow Intersect. Lakukan pengaturan sebagai berikut:

image

Gunakan kedua penyangga (buffer) sebagai layer masukan, lokasi penyimpanan data yang sama, dan nama file road_school_buffers_intersect.shp. Lakukan pengaturan berikut ini, klik OK, dan tambahkan layer ke Layers list ketika diminta.

Pada gambar di bawah ini, daerah berwarna biru menunjukkan lokasi dimana kedua kriteria tersebut terpenuhi sekaligus!

image

Anda dapat menghapus kedua layer daerah pembatas tersebut dan hanya menyimpan layer yang menunjukkan area perpotongan yang kita inginkan.

image Ikuti Bersama:Memilih lahan pertanian

[vectoranalysis/basicanalysis:basic-fa-select-the-farms] Setelah memperoleh area perpotongan yang diinginkan, selanjutnya anda dapat memilih lahan pertanian di area tersebut.

  • Klik menu Vector \rightarrow Research Tools \rightarrow Select by location yang akan membuka kotak dialog baru.
  • Lakukan pengaturan sebagai berikut:

image

  • Klik OK dan anda akan memperoleh hasil sebagai berikut:

image

Lahan pertanian berwarna kuning adalah lahan terpilih yang akan kita simpan sebagai layer baru.

  • Klik kanan pada layer swellendam_farms yang terdapat di Layers list.
  • Pilih Save Selection As....
  • Lakukan pengaturan pada kotak dialog sebagai berikut:

image

  • Nama file well_located_farms.shp.
  • Klik OK.

Sekarang hasil seleksi tersebut telah dimasukkan ke dalam layer yang terpisah.

image Ikuti Bersama: Memilih Lahan Pertanian dengan Ukuran yang Sesuai

Untuk melihat lahan pertanian yang sesuai (dengan luas antara 100 – 150 ha), pertama-tama kita perlu menghitung luasnya dalam satuan hektar.

  • Buka tabel atribut untuk layer well_located_farms.
  • Pilih modus penyuntingan:

image

  • Buka kalkulator kolom:

image

  • Lakukan pengaturan sebagai berikut:

image

  • Jika anda tidak menemukan AREA pada daftar, coba lakukan langkah berikut ini:

image

  • Klik OK.
  • Geser ke bagian kanan tabel atribut; kolom AREA kini memiliki luas dalam satuan hektar untuk semua lahan pertanian dalam layer well_located_farms.
  • Klik tombol modus penyuntingan sekali lagi seperti di atas dan simpan hasil penyuntingan anda ketika diminta.
  • Buat permintaan data berikut ini:

image

  • Klik OK. Hasilnya akan tampak seperti berikut ini:

image

Lahan pertanian berwarna merah merupakan lokasi yang sesuai dengan kriteria Anda. Selamat!

image Coba Sendiri:

  • Simpan hasil pekerjaan anda sebagai layer baru dengan menggunakan pendekatan yang telah kita pelajari sebelumnya. Simpan file tersebut dalam direktori kerja yang biasa digunakan, beri nama solution.shp.

Kesimpulan

Dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah SIG menggunakan alat bantu analisis vektor dalam QGIS, anda telah berhasil menyelesaikan sebuah permasalahan dengan sejumlah kriteria secara cepat dan mudah.

Apa Selanjutnya?

Pada bagian berikutnya, kita akan membahas mengenai Plugin dan bagaimana hal tersebut dapat membantu tugas pemetaan anda.

Modul: Plugin

[qgisplugins/index::doc] Plugin memungkinkan anda untuk memperluas fungsi yang dimiliki QGIS. Pada modul ini, anda akan melihat bagaimana mengaktifkan dan menggunakan plugin.

Pelajaran: Menginstalasi dan Mengelola Plugin

[qgisplugins/fetchingplugins::doc] Untuk mulai menggunakan plugin, anda perlu mengetahui cara mengunduh, menginstalasi dan mengaktifkannya. Untuk dapat melakukan ini, anda akan belajar bagaimana menggunakan Plugin Installer dan Plugin Manager.

Tujuan dari pelajaran ini: Memahami dan menggunakan sistem Plugin QGIS.

image Ikuti bersama: Mengelola Plugin

  • Untuk membuka Plugin Manager, klik item menu Plugins \rightarrow Manage Plugins.
  • Kotak dialog berikut ini akan terbuka dan menampilkan plugin yang sudah terinstalasi

pada perangkat lunak QGIS anda. Apa yang anda lihat mungkin akan sedikit berbeda dengan gambar berikut ini, tergantung dari plugin apa yang sudah terinstalasi:

image

Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan plugin dengan mengklik kotak centang masing-masing.

Daftar plugin yang dapat anda aktifkan dan non-aktifkan bergantung pada plugin apa yang telah diinstalasi. Untuk menginstalasi plugin baru, anda dapat menggunakan Plugin Installer.

image Ikuti bersama: Menginstalasi Plugin Baru

  • Untuk menjalankan Plugin Installer, klik item menu Plugins \rightarrow Fetch Python Plugins.

Sebuah kotak dialog akan muncul. Jumlah plugin yang terdapat disini mungkin tidak sama, tergantung dari pengaturan yang anda miliki.

Plugin QGIS disimpan secara daring di dalam lokasi repositori. Secara default, hanya repositori resmi yang aktif sehingga anda hanya dapat mengakses plugin resmi. Ini biasanya merupakan plugin awal yang anda inginkan karena telah diuji secara seksama dan seringkali telah disertakan dalam QGIS.

Namun, anda tetap dapat mencoba plugin lain di samping yang telah disediakan. Untuk melakukan hal ini:

  • Buka tab Options pada kotak dialog Plugin Installer:

    image

  • Klik pilihan Show all plugins except those marked as experimental.

Jika diinginkan, anda dapat mengklik pilihan Show all plugins, even those marked as experimental. Tetapi perlu diingat bahwa plugin eksperimental kemungkinan belum diuji secara seksama.

  • Sekarang kembali ke tab Plugins untuk melihat plugin yang tersedia.

    image

  • Untuk menginstall sebuah plugin, klik plugin tersebut pada daftar kemudian klik tombol Install plugin.

Kesimpulan

Menginstalasi plugin pada QGIS merupakan proses yang cukup sederhana.

Apa Selanjutnya?

Selanjutnya, anda akan diperkenalkan dengan beberapa contoh plugin yang bermanfaat.

Pelajaran: Plugin QGIS yang Bermanfaat

[qgisplugins/pluginexamples:ls-useful-qgis-plugins] Sekarang anda dapat menginstalasi, mengaktifkan dan menonaktifkan plugin. Mari kita lihat bagaimana hal ini dapat membantu anda secara praktek melalui beberapa contoh plugin yang bermanfaat.

Tujuan dari pelajaran ini : Membiasakan diri anda dengan antarmuka plugin dan berkenalan dengan beberapa plugin yang bermanfaat.

image Ikuti bersama: Plugin OpenLayers

  • Buat peta baru dengan hanya menyertakan layer streets di dalamnya.

  • Dengan mengunakan Plugin Installer, cari plugin tersebut dengan mengetikkan kata Open pada kolom Filter.

  • Pilih plugin Google Layers dari daftar:

    image

  • Klik tombol Install plugin untuk melakukan instalasi.

  • Apabila sudah selesai, tutup Plugin Installer.

  • Buka Plugin Manager.

  • Aktifkan plugin yang baru:

    image

  • Centang kotak yang ada disampingnya.

  • kemudian klik OK untuk mengaktifkan plugin.

Untuk menggunakan plugin baru:

  • Jalankan plugin dengan mengklik Plugins \rightarrow Open Layers \rightarrow Settings.

  • Gunakan kotak dialog untuk memilih jenis peta yang anda inginkan. Dalam contoh ini, kita akan menggunakan jenis peta Hybrid, tetapi anda dapat memilih jenis lain sesuai keinginan.

  • Aktifkan proyeksi on the fly dan gunakan proyeksi Google Mercator:

    image

Sekarang anda memiliki gambar raster baru dari Google yang dapat digunakan sebagai latar belakang atau untuk membantu anda menentukan lokasi pada peta. Berikut adalah contohnya dengan layer vektor jalan kita sebagai overlay:

image

image Ikuti bersama: Plugin OpenStreetMap

Karena kita menggunakan data OpenStreetMap (OSM) sebagai contoh, akan bermanfaat apabila kita mengetahui dari mana asalnya. QGIS memiliki plugin yang memungkinkan anda untuk mengunduh dan menyunting jenis data ini dengan mudah.

  • Pertama-tama, pastikan bahwa plugin anda telah terinstalasi dengan cara membuka Plugin Installer dan menyeleksi kata street:

    image

  • Seharusnya plugin OpenStreetMap plugin sudah terinstalasi, jika belum maka anda bisa mendapatkannya dengan cara mengklik tombol Install plugin.

  • Setelah terinstalasi, aktifkan plugin tersebut melalui Plugin Manager.

  • Sebuah tombol baru akan muncul; jika diaktifkan melalui View \rightarrow Panels \rightarrow OSM Feature, sebuah panel baru juga akan ditambahkan pada tampilan antarmuka:

    image

Mari kita mengunduh data untuk Bandung. Plugin ini akan mengunduh data untuk area yang saat ini ditampilkan pada peta anda.

  • Perbesar tampilan daerah Bandung.

  • Untuk menambahkan data, klik pada tombol Download OSM data:

    image

Catatan: Anda mungkin akan mendapatkan pesan yang menyatakan bahwa garis lintang, bujur, atau kedua terlalu besar. Hal ini terjadi karena server OSM tidak memiliki kapasitas untuk terus menerus memberikan data dunia kepada penggunanya. Untuk mencegah pengguna mengunduh terlalu banyak data, ada batasan pada ukuran area yang dapat anda unduh datanya . Jika anda mendapatkan salah satu pesan kesalahan ini, perbesar tampilan pada area yang lebih kecil.

  • Jika anda telah mendapatkan area yang tepat, anda dapat membiarkan pilihan lain tanpa perubahan dan mengklik tombol Download.

  • Setelah beberapa saat, data akan diunduh dan ditampilkan pada peta anda secara otomatis. Berikut adalah contohnya:

    image

Dengan memilih layer OSM manapun pada Layers list, tombol-tombol pada panel plugin akan menjadi aktif:

image

  • Dengan menggunakan alat bantu Identify feature pada plugin tersebut (di ujung sebelah kiri dari tombol di atas), klik fitur manapun pada layer OSM untuk mengambil dan menampilkan datanya di dalam jendela plugin. Misalnya dengan mengklik poligon di dekat bagian atas layar pada contoh kita akan menunjukkan bahwa area tersebut merupakan lapangan golf:

    image

  • Anda dapat membuat fitur baru (titik, garis, poligon) maupun menyunting fitur yang telah diidentifikasi. Sebagai contoh, gunakan alat bantu Identify feature pada plugin tersebut seperti sebelumnya dan klik poligon ini untuk melihat bahwa area tersebut merupakan hutan yang belum diberi nama:

    image

  • Klik ganda pada kolom <new tag here>.

  • Pilih penanda baru (attribut) dari daftar. Mari kita pilih name:

    image

  • Klik ganda pada kolom Value:

    image

Kini anda dapat menambahkan nama pada area hutan tersebut. Anda juga dapat menyimpan perubahan tersebut pada data sumber aslinya. Ini akan membuat perubahan tersebut tersedia secara internasional melalui server OSM.

  • Klik tombol Upload OSM data:

    image

    Kemudian akan muncul kotak dialog yang dapat anda isi sesuai kebutuhan.

  • Jika anda memiliki akun pengguna di OSM, anda dapat memasukkan informasi mengenai diri anda pada tempat yang disediakan dan klik tombol Upload untuk menyimpan perubahan tersebut.

Perlu dicatat bahwa plugin ini juga memiliki banyak fungsi lainnya: Sebagai contoh, anda dapat menyimpan layer OSM ke dalam direktori lokal, memuat data dari layer OSM yang telah disimpan, dan mengekspor data OSM ke dalam bentuk shapefile.

Data OSM dibuat dan dipelihara oleh penggunanya. Kontribusi yang anda buat dengan plugin ini akan membantu meningkatkan kualitas data OSM yang anda gunakan.

Kesimpulan

Terdapat banyak plugin QGIS yang bermanfaat. Dengan menggunakan alat bantu yang telah disertakan untuk menginstalasi dan mengelola plugin, anda dapat mencari dan mengoptimalkan penggunaan plugin baru.

Apa Selanjutnya?

Sekarang kita akan mempelajari bagaimana mengkombinasikan keahlian yang telah anda pelajari dalam sebuah latihan yang menggunakan data dari iSIKHNAS.

Modul: Menggunakan QGIS dalam bidang kesehatan hewan

[animalhealth/index:mod-using-qgis-in-animal-health] Tunjuan dari modul ini adalah menunjukkan bagaimana menggunakan QGIS untuk membantu penanganan skenario kesehatan hewan. Untuk melakukan hal ini, terlebih dahulu anda perlu mempelajari dan mengakrabi bab-bab sebelumnya dari panduan ini, khususnya bab 3 - * Membuat peta dasar* dan bab 6 - Analisis vektor.

Pelajaran: Praktek Penerapan - ISIKHNAS

[animalhealth/exercise1::doc] Dalam bab ini, kita akan menggunakan beberapa keahlian yang telah dipelajari dan menerapkannya pada data yang diambil dari basis data ISIKHNAS.

GIS telah menjadi alat bantu yang penting untuk memahami dan mengelola lalu lintas dan penyakit hewan. GIS dapat memberikan bantuan berharga dalam berbagai tugas, antara lain:

  1. memantau distribusi atau lalu lintas hewan
  2. menggambarkan tingkat dan distribusi penyakit
  3. menilai kemanjurkan program pengendalian dalam satuan ruang
  4. mengembangkan zona pengendalian penyakit
  5. menjelajahi faktor-faktor risiko spasial
  6. mengelola keadaan darurat kesehatan hewan.

Pelatihan ini dirancang untuk memperlihatkan kepada Anda cara menggunakan QGIS secara praktis, dengan menggunakan data yang sudah Anda kenal baik.

Sasaran dari pelatihan ini:

Atasan meminta anda untuk mengidentifikasi dan mengekstrak semua data kasus penyakit unggas dengan sindrom berupa kematian di wilayah Sulawesi Selatan. Ia ingin anda membuat sebuah peta yang menunjukkan tempat kejadian kasus-kasus tersebut dan menetapkan daerah penyangga (buffer) sepanjang 15 kilometer di sekeliling masing-masing desa yang menjadi tempat kejadian kasus.

Untuk mencapai hal tersebut, anda perlu melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • memuat layer shapefile vektor dan membuat proyek QGIS baru
  • menentukan format tampilan (style) yang tepat
  • membuat subset dari suatu set data secara spasial dengan pilihan Select by location
  • mengidentifikasi data tertentu pada tabel atribut dengan menggunakan SQL (Structured Query Language)
  • menyimpan data pada shapefile baru
  • menyimpan layer dengan proyeksi yang sesuai untuk pelatihan spasial
  • membuat daerah penyangga (buffer)
  • menggunakan fitur klip untuk membuat layer dengan hanya menyertakan data yang diperlukan.

Untuk tujuan pelatihan ini, anda akan menggunakan shapefile yang sudah disediakan. Walaupun kita dapat tersambung dengan basis data iSIKHNAS secara langsung untuk mengakses data terbaru, hal tersebut berada di luar cakupan pelatihan ini.

image Ikuti Bersama: Membuat peta baru

Buka QGIS. Dengan menggunakan tombol Add Vector Layer, tambahkan layer berikut dari data latihan:

  • Sulawesi
  • Sul_sthn_dist
  • cases_gis

Peta Anda akan tampak seperti berikut ini:

image

Tentu saja warna yang digunakan akan berbeda dan kemungkinan tidak sesuai. Sekarang ubahlah tampilan style melalui tab Style pada Layer Properties untuk menggunakan warna pilihan Anda. Sebagai pengingat:

  • Klik kanan pada layer
  • Pilih Properties
  • Klik tab Style seperti dijelaskan di atas

Disini anda dapat mengubah tampilan format layer dalam beberapa cara yang mencakup warna, arsiran, simbol, garis, dan masih banyak lagi.

image

Anda dapat menyimpan warna pilihan anda sebagai style sehingga dapat digunakan kembali pada proyek lain.

image Coba sendiri: Menyimpan style

Anda mungkin ingin menyimpan warna tertentu untuk digunakan sebagai latar belakang layer anda, baik dalam pelatihan ini maupun proyek pemetaan lain di kemudian hari. Untuk melakukan hal ini, pilih layer yang anda inginkan (misalnya Sulawesi) kemudian buka Layer Properties.

Tentukan pilihan anda. Seperti tampak pada gambar di atas, terdapat dua tombol Change.

Tombol Change yang pertama, dengan simbol kunci inggris, memungkinkan anda mengatur format beberapa item berikut ini:

  • jenis layer simbol
  • warna
  • style arsiran
  • warna garis tepi
  • style garis tepi
  • lebar garis tepi

Jika anda hanya ingin mengubah warna layer, klik tombol Change kedua.

Apabila anda sudah puas dengan style layer pilihan anda, klik Save Style ...

Simpan style baru anda dengan nama yang mudah diingat, misalnya BaseCountry. Sebaiknya simpan semua style anda dalam satu folder agar mudah ditemukan.

Untuk menggunakan style yang sudah anda simpan, klik tombol Load Style ... .

Kita telah mengubah warna layer sehingga tampak sebagai berikut:

image

Colorbrewer: Color Advice for Maps <http://colorbrewer2.org>’ adalah situs web yang sangat bermanfaat. Situs ini dikembangkan oleh Cynthia Brewer dari Pennsylvania State University dan berisi banyak informasi berguna mengenai skema warna yang cocok untuk peta.

Simpan peta Anda sebagai proyek baru.

image Ikuti Bersama: Memilih data

Terdapat beberapa cara untuk memilih data dari layer, antara lain:

  • Select Single Feature (Memilih Fitur Tunggal)
  • Select Features by Rectangle (Memilih Fitur dengan Pola Persegi Panjang)
  • Select Features by Polygon (Memilih Fitur dengan Pola Poligon)
  • Select Features by Freehand (Memilih Fitur dengan Pola Bebas)
  • Select Features by Radius (Memilih Fitur dengan Radius)

Pilihan ini dapat ditemukan dengan mengklik tombol Select Features by Polygon, kemudian memilih dari daftar menu yang muncul.

image

Ini merupakan alat bantu yang berguna untuk memilih satu atau dua fitur, atau membuat pola di sekitar area tertentu dengan cepat. Apabila dibutuhkan akurasi yang lebih tinggi, kita dapat menggunakan alat bantu Select by Location.

Untuk menemukan alat bantu Select by Location, klik menu Vector - Research Tools - Select by location:

image

Dengan memilih fitur-fitur pada salah satu layer yang berpotongan dengan layer lainnya, kita dapat membuat layer baru yang hanya berisi atribut tertentu saja.

image Ikuti Bersama: Memilih berdasarkan lokasi

Setelah memuat layer peta ke dalam proyek, kita akan berkonsentrasi pada wilayah Sulawesi; terutama menyangkut kasus-kasus yang tercatat di Kabupaten Sulawesi Selatan. Saat ini peta kita memperlihatkan semua kasus yang tercatat di seluruh Indonesia pada saat data diunduh.

Buka Select by Location. Kita ingin memilih fitur pada file cases_gis yang berpotongan dengan file Sul_sthn_dist:

image

Klik ‘OK’ dan periksa peta Anda. Anda akan melihat bahwa kasus-kasus yang terjadi di Sulawesi Selatan kini telah ditandai:

image

Simpan pilihan ini sebagai layer baru dengan mengklik kanan pada layer cases_gis, lalu klik Save Selection As...:

image

Simpan layer baru Anda dengan nama Sul_sthn_cases dan tambahkan ke peta Anda. Jika dirasa perlu, ubah format warna.

Sekarang anda dapat menghapus layer cases_gis.

image Ikuti Bersama: Memeriksa data

Seperti disebutkan sebelumnya, anda perlu mengekstrak semua kasus kematian unggas di wilayah Sulawesi Selatan. Bagaimana anda dapat melakukan hal tersebut?

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan Attribute Table pada layer tersebut. Pada tabel ini anda dapat melihat lebih banyak informasi mengenai tiap-tiap data pada layer tersebut. Attribute Table telah dijelaskan sebelumnya, terutama pada Bab 3 dan 4. Kini kita akan menggunakan informasi dalam tabel atribut tersebut untuk memilih data yang kita perlukan.

Ketika membuka Attribute Table pada layer Sul_sthn_cases, kita akan melihat beberapa kolom yang menampilkan informasi mengenai masing-masing data:

image

Informasi apa yang Anda lihat?

Pada contoh ini, kita dapat melihat bahwa secara keseluruhan terdapat 1728 butir data dalam layer ini. Tabel atribut memiliki kolom-kolom yang berisi informasi berikut ini:

  • gid (Identifikasi geografis)
  • reportdate (Tanggal pelaporan)
  • caseid (Nomor kasus)
  • species (Spesies hewan)
  • cases (Kasus)
  • reporttype (Jenis laporan)
  • syndrome2 (Sindrom penyakit)
  • reporter (Pelapor)
  • desa

Kita dapat menggunakan tampilan ini untuk menemukan (misalnya) semua data menyangkut ayam dengan mengetikkan chicken pada kotak Look for, lalu memilih species pada kotak yang muncul dan mengklik Search. Semua data berisi spesies ayam akan ditandai pada tabel atribut tersebut.

Catatan: Perhatikan pilihan Case sensitive. Kotak pilihan ini sebaiknya tetap dikosongkan.

Dengan begitu, pencarian anda akan menampilkan hasil untuk Chicken dan chicken, serta variasi lain dengan penggunaan huruf besar yang berbeda.

Tetapi kita tidak hanya menginginkan ayam, melainkan semua unggas yang tercatat mengalami sindrom kematian. Untuk memilih data tersebut, kita perlu menggunakan fitur Advanced search.

image Ikuti Bersama: Memilih data dengan SQL (Structured Query Language)

Fitur pencarian tingkat lanjut memungkinkan kita membuat permintaan data yang lebih spesifik dengan memilih data yang memiliki atribut tertentu sesuai kebutuhan kita.

image

Permintaan data yang kita buat meminta semua data berisi spesies ayam, itik atau ayam kampung, dan nilai ‘kematian unggas’ pada tabel syndrome2.

Dengan menguji permintaan data tersebut, kita akan menemukan 11 butir data yang cocok:

image

Klik OK pada jendela yang berisi Found 11 matching feature(s), dan klik OK pada jendela ‘Search query builder’. Perhatikan bagian atas tabel atribut, kini anda akan melihat judul Attribute table - Sul_cases_sthn (11 matching features). Klik Close pada tabel atribut.

Setelah memilih data yang diperlukan, kita akan menggunakan pilihan Save selection as yang telah kita gunakan sebelumnya dan menyimpan layer ini pada peta kita. Klik kanan pada layer Sul_sthn_cases dan klik Save selection as.

image

Beri nama layer baru ini sebagai Cases_PoultryMortality dan tambahkan pada peta anda.

Dengan mematikan layer Sul_sthn_cases, kita sekarang dapat melihat data kematian unggas di Sulawesi Selatan yang diperoleh dari basis data.

image

Catatan: Kita telah memanfaatkan alat bantu Advanced Labeling yang dibahas pada Bagian 4.2.1 dengan menggunakan Using labels untuk memperlihatkan label pada setiap kabupaten.

Simpan proyek anda.

image Coba sendiri: Memilih dengan SQL

Dengan menggunakan fitur Advanced search pada Attribute table untuk layer Sul_sthn_cases, cobalah memilih data tertentu menurut kombinasi yang berbeda.

Jangan ragu untuk bereksperimen. Cobalah memilih berbagai kombinasi data seperti tanggal, desa, spesies, sindrom, dll.

Kesimpulan

Terdapat beberapa cara untuk memilih data. Metode yang dapat anda pilih akan bergantung pada kebutuhan anda.

Query SQL memungkinkan anda untuk memilih data menurut atribut spesifik yang anda inginkan.

Apa Selanjutnya?

Sekarang anda telah memiliki peta dasar yang menunjukkan di mana lokasi kasus-kasus yang menarik perhatian. Pada sesi berikutnya, kita akan mengulas kembali alasan mengapa kita perlu memproyeksikan layer untuk membuat buffer yang sesuai.

Pelajaran: Memproyeksikan layer

[animalhealth/exercise2::doc] Kita telah membuat sebuah peta yang menunjukkan semua kasus kematian unggas di wilayah Sulawesi Selatan. Sekarang kita perlu mempertimbangkan pendekatan untuk membuat daerah penyangga sepanjang 15 kilometer di sekitar lokasi kasus-kasus tersebut.

Sasaran dari pelatihan ini:

Mengulas kembali proyeksi peta

image Ikuti Bersama: Memproyeksikan layer

Ingat kembali Bab 7 ketika anda mempelajari proyeksi, sekarang periksalah layer-layer pada peta anda. Apakah CRS (Sistem Koordinat Referensi) yang ada berupa Sistem Koordinat Geografis (GCS) atau Sistem Koordinat Proyeksi (PCS)? Bagaimana anda bisa mengetahuinya?

Cara yang paling mudah adalah dengan melihat kotak Coordinate di bagian bawah tampilan kanvas peta. Kotak ini menunjukkan posisi lintang dan bujur dalam bentuk derajat desimal yang dipisahkan dengan tanda koma, misalnya 120.723,-4.971.

Untuk melihat lebih banyak informasi mengenai CRS pada sebuah layer, klik kanan pada layer tersebut dan buka Properties. Dengan mengklik tab General, anda akan melihat EPSG:4326 - WGS 84 sebagai CRS. Anda dapat melihat informasi yang lebih terperinci dengan mengklik tab Metadata.

image

Sebagai aturan dasar, jika anda hendak memanipulasi data spasial dengan menggunakan alat bantu dari menu Vector, layer yang ingin anda kerjakan harus diproyeksikan ke format yang mengekspresikan jarak dalam satuan pengukuran tertentu seperti meter.

Dalam latihan ini, kita akan menggunakan Universal Transverse Mercator (UTM) zone 50s (EPSG 32750).

  • Klik kanan layer Cases_PoultryMortality pada Layers list.
  • Pilih Save As... pada menu yang muncul. Kemudian anda akan melihat kotak dialog Save vector layer as....
  • Klik tombol Browse di sebelah kolom Save as.
  • Buka folder yang anda gunakan untuk menyimpan data latihan dan tambahkan nama layer baru PoultryMortality_32750.shp.
  • Biarkan Encoding tanpa perubahan.
  • Klik tombol Browse di bawah menu pilihan yang muncul.
  • Kemudian kotak dialog CRS Selector akan muncul.
  • Pada kolom Filter, cari 32750.
  • Pilih WGS 84 / UTM zone 50S dari daftar.
  • Klik OK.

image Coba sendiri: Memproyeksikan layer lainnya

Ulangi langkah-langkah tersebut pada layer lainnya untuk menambahkan layer-layer yang telah diproyeksikan pada peta anda. Setelahnya anda dapat menghapus layer-layer lama yang belum diproyeksikan pada peta anda. Karena kita hanya ingin menggunakan peta wilayah Sulawesi Selatan, anda tidak lagi membutuhkan layer Sulawesi.

Pilihan untuk membuat proyeksi On the fly sebaiknya dimatikan.

Peta Anda sekarang akan terlihat seperti ini:

image

Perhatikan bahwa kotak Coordinate kini menunjukkan satuan meter dan bukan derajat.

Simpan proyek anda.

Pelajaran: Membuat Buffer

[animalhealth/exercise3:ls-buffering] Setelah kita memiliki layer-layer yang diperlukan untuk membuat daerah penyangga sepanjang 15 km, apa langkah berikutnya?

Sasaran dari pelatihan ini:

Memahami dan mempertimbangkan data titik versus data poligon, dan pengaruh masing-masing pada saat membuat daerah penyangga.

image Ikuti Bersama: Data titik, sentroid, dan poligon

Dengan memperhatikan peta yang ada, anda akan melihat bahwa kasus-kasus kematian unggas kebanyakan terjadi di wilayah kabupaten Barru dan Sinjai.

Dalam latihan ini, kita akan menambahkan layer vektor baru, VillagePolyBarSin_32750, yang menunjukkan batasan poligon-poligon desa di Barru dan Sinjai.

Setelah anda memuat layer ini, aturlah semua layer yang ada sehingga kasus penyakit berada di atas perbatasan desa. Perhatikan dengan seksama lokasi kasus penyakit pada poligon desa (anda mungkin harus memperbesar tampilan peta).

Hal apa yang Anda perhatikan?

image

Posisi setiap kasus penyakit berada di tengah-tengah perbatasan desa. Ini menunjukkan bahwa posisi tersebut bukanlah koordinat pasti di mana kasus penyakit tersebut terjadi - kita hanya mengetahui bahwa kasus penyakit terjadi di suatu tempat di desa tersebut. Data yang ada diperoleh dari tingkat desa dan diposisikan berdasarkan sentroid (titik pusat) dari poligon desa yang bersangkutan.

Apa pengaruhnya terhadap daerah penyangga sepanjang 15 kilometer yang akan kita buat? Mari kita lihat.

image Ikuti Bersama: Membuat buffer dari sentroid desa

Dalam latihan membuat buffer ini, kita akan menggunakan file PoultrySuddenDeath_32750 yang telah kita buat. Pilihlah layer tersebut, kemudian buka menu Vector. Layangkan kursor ke Geoprocessing Tools dan pilih Buffer(s).

image

Jendela berikut ini akan terbuka:

image

Pilih PoultrySuddenDeath_32750 sebagai layer vektor masukan dan tetapkan ukuran daerah penyangga sebesar 15000 (ingatlah bahwa satuan dalam layer menggunakan meter).

Klik Dissolve buffer results.

Klik Browse dan beri nama shapefile baru anda sebagai PoultrySD15kmBuffer_32750.shp.

Tambahkan layer ini pada peta anda. Hasilnya akan tampak sebagai berikut:

image

Apakah anda memperhatikan bahwa daerah penyangga memanjang hingga ke laut? Sekarang kita akan menggunakan fungsi Clip untuk memperbaiknya.

image Ikuti Bersama: Clipping (Memotong) set data

Kita dapat menggunakan satu set data untuk memotong set data lainnya sehingga hanya menyisakan informasi yang kita inginkan.

Dalam latihan ini, kita akan memotong layer buffer yang baru dengan DistrictsSthnSul_32750 yang telah anda buat pada bagian 16.2.2 Praktek Mandiri... Memproyeksikan layer lainnya.

Catatan: Anda mungkin memberikan nama yang berbeda, misalnya Sul_sth_dist_32750.

Buka menu Vector, kemudian layangkan kursor ke Geoprocessing Tools dan pilih Clip.

image

Layer masukan (input) adalah layer yang ingin kita ubah, dalam hal ini berupa layer buffer yang baru. Layer pemotong (clip) adalah layer yang akan kita gunakan untuk memotong layer buffer.

Klik tombol Browse dan beri nama shapefile baru anda sebagai PoultrySD15kmBufferClip_32750.shp.

Tambahkan pada peta.

Hapus layer PoultrySD15kmBuffer_32750.shp.

Tampilan anda akan terlihat seperti berikut ini:

image

Layer baru yang kita buat telah sesuai dengan garis pesisir Sulawesi Selatan dan atasan anda dapat dengan mudah melihat bentangan daerah penyangga sepanjang 15 kilometer tersebut.

Namun, apakah ini merupakan buffer terbaik untuk data tersebut?

Ingat bahwa data tersebut mengungkapkan bahwa kasus penyakit direkam dalam basis data dengan posisi di tengah-tengah setiap desa - pada kenyataannya, data tersebut kemungkinan diambil dari berbagai lokasi di dalam batas desa.

Ini berarti daerah penyangga sepanjang 15 kilometer yang kita buat tidak akan sepenuhnya akurat.

Pada bagian berikutnya, kita akan membuat buffer dengan menggunakan layer poligon desa dan membandingkan hasilnya.

image Coba sendiri: Membuat buffer menggunakan poligon desa

Dengan menerapkan keahlian yang telah anda pelajari sebelumnya dalam membuat daerah penyangga dan memotong layer, buatlah daerah penyangga sepanjang 15 kilometer di sekitar poligon-poligon desa yang memiliki kasus kematian mendadak pada unggas. Potong layer baru tersebut dan tambahkan pada peta anda, beri nama sebagai PoultrySD15kmBufferPolyClip_32750.

Atur kembali semua layer sehingga daerah penyangga yang dibuat dengan sentroid desa dapat terlihat di atas daerah penyangga berdasarkan poligon desa yang baru anda buat. Apa yang dapat anda lihat?

image

Pada gambar ini, warna hijau gelap menunjukkan daerah penyangga di sekitar poligon desa (berwarna terang). Warna hijau yang lebih terang menunjukkan daerah penyangga yang dibuat dengan data titik kasus penyakit.

Karena kita tidak tahu persis lokasi terjadinya kasus penyakit, maka sebaiknya dipertimbangkan untuk membuat daerah penyangga dengan menggunakan poligon desa ketimbang sentroid (titik pusat) desa.

Apa Selanjutnya?

Membuat perkiraan mengenai jumlah kasus penyakit yang tercatat di setiap desa dengan melihat peta yang ada akan bermanfaat. Pada pelajaran selanjutnya, kita akan mengulas lebih banyak mengenai pengaturan tampilan dan bagaimana mewarnai masing-masing area berdasarkan atribut tertentu yang ingin kita tampilkan.

Pelajaran: Pengaturan tampilan untuk menunjukkan kepadatan

[animalhealth/exercise4::doc] Sebuah peta yang baik dapat menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas. Sebagai contoh, kita dapat menggunakan warna untuk mengindikasikan jumlah kasus penyakit dengan sindrom tertentu yang kita selidiki di setiap desa.

Sasaran dari pelatihan ini:

Mengulas kembali cara-cara pengaturan tampilan peta yang kita buat sehingga informasi yang ada dapat disampaikan sejelas mungkin.

image Ikuti Bersama: Pengaturan tampilan untuk menunjukkan kepadatan

Buka tabel atribut PoultrySuddenDeath_32750 dan perhatikan kolom-kolomnya. Apa yang dapat anda lihat? Informasi apa yang dapat ditampilkan dengan mudah pada peta anda?

Perhatikan kolom cases. Kolom ini memberi tahu anda jumlah kasus penyakit yang tercatat di setiap desa. Kita dapat menggunakan pengkodean warna untuk menampilkan informasi ini pada peta yang kita buat.

Untuk melakukan hal ini, buka properti layer untuk PoultrySuddenDeath_32750 dan klik tab Style.

Pilih Graduated dari menu rendering yang muncul. Fungsi ini menggradasikan warna-warna pilihan kita dari terang hingga gelap dan sebaliknya.

Atur Column menjadi cases dan Classes menjadi 5.

Color ramp dapat dibiarkan pada warna biru untuk saat ini dan Mode dapat diatur menjadi Equal Interval. QGIS akan segera menampilkan satu set berisi lima macam warna biru yang memiliki lima interval dengan jarak yang sama. (Jika tidak, klik Classify)

Klik Apply untuk melihat tampilan pada peta anda.

Hal apa yang Anda perhatikan?

image

Titik-titik pada peta kita berukuran sangat kecil sehingga sulit untuk membedakan variasi warnanya. Salah satu cara untuk mengubah hal ini adalah dengan mencoba berbagai ukuran titik.

Untuk melakukan hal ini, buka properti layer untuk PoultrySuddenDeath_32750 dan klik tab Style. Kali ini, klik tombol change di sebelah Symbol. Coba gunakan berbagai pilihan ukuran titik hingga anda menemukan ukuran yang cukup besar untuk menampilkan gradasi warna.

Dengan ukuran 5 milimeter maka tampilannya akan tampak seperti berikut ini:

image

Apa Selanjutnya?

Fungsi ini meningkatkan kemampuan peta kita dalam menunjukkan desa mana saja yang memiliki jumlah kasus penyakit terbanyak, tetapi akan lebih baik lagi jika kita dapat menunjukkannya bersama dengan batas desa.

Pada pelajaran berikutnya, kita akan mempelajari bagaimana menggabungkan layer berdasarkan lokasi. Fungsi ini memungkinkan kita membuat file baru yang menggabungkan beberapa atribut sekaligus, misalnya nomor kasus dari shapefile PoultrySuddenDeath_32750 dan batas desa dari shapefile VillagePolyBarSin_32750.

Pelajaran: Menggabungkan dua layer

[animalhealth/exercise5::doc] Terdapat dua cara untuk menggabungkan layer:

  • Kita dapat menggunakan alat bantu Join by location untuk membuat layer baru dengan menggabungkan atribut dari dua layer yang berbeda, atau
  • kita dapat melakukan penggabungan dengan menggunakan satu atribut yang sama.

Sasaran dari pelatihan ini:

Membuat shapefile baru dengan alat bantu Join by location

Menampilkan informasi dari file non-spasial pada file spasial dengan menggabungkan keduanya berdasarkan kolom data yang sama.

image Ikuti Bersama: Menggabungkan atribut berdasarkan lokasi

Pada pelajaran sebelumnya, kita telah mengulas kembali bagaimana menggunakan warna untuk menunjukkan kepadatan data kasus penyakit di setiap desa. Namun, hasilnya belum cukup memadai karena file yang berisi data kasus penyakit menampilkannya sebagai data titik pada peta. Kita ingin mewarnai seluruh desa yang ada seperti ditunjukkan pada file yang berisi batas desa. Kita tidak dapat melakukannya karena file tersebut tidak berisi informasi kasus penyakit. Kita perlu menggabungkan kedua file tersebut dengan menggunakan alat bantu Join attributes by location yang terletak di bawah Data Management Tools pada menu Vector.

image

Gunakan file VillagePolyBarSin_32750 sebagai layer vektor target dan PoultryMortality_32750 sebagai layer vektor penggabung:

  • Klik Take the summary of the first located feature di bawah Attribute Summary.
  • Centang kotak Sum di bagian bawah.

Tentukan lokasi di mana anda akan menyimpan file tersebut dan beri nama yang sesuai (kita dapat menggunakan PoultryMJoinLocation_32750).

Hanya simpan data yang memiliki kecocokan. Klik OK dan tambahkan layer baru tersebut pada peta anda.

Tutup kotak dialog Join attributes by location.

Hasilnya akan terlihat seperti berikut ini:

image

Sekarang bukalah Attribute table pada layer yang baru. Anda dapat melihat bahwa layer baru tersebut berisi atribut dari masing-masing file semula, termasuk jumlah kasus penyakit. Kini kita dapat menggunakannya untuk memperbaiki tampilan kepadatan kasus penyakit pada peta kita.

image Coba sendiri: Mengatur tampilan style desa untuk menunjukkan kepadatan kasus penyakit yang tercatat

Dengan menerapkan keahlian yang telah dipelajari sebelumnya, sesuaikan style untuk menunjukkan kepadatan kasus penyakit di setiap desa. Coba gunakan interval yang berbeda untuk melihat pengaruhnya:

  • Equal Interval: Membagi data anda menjadi kelompok-kelompok dengan interval yang sama.
  • Quantile: Menggunakan perhitungan untuk membagi nilai menjadi beberapa subset dengan ukuran yang sama.
  • Natural breaks (Jenks): Berupaya untuk meminimalkan perbedaan dalam kelas dan memaksimalkan perbedaan diantaranya. Simpangan baku: Menggambarkan bagaimana nilai menyimpang dari rata-rata.
  • Pretty breaks: Membagi nilai menjadi beberapa kelas yang mudah dipahami oleh pembaca yang tidak memiliki latar belakang statistik.

Perhatikan pengaruh dari masing-masing pilihan dengan menggunakan Apply untuk melihat perubahan yang terjadi pada peta anda.

Pelajaran: Menggabungkan vektor berdasarkan atribut

Dalam latihan ini, kita ingin menggabungkan sebuah file tanpa data spasial dari basis data iSIKHNAS dengan shapefile yang memiliki data geometrik. Dengan melakukan ini, kita dapat menampilkan data dari file iSIKHNAS pada peta Indonesia.

Sasaran dari pelatihan ini:

Atasan anda pasti akan lebih senang jika data laporan dari iSIKHNAS dapat ditampilkan pada peta Indonesia.

Masalahnya, file tersebut tidak memiliki data spasial apapun.

Untuk dapat menampilkan data yang dibutuhkan oleh atasan, anda harus menggabungkan file data tersebut dengan file berisi data spasial (misalnya shapefile) yang dapat ditampilkan.

image Ikuti Bersama: Muat semua file yang dibutuhkan

Muat shapefile yang ingin anda gunakan. Ini dapat mencakup:

Provinces (Provinsi)

Districts (Kabupaten)

Sub-districts (Kecamatan)

Dalam contoh ini, kita akan menggunakan shapefile Provinces

Terdapat dua cara untuk memuat tabel yang kita miliki ke dalam iSIKHNAS. Anda sudah mempelajari cara yang pertama – memuat layer dengan menggunakan tombol Add vector layer.

image

Dalam skenario ini, anda dapat mengunduh file data yang diperlukan ke dalam bentuk file .csv dari situs web iSIKHNAS.

Simpan file .csv ke dalam folder yang mudah ditemukan.

Muat file tersebut ke dalam QGIS dengan menggunakan pilihan Add vector layer.

Jangan lupa untuk memilih jenis file yang tepat (dalam hal ini .csv). Jika tidak, pilihan hanya akan terbatas pada shapefile sehingga anda tidak dapat memilih file .csv.

image

Atau anda mungkin lebih memilih untuk memuat file Excel yang anda buat sendiri. QGIS versi 1.8 keatas juga memungkinkan anda untuk memuat file Excel secara langsung.

Catatan: QGIS 1.8 dapat mengimpor file Excel yang disimpan dalam format .xls, tetapi tidak dalam format .xlsx.

Anda dapat mengimpor file .xlsx jika menggunakan QGIS versi 2.0 keatas.

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan informasi login pengguna yang tersedia untuk membuka basis data secara langsung.

image

Dalam contoh ini, kita akan menggunakan tabel rph_prov_week_gis_centroid dari basis data latihan iSIKHNAS.

Kita dapat menemukan data ini dengan mencari diantara tabel-tabel yang tersedia.

image

Klik ganda pada tabel tersebut untuk memuatnya ke dalam QGIS.

Contoh proyek QGIS kita akan tampak seperti berikut ini. Simpan sebagai proyek baru.

image

image Ikuti Bersama: Bandingkan file yang telah dimuat

Perhatikan jendela Layers dan kedua file yang ditampilkan di dalamnya dengan seksama.

Hal apa yang Anda perhatikan?

image

Karena QGIS dapat menampilkan layer untuk provinsi, maka sudah pasti terdapat data spasial yang berkaitan. Kita dapat mengetahui hal ini dari ikon poligon kecil di sebelah nama file dan kotak centang kecil di sampingnya.

Layer untuk statistik pemotongan hewan tidak memiliki data spasial. Data ini hanya berupa tabel dan tidak dapat ditampilkan. Kita dapat mengetahui hal ini dari ikon tabel kecil di sebelah nama file dan tidak adanya kotak centang.

Sekarang bandingkan tabel atribut untuk rph_prov_week_gis_centroid dan Provinces.

Hal apa yang Anda perhatikan?

image

image

Kedua file memiliki kolom yang sama – code (berisi kode unik untuk setiap lokasi).

Kolom code merupakan kolom yang dapat kita gunakan untuk menggabungkan kedua layer. Dengan membuat penggabungan, kita dapat menampilkan atribut dari file rph_prov_week_gis_centroid dengan gambar dari shapefile Provinces.

image Ikuti Bersama: Menggabungkan file

Klik kanan pada shapefile Provinces dan buka Properties untuk layer tersebut. Klik tab Join seperti ditunjukkan berikut ini:

image

Klik tanda tambah berwarna hijau untuk membuka jendela berikut:

image

Join layer merupakan file rph_prov_week_gis_centroid.

Join field adalah kolom pada file rph_prov_week_gis_centroid yang akan kita gunakan untuk menggabungkan kedua file. Dalam hal ini, kita akan menggunakan kolom code. Kolom ini dapat dipilih dari daftar yang muncul.

Target field berisi code – ini adalah kolom pada file Provinces yang memiliki data yang sama dengan kolom code pada file rph_prov_week_gis_centroid.

image

Nama dari kolom-kolom ini tidak harus sama, tetapi informasi yang terdapat pada masing-masing kolom harus merujuk pada atribut yang sama.

Sebagai contoh, salah satu file mungkin menggunakan nama code sementara file yang lain memakai nama location_code. Kita tetap dapat menggabungkan kedua file selama data di dalamnya sama.

Dalam hal ini, kita merujuk pada kode yang berikan untuk setiap lokasi.

Klik OK.

Sekarang buka kembali tabel atribut pada shapefile Provinces.

Apa yang dapat anda lihat?

image

Atribut dari file rph_prov_week_gis_centroid (gid , name , dan sum ) sekarang berada pada tabel atribut untuk file Provinces.

Sekarang kita dapat menggunakannya untuk memetakan data pada file rph_prov_week_gis_centroid dengan gambar pada Provinces.

image Coba sendiri: Mengatur tampilan peta baru anda dengan menggunakan tab style

Dengan menerapkan keahlian dalam mengatur tampilan style yang telah anda pelajari sebelumnya, carilah cara untuk menampilkan data yang anda miliki secara lebih bermanfaat.

Sebagai contoh, kita kini dapat mengatur peta untuk menampilkan data kepadatan karena kita memiliki informasi jumlah hewan yang dipotong pada tabel atribut yang baru.

image

File rph_prov_week_gis_centroid berisi ringkasan statistik pemotongan hewan di setiap provinsi.

Dengan menggabungkan file ini dan Provinces, kita dapat mengatur tampilan style untuk menunjukkan jumlah hewan yang dipotong di setiap provinsi.

Kesimpulan

Informasi pada file yang tidak memiliki data spasial dapat ditampilkan dengan menggabungkannya bersama file lain yang memiliki data spasial.

Kedua file harus memiliki kolom data yang identik agar dapat digabungkan.

Nama kedua kolom tersebut tidak perlu identik – hanya data di dalamnya yang harus sama.

Apa Selanjutnya?

Dalam latihan berikutnya, kita akan menyelidiki sejumlah data lalu lintas (yang menunjukkan pemindahan hewan dari satu tempat ke tempat lain). Pada bagian ini, kita akan melakukan latihan sederhana dan praktis sebagai contoh tugas nyata yang dapat anda kerjakan.

Pelajaran: Bekerja dengan data lalu lintas

[animalhealth/exercise6:ls-working-with-movements-data] iSIKHNAS memiliki berbagai jenis data. Salah satunya adalah data lalu lintas yang menunjukkan pemindahan hewan ternak dari satu tempat ke tempat lain.

Sasaran dari pelatihan ini:

Membuat peta yang dapat menunjukkan lalu lintas hewan ternak dengan jelas.

Atasan ingin agar anda mengekstrak set data lalu lintas unggas untuk periode waktu tertentu. Kemudian anda diminta untuk membuat sebuah peta yang dapat menunjukkan informasi berikut ini:

  • Lalu lintas unggas antara tanggal 1 Desember 2013 hingga 31 Desember 2013.
  • Mengatur style untuk menunjukkan kepadatan dengan jelas.

image Ikuti Bersama: Memilih data dengan SQL

Buat proyek baru untuk latihan ini. Muat shapefile berikut ini yang telah disediakan pada folder data anda:

  • Indonesia_32750
  • Sulawesi_dist_32750
  • movements_32750

Gunakan Layer Properties untuk mengatur tampilan style layer sesuai kebutuhan seperti yang telah anda lakukan pada latihan sebelumnya.

Peta anda yang baru akan tampak seperti berikut ini:

image

Buka Attribute table untuk layer Movements_32750. Anda dapat melakukan ini dengan mengklik kanan pada layer Movements_32750 dan memilih Open Attribute Table, atau mengklik ikon pada batang menu seperti ditunjukkan berikut ini:

image

Sekarang kita akan memilih data yang dibutuhkan dengan menggunakan SQL. Buka pilihan Advanced search. Anda perlu memilih semua data yang berkaitan dengan unggas antara periode 1 Desember 2013 hingga 31 Desember 2013.

Untuk melakukan ini, anda membutuhkan permintaan data (query) berikut ini:

(Tanggal >= ‘2013-12-01’ AND Tanggal <= ‘2013-12-31’) AND ((Spesies = ‘broiler’) OR (Spesies = ‘chicken’) OR (Spesies = ‘duck’) OR (Spesies = ‘pigeon’))

Permintaan ini akan menampilkan data sebagai berikut:

Data di antara dua periode waktu: (Tanggal >= ‘2013-12-01’ AND Tanggal <= ‘2013-12-31’)

DAN

Dengan spesies berikut ini:

((Spesies = ‘broiler’) OR (Spesies = ‘chicken’) OR (Spesies = ‘duck’) OR (Spesies = ‘pigeon’))

Jika anda menguji permintaan data ini, maka akan muncul 30 data sebagai berikut:

image

Tutup tabel atribut. Data yang anda pilih akan ditandai dengan warna kuning pada peta.

Klik kanan pada movements_32750 dan pilih Save selection as. Simpan layer baru anda dengan nama yang sesuai, misalnya movements_poultry_32750. Kini anda dapat menghapus layer movements_32750.

Jika anda perhatikan dengan seksama, anda akan melihat semua lalu lintas hewan yang berlangsung di wilayah Sulawesi. Jika anda menginginkannya, anda dapat menghapus layer Indonesia_32750.

Pada bagian selanjutnya, kita akan mengulas kembali pengaturan tampilan dan bagaimana menampilkan informasi kepadatan dengan data lalu lintas yang kita miliki.

image Ikuti Bersama: Pengaturan style

Kita sudah dapat menampilkan data lalu lintas hewan pada peta, namun belum banyak informasi yang dapat kita peroleh. Kita dapat mengatur tampilan untuk menunjukkan lebih banyak informasi.

Klik kanan pada movements_poultry_32750 dan klik tab Style.

Seperti yang sudah dipelajari sebelumnya, anda dapat mengatur style layer untuk menunjukkan atribut seperti kepadatan. Anda juga dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  • Memberi warna pada garis penanda lalu lintas menurut jumlah hewan (kepadatan).
  • Memperbesar garis penanda lalu lintas untuk menunjukkan jumlah hewan.
  • Menumpuk garis penanda lalu lintas sehingga garis yang lebih kecil dapat ditampilkan di atas garis yang lebih besar.

image Coba sendiri: Pengaturan style

Mengulas kembali Bagian 16.4.1 Pengaturan tampilan untuk menunjukkan kepadatan dan Bagian 16.5.2 Pengaturan tampilan style desa untuk menunjukkan kepadatan kasus penyakit yang tercatat.

Beri warna pada garis penanda lalu lintas untuk menunjukkan jumlah hewan. Anda akan menggunakan kolom Jumlah Hew.

Setelah membuat masing-masing garis penanda, anda dapat mengklik ganda masing-masing garis untuk membuka jendela baru. Disini anda dapat menyunting tampilan garis seperti lebar, warna, transparansi:

image

Coba gunakan ukuran lebar yang berbeda pada setiap garis sampai anda puas dengan hasilnya.

Setelah mengubah lebar masing-masing garis, anda dapat mengatur urutannya sehingga garis yang paling besar akan ditampilkan di bawah garis yang lebih kecil.

Masih pada jendela Layer properties, klik Advanced kemudian Symbol levels:

image

Ini akan membuka jendela baru yang memungkinkan anda dapat mengatur tampilan simbol:

image

Ketika mengatur tampilan simbol, yang pertama akan ditampilkan pada peta adalah simbol yang memiliki angka nol. Pada gambar di atas, anda dapat melihat bahwa garis terbesar adalah nol sedangkan yang paling kecil adalah empat. Hasilnya akan tampak seperti berikut ini:

image

Contoh ini menampilkan garis-garis dengan warna dan ukuran yang menunjukkan jumlah hewan pada masing-masing kegiatan lalu lintas hewan. Garis yang lebih besar dan berwarna gelap mewakili 860 hingga 1000 ekor unggas yang dipindahkan dalam kegiatan lalu lintas tersebut.

Apa Selanjutnya?

Hal terakhir yang akan kita pelajari adalah bagaimana memuat jenis data lain ke dalam QGIS. Terkadang anda dapat menerima data dalam bentuk lembar lajur (spreadsheet) atau mungkin mengunduhnya dalam bentuk file CSV dari suatu sumber, misalnya basis data. Sekarang kita akan mempelajari bagaimana memuat jenis data seperti ini ke dalam QGIS.

Pelajaran: Memuat data titik

[animalhealth/exercise7::doc] Kita telah berlatih dengan data dalam bentuk shapefile, file raster, dan dari basis data secara langsung. Kadangkala data anda dapat berbentuk lembar lajur Excel dengan informasi lintang dan bujur. Penting bagi anda untuk mengetahui bagaimana memuat data dalam format seperti ini.

Sasaran dari pelatihan ini:

Memuat dan menampilkan data dari lembar lajur (spreadsheet)

image Ikuti Bersama: Memuat File Teks Terdelimitasi

Buatlah proyek baru untuk latihan ini.

Kita telah berlatih dengan data dalam bentuk shapefile, file raster, dan dari basis data secara langsung. Terkadang anda dapat menerima data dalam bentuk lembar lajur Excel sehingga penting untuk mengetahui bagaimana memuatnya ke dalam QGIS.

Data yang harus dimuat dengan cara ini biasanya berbentuk file CSV, yaitu file teks terdelimitasi. Untuk memuat file jenis ini, kita akan menggunakan plugin Add Delimited Text Layer:

image

Klik tombol ini untuk membuka kotak dialog berikut ini:

image

Buka lokasi data latihan dan muat PointData.csv dari folder iSIKHNAS. Data tersebut hanya berupa data titik yang dihasilkan secara acak untuk latihan ini.

Plugin ini sangat membantu dalam mengkaji informasi yang terdapat dalam file tersebut, namun anda perlu memberikan sedikit arahan. File ini menggunakan tanda koma sebagai pemisah, oleh karena itu kita perlu memilih tanda koma sebagai pemisah.

Kotak dialog yang anda lihat akan tampak seperti berikut ini:

image

Klik tombol OK. Kini anda akan diminta menentukan CRS. Dalam hal ini anda perlu memikirkan format apa yang digunakan dalam pengumpulan data. Untuk saat ini, kita akan memilih WGS 84 EPSG:4326. Klik OK.

Layer anda akan tampak seperti gambar berikut ini:

image

Bentuk akan cukup mudah dikenali - muat shapefile Sul_sthn_dist dan atur kembali semua layer sehingga data titik berada pada layer paling atas.

Anda akan melihat tampilan seperti berikut ini:

image

Kesimpulan

Bab ini telah dirancang untuk menunjukan kepada anda bagaimana menggunakan QGIS secara praktis dan bermanfaat dengan menggunakan data nyata yang diperoleh dari basis data iSIKHNAS. Latihan-latihan yang dilakukan telah disusun untuk menampilkan contoh tugas-tugas yang dapat diberikan oleh atasan anda.

Ini hanya merupakan contoh kecil dari apa yang dapat anda lakukan dengan perangkat lunak QGIS. Jika anda berminat, jangan takut untuk menjelajahi perangkat lunak ini lebih jauh. Anda dapat menggunakan internet untuk mencari metode-metode baru untuk membuat jenis peta tertentu atau melakukan pekerjaan lainnya.

Lembar Jawaban

[answers/answers::doc]

Hasil Untuk Menambahkan Layer Pertama Anda

image Persiapan

[answers/answers:basic-preparation] Anda akan melihat banyak garis yang melambangkan jalan. Semua garis tersebut merupakan layer vektor yang baru saja anda muat untuk membuat peta dasar.

Hasil Untuk Tinjauan Umum Mengenai Antarmuka

image Tinjauan (Bagian 1)

[answers/answers:basic-overview-part-1] Lihat kembali gambar yang menunjukkan tata letak antarmuka dan pastikan anda mengingat nama dan fungsi dari unsur-unsur tampilan tersebut.

image Tinjauan (Bagian 2)

[answers/answers:interface-overview-2]

  1. Save as
  2. Zoom to layer
  3. Help
  4. Rendering on/off
  5. Measure line

Hasil Untuk Bekerja dengan Data Vektor

image Shapefiles

[answers/answers:basic-shapefiles] Seharusnya terdapat tiga layer pada peta anda:

  • Save as
  • places dan
  • streets.

image Basis data

[answers/answers:vector-load-from-database-1] Semua layer vektor harus dimuat ke dalam peta. Kemungkinan saat ini peta tersebut belum terlihat bagus:

image

(Nanti kita akan memperbaiki warna yang buruk ini.)

Hasil Untuk Simbologi

image Warna

[answers/answers:symbology-colors-1]

  • Pastikan bahwa warna telah diubah sesuai dengan harapan anda.
  • Untuk saat ini cukup dengan mengubah layer waterways. Contohnya dapat dilihat di bawah ini, tetapi mungkin akan terlihat berbeda tergantung dari warna yang anda pilih.

image

Catatan: Anda dapat menyembunyikan layer dengan mengklik kotak centang di sebelah nama layer pada Daftar layer apabila anda hanya ingin bekerja pada satu layer dalam satu waktu dan tidak ingin layer lain memecah perhatian anda. Jika kotak centang tersebut kosong, maka layer telah tersembunyi. Kami telah menyembunyikan beberapa layer pada gambar ini.

image Struktur Simbol

[answers/answers:basic-symbol-structure] Jika dilihat secara bersamaan, maka layer hutan, perairan, dan bandung_districts seharusnya tampak kurang lebih seperti berikut ini:

image

Jika anda adalah pengguna tingkat pemula, anda dapat berhenti disini.

  • Gunakan metode di atas untuk mengubah warna dan style pada semua layer yang tersisa.
  • Coba gunakan warna-warna alami untuk objek. Misalnya, jalan sebaiknya berwarna abu-abu atau hitam tetapi tidak merah atau biru.
  • Selain itu, jangan ragu untuk bereksperimen dengan pengaturan Fill Style dan Border Style yang berbeda untuk poligon.

image Layer Simbol

[answers/answers:moderate-symbol-layers]

  • Sesuaikan layer dengan keinginan anda, tetapi ingat bahwa masing-masing layer harus dapat dibedakan satu sama lain pada peta.

Berikut adalah contohnya:

image

image Tingkatan Simbol

[answers/answers:moderate-symbol-levels] Untuk membuat simbol yang diperlukan, anda membutuhkan setidaknya tiga layer simbol:

image

Layer simbol yang paling rendah berupa garis penuh berwarna kuning yang lebar. Di atasnya terdapat garis penuh yang sedikit lebih ramping dan berwarna abu-abu gelap atau hitam. Layer simbol paling atas berupa garis putus-putus ramping berwarna putih.

  • Jika layer simbol anda menyerupai tampilan di atas tetapi anda tidak mendapatkan hasil yang diinginkan, periksa tingkatan simbol yang seharusnya tampak seperti berikut ini:

    image

  • Sekarang simbol anda seharusnya terlihat seperti ini:

    image

  • Efek yang ditampilkan pada peta anda akan terlihat seperti berikut ini:

    image

image Tingkatan Simbol

[answers/answers:hard-symbol-levels]

  • Aturlah tingkatan simbol anda menjadi nilai-nilai berikut ini:

image

  • Terdapat banyak simbol yang menggunakan style ini.
  • Cobalah bereksperimen dengan berbagai nilai untuk memperoleh hasil yang berbeda.
  • Buka kembali peta asli anda sebelum melanjutkan latihan berikutnya.

Hasil Untuk Data Atribut

image Data Atribut

[answers/answers:labels-attribute-data-1] Kolom NAME merupakan kolom yang paling bermanfaat untuk ditampilkan sebagai label. Hal ini karena semua nilainya unik untuk setiap objek, dan tidak berisi nilai kosong null (misalnya kolom tanpa nilai).

Hasil Untuk Alat Bantu Label

image Pengaturan Label (Bagian 1)

[answers/answers:label-tool-1] Peta anda akan terlihat seperti ini:

image

image Pengaturan Label (Bagian 2)

[answers/answers:moderate-label-customization-part-2] Salah satu solusi yang mungkin untuk menghasilkan produk akhir:

image

Untuk sampai pada hasil ini:

  • Gunakan jenis huruf Arial dengan ukuran 10 dan Label distance sebesar 1,5 mm.

  • Selain itu, contoh ini menggunakan pilihan Wrap label on character:

    image

  • Masukkan space (spasi) pada kolom ini dan klik Apply untuk memperoleh efek yang sama.

image Menggunakan Pengaturan Berdasarkan Data

[answers/answers:hard-using-data-defined-settings]

  • Masih dalam modus penyuntingan, aturlah nilai FONT_SIZE sesuai keinginan anda. Contoh ini menggunakan ukuran 14 untuk universitas, 12 untuk rumah sakit, dan 10 untuk tempat-tempat lain yang tersisa.

  • Ingatlah untuk menyimpan perubahan dan keluar dari modus penyuntingan.

  • Dalam Data defined settings, lakukan langkah ini:

    image

    Hasil yang anda peroleh, jika menggunakan nilai di atas, seharusnya tampak seperti ini:

    image

Hasil Untuk Klasifikasi

image Menyempurnakan Klasifikasi

[answers/answers:classification-refine-1]

  • Gunakan metode yang sama seperti pada latihan pertama dari materi ini untuk menghilangkan garis:

    image

Pengaturan yang anda gunakan mungkin tidak sama, tetapi dengan nilai Classes = 7 dan Mode = Natural Breaks (Jenks) (serta menggunakan warna yang sama), maka peta tersebut akan terlihat seperti ini:

image

[answers/answers:backlink-create-vector-digitize-1]

Hasil Untuk Analisis Vektor

image Menemukan Jalan-Jalan yang Penting

[answers/answers:vector-analysis-basic-1] Sekarang layer anda seharusnya mempunyai jalan-jalan berikut ini:

image

  • Simpan layer baru ini (dengan cara yang sama seperti sebelumnya) di dalam folder exercise_data/residential_development/ sebagai important_roads.shp.
  • Hapus layer yang lama setelah layer baru ditambahkan pada peta anda.
  • Jika, karena suatu alasan, muncul pesan kesalahan yang menyatakan bahwa layer tersebut tidak dapat ditambahkan ke dalam peta (hal ini dapat terjadi), ingatlah bahwa anda dapat menambahkannya sendiri dengan menggunakan tombol Add Vector Layer seperti yang telah anda lakukan sebelumnya.

image Jarak dari Sekolah Menengah

[answers/answers:vector-analysis-basic-2]

  • Kotak dialog buffer anda akan tampak seperti berikut ini:

    image

Buffer distance sebesar 10000 meter (10 kilometer).

  • Nilai Segments to approximate diatur menjadi 20. Ini merupakan pilihan, tetapi disarankan karena dapat membuat keluaran buffer terlihat lebih halus.

Bandingkan ini:

image

Dengan ini:

image

Lingkaran merah adalah buffer dengan Segments to approximate yang diatur sebesar 20; lingkaran berwarna abu-abu di atasnya adalah buffer dengan Segments to approximate yang diatur sebesar 5.

Index dan Tabel

  • genindex
  • modindex
  • search
  1. http://linfiniti.com/dla
  2. office@linfiniti.com
  3. rudi@linfiniti.com
  4. tim@linfiniti.com
  5. horst.duester@kappasys.ch
  6. marcelle@linfiniti.com
  7. http://readthedocs.org/builds/the-free-qgis-training-manual/
  8. http://linfiniti.com/dla/worksheets/7_CRS.pdf