Pelsa Facilitator Manual/id

Revisi per 28 Mei 2015 14.27; Sara (bicara | kontrib)

(beda) ←Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya→ (beda)
Bahasa lain:
English • ‎Bahasa Indonesia

Modul 2 : Pelsa : Pelapor Desa

Pedoman Fasilitator

Pedoman ini ditujukan kepada Koordinator dan pelatih lainnya yang bertanggung jawab untuk menghubungkan, merekrut, mengelola dan mempertahankan jaringan pelapor berbasis desa yang kuat. Pelsa memainkan sebuah peranan yang sangat penting dalam rantai informasi kita dan menawarkan pelaporan yang lebih cepat terhadap penyakit dan respon yang lebih efektif dari staf dinas.

Tujuan dari pelatihan Pelsa ini adalah untuk;

  • mengajarkan alat-alat baru untuk digunakan saat melaporkan penyakit dan menciptakan kesempatan untuk melatih keterampilan yang baru,
  • meningkatkan kepercayaan diri dan keterlibatan Pelsa,
  • memotivasi dan menginspirasi praktik-praktik yang baik,
  • memberikan penghargaan dan pengakuan,
  • memperkuat ikatan antara Pelsa dan staf Dinas.

Latar Belakang

Pelsa telah dipilih oleh masyarakat sekitar mereka, dengan atau tanpa bantuan dari staf veteriner kabupaten, untuk menjadi seorang pelapor desa (pelsa) dan berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan ternak di daerah mereka, dengan memastikan agar masalah kesehatan segera dilaporkan dan membantu staf dokter hewan untuk merespons secara efektif.

Pelsa memainkan peran yang sangat penting dalam sistem kesehatan hewan di Indonesia. Mereka adalah orang yang paling dekat dengan komunitas, juga dengan ternak dan para pemiliknya. Pelsa adalah titik bantuan pertama bagi komunitas mereka dan garis pertahanan pertama dalam melindungi komunitasnya.

Pelsa berperan sebagai penghubung yang sangat dibutuhkan antara peternak dengan layanan kedokteran hewan dan memudahkan paravet untuk merespons secara efisien.

Materi pelatihan ini mencoba untuk mendukung para koordinator untuk mengembangkan keterampilan Pelsa, juga kepercayaan diri dan akurasi mereka dalam mengenali dan melaporkan tanda-tanda penyakit di dalam populasi ternak lokal dengan menggunakan iSIKHNAS.

Di akhir pelatihan, Pelsa diharapkan dapat:

  • Mengetahui dan mensosialisasikan peran mereka serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat
  • Mengenali tanda-tanda klinis penyakit-penyakit hewan yang lazim dan/atau penting
  • Mengenali beberapa sindrom yang menjadi karakteristik penyakit-penyakit menular yang penting (prioritas)
  • Menggunakan iSIKHNAS untuk kegiatan-kegiatan pelaporan penyakit
  • Mengetahui siapa yang dihubungi saat memerlukan bantuan.

Dua pendekatan

Untuk Pelsa berpengalaman (dan Koordinator berpengalaman!)

  • Pelatihan setengah hari - pelaporan iSIKHNAS

Untuk staf baru

  • Pelatihan satu hari - Mengenali Tanda-Tanda Penyakit dan pelaporan iSIKHNAS


Pelatihan Pelsa Setengah Hari

Jadwal Pelatihan
Waktu Sesi Topik
Pagi 1 Peran dan tanggung jawab Pelsa (Pelapor Kesehatan Hewan Desa) dan Mengenali permasalahan kesehatan
2 Mengenali dan Melaporkan masalah-masalah kesehatan
3 Skenario Pelaporan
4 Dukungan, Umpan Balik dan Wisuda

Pelatihan Pelsa Satu Hari Penuh

Jadwal pelatihan
Time Session Topic
Morning 1 Role and responsibilities of Pelsa (Village Animal Health Reporter)
2 Creating good linkages in the community
3 Recognising health problems
4 Recognising health problems
Afternoon 5 Reporting health problems
6 Scenarios
7 Support and Feedback
8 Graduation

Persiapan dan logistik

Materi-Materi

  • Powerpoint dan alat bantu lain
  • Grafik-grafik dan dukungan visual lainnya
  • Contoh-contoh dan skenario kesalahan

Sesi 1: Peran dan Tanggung Jawab

Pelsa harus dapat;

  • Mengenali tanda-tandan penyakit hewan: Mereka hendaknya dapat mengenali saat hewan menunjukan tanda-tanda yang dapat berarti bahwa mereka sedang menderita dari suatu penyakit, dan mampu menggunakan kosa kata standar dan kode-kode asosiasi dalam menjelaskan tanda-tanda dan sindrom tersebut.
  • Melaporkan tanda-tanda penyakit hewan: Pelsa mengirimkan laporan kasus hewan yang sakit kepada layanan veteriner melalui SMS khusus, singkat dan terkode. Hal ini akan langsung mengirimkan peringatan kepada staf Dinas setempat yang bertanggung jawab atas area tersebut bahwa ada hewan di desa tempat tugas Pelsa yang bersangkutan yang menunjukan tanda-tandan penyakit. Dokter hewan atau paramedik veteriner setempat selanjutnya dapat merespon kepada peringatan tersebut dengan menelepon Pelsa dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut guna menentukan apakah mereka harus melakukan kunjungan atau apakah mereka dapat menyarankan suatu pengobatan tertentu melalui telepon.
  • Jadilah sebuah penghubung kepada layanan veteriner yang terpecaya: Beberapa warga desa mungkin merasa malu atau tidak nyaman untuk menghubungi langsung layanan veteriner kabupaten tempat mereka berada. Namun karena Pelsa adalah anggota masyarakat asli yang terpercaya, banyak warga desa yang bersangkutan akan merasa lebih nyaman berbicara dengannya. Ini berarti bahwa akan lebih banyak kasus penyakit yang dilaporkan di desa-desa yang memiliki Pelsa dibandingkan dengan yang tidak memilikinya. Tentunya hal ini tidak berarti bahwa desa-desa yang memiliki Pelsa memiliki lebih banyak penyakit, maksudnya hanyalah lebih banyak kasus yang dilaporkan. Seiring dengan Pelsa yang semakin dikenal dan dihargai atas pekerjaan yang mereka lakukan di lingkungan masyarakat sekitar tempat mereka berada, akan lebih banyak orang yang mau menggunakan layanan mereka. Hal ini akan memantapkan hubungan antara masyarakat dan layanan veteriner agar tetap kuat dan efektif.
  • Jadilah sumber informasi untuk masyarakat: Sebagai orang penghubung lokal bagi desa mereka, Pelsa dapat memberikan informasi dari Dinas setempat ke masyarakat. Hal ini termasuk pula pemberitahuan tentang kasus-kasus penyakit hewan atau adanya wabah di wilayah mereka, atau rincian tentang program vaksinasi yang akan datang. Pelsa bisa juga berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan terkait program vaksinasi atau surveilans, pemutakhiran data populasi dan melaporkan hasil-hasil dari beragam kasus termasuk jika ada seekor hewan yang telah pulih dari permasalahan yang dilaporkan.

Sesi 2 : Hubungan masyarakat

Latar Belakang

Ternak memiliki beragam peran dalam kehidupan manusia. Yang termasuk:

  • Makanan dan nutrisi: hewan adalah suatu sumber makanan yang sangat penting [protein]
  • Fungsi sosial: hewan dapat menaikkan status sosial dari pemiliknya. Mereka dapat berkontribusi terhadap kesetaraan jender dengan cara mengizinkan kaum perempuan untuk memiliki ternak mereka sendiri. Di dalam sejumlah komunitas, hewan memiliki peran dalam praktik-praktik kebudayaan atau keagamaan.
  • Kontribusi pada produksi pangan: hewan memberikan daya air dan kotoran mereka berkontribusi pada kesuburan tanah
  • Menciptakan pendapatan dan akumulasi kekayaan: hewan memungkinkan untuk menabung, memberikan rasa aman dan memainkan peran sebagai 'rekening bank' dan 'polis asuransi'
  • Peran ekonomis: produksi hewan bisa jadi merupakan sebuah bagian penting dari ekonomi lokal dan regional
  • Ternak dan lingkungan hidup: produksi ternak adalah bagian dari pemanfaatan lahan yang berkesinambungan, walaupun produksi hewan dapat berdampak positif dan negatif terhadap lingkungan hidup
  • Bantalan risiko: di beberapa komunitas, produksi ternak memberikan jalur pemasukan uang alternatif yang dapat menjadi cadangan terhadap kegagalan panen.

Kesehatan hewan sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Berikut adalah beberapa dampak dari hewan yang sakit dan penyakit pada hewan;

  • meningkatkan kemungkinan kemiskinan bagi peternak dan keluarganya,
  • mengancam ketahanan pangan lokal dan terkadang lebih luas lagi,
  • secara negatif berpengaruh pada perekonomian lokal karena orang-orang jadi memiliki uang lebih sedikit untuk dibelanjakan atau industri-industri lokal mengalami kegagalan,
  • berdampak pada ketersediaan daya air untuk pertanian/perkebunan,
  • bisa jadi akan menemukan kesulitan dan akan mengeluarkan biaya besar untuk mengobati atau merawat dan mengendalikan,
  • reduce production of animal products such as milk, eggs, meat,
  • can be a direct risk to human health,
  • increase the risk of follow-on effects from all of the above.

Mendapatkan bantuan atau nasihat tentang permasalahan kesehatan hewan dengan cepat merupakan sesuatu yang penting. Semakin lama waktu antara pertama kali mengenali adanya masalah penyakit dan mencari bantuan atau saran penanganannya, maka semakin besar risiko hewan dan komunitas pemilik ternak tersebut terpapar para masalah yang bersangkutan. Pelaporan cepat terhadap satu masalah untuk mendapatkan saran penanganannya merupakan sesuatu yang penting. Ada beberapa masalah yang sepertinya rutin terjadi dan sangat lazim namun dengan melaporkan masalah tersebut, peternak dapat membantu layanan veteriner ntuk merespon lebih baik dan mencari solusi-solusi bagi seluruh peternak yang menghadapi masalah yang sama pada ternak mereka.

Apa yang menyebabkan orang tidak melapor?

  • Tidak tahu kemana harus melapor
  • Tidak tahu alasan untuk melapor
  • Tidak tahu bagaimana untuk melapor
  • Tidak memiliki kepercayaan pada layanan veteriner
  • Khawatir tentang biaya
  • Tidak peduli
  • Mencoba mengobati sendiri
  • Tidak mengenali tanda-tanda penyakit
  • Tidak mengenali tingkat kedaruratan atau kepentingannya
  • Khawatir bahwa layanan veteriner akan memusnahkan hewan mereka
  • Menggunakan pendekatan tunggu dan lihat dulu dan kadang menang kadang kalah

Pelsa dapat membantu memilah beberapa hambatan dan memungkinkan untuk dilakukannya pelaporan terhadap masalah penyakit. Pelsa merupakan titik penghubung yang penting antara masyarakat dan layanan veteriner. Pelsa

  • adalah anggota masyarakat yang dipercaya komunitasnya,
  • mendapatkan pelatihan dalam mengenali tanda-tanda dan bahasa yang digunakan dalam mendeskripsikan masalah,
  • memiliki pengalaman dalam melihat kasus-kasus,
  • memiliki pengetahuan tentang bagaimana melakukan pelaporan dengan cepat dan sederhana,
  • dapat membantu menjadi penghubung berkelanjutan, memberikan saran dan menawarkan bantuan pengobatan yang disarankan oleh layanan veteriner,
  • dapat menentukan apabila sebuah masalah terlihat perlu diprioritaskan dibandingkan dengan masalah lainnya,
  • mampu mengobservais masalah bahkan saat peternak belum melaporkan dan menyarankan bahwa masalah tersebut hendaknya dilaporkan,
  • bisa menjadi sumber informasi, peringatan dan nasihat yang berguna bagi masyarakat,
  • memahami bahwa pelaporan penyakit dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan peternak individu.

Pelsa dapat memperluas jaringan mereka dalam komunitasnya dengan

  • bersikap siap sedia dan mudah ditemui,
  • bersikap terbuka, ramah dan bersedia membantu,
  • bertanggung jawab dan dapat dipercaya,
  • peduli tentang orang-orang dan hewan yang tinggal di satu tempat,
  • memiliki telepon genggam berbaterai penuh,
  • berkeinginan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang kesehatan hewan,
  • mengetahui kapan untuk mendengarkan dan kapan untuk menghubungi dan mencari bantuan.

Sesi 3 : Mengenali tanda-tanda penyakit

Apa yang dimaksud dengan tanda-tanda?: Tanda-tanda adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada seekor hewan yang disebabkan oleh penyakit dan dapat diteksi oleh manusia. Tanda-tanda klinis adalah hal-hal yang dapat dilihat atau diukur oleh pengamat, seperti persendian yang bengkak, hidung pilek atau diare.

Mengenali tanda-tanda kondisi kesehatan yang baik

Hewan tidak dapat memberitahukan kepada kita jika mereka merasa sakit ataupun sehat, namun kita dapat mengamati tanda-tanda yang menunjukan bahwa mereka sehat. Termasuk:

  • terang, waspada, responsif
  • mampu berdiri, berjalan dan berlari dengan layak
  • makan, minum dan membuang kotoran secara normal
  • kondisi tubuh/berat tubuh yang bagus
  • kulit dan bulu yang mengilap dan lengkap/utuh
  • interaksi sosial dan perilaku yang normal

Mengenali tanda-tanda penyakit

Tanda-tanda penyakit adalah perubahan-perubahan pada hewan yang disebabkan oleh penyakit dan dapat dideteksi manusia. Tanda-tanda adalah hal-hal yang dapat langsung dilihat dan diukur oleh pengamat, seperti sendi-sendi yang bengkak, hidung pilek atau diare.

Apa yang harus diperhatikan pada hewan?
  • Kepala - Lihat perubahan-perubahan atau hal-hal yang terlihat tidak normal - mata, telinga, mulut, lidah, gigi, leher
  • Kulit - Lihat jika terdapat bercak, luka, kemerahan, pembengkakan, tanda-tanda gesekan atau iritasi
  • Organ tubuh - Perhatikan jika terdapat goresan, cedera, pembengkakan, cara berjalan yang tidak lazim, abnormalitas lainnya
  • Kotoran - Lihat pada urine, feces, darah, ingus, air liur, cairan tidak lazim lainnya
  • Perilaku - Apakah hewan tersebut berbaring dan tidak dapat berdiri, agresif, gelisah, dll
Apa tanda-tanda penyakit yang lazim di wilaya itu?
  • Aktifitas kelompok membuat daftar tanda-tanda penyakit sebanyak mungkin yang mereka ketahui/pernah lihat
  • Menyusun berdasarkan seberapa seringnya terjadi/muncul
  • Menyepakati terminologi yang digunakan untuk tanda-tanda tersebut
  • Mendiskusikan tentang perbedaan dan persamaannya
Apa yang dimaksud dengan sindrom?

Contoh sindrom flu pada manusia - hidung pilek, bantuk, badan lemas, lesu, suhu badan meningkat, dll. Keseluruhan tanda-tandan ini menunjuk pada sebuah 'sindrom' yang mungkin atau mungkin juga bukan merupakan flu, tapi akan menjadi flu. Tanda-tanda kolektif ini mendeskripsikan apa yang mungkin jadi masalah.

Mendefinisikan sindrom-sindrom utama merupakan sebuah cara mendeteksi permasalahan penting tetapi mengapa ada beberapa penyakit yang lebih penting dari yang lainnya?

  • risiko terhadap kesehatan manusia (seperti rabies atau anthrax)
  • risiko menjadi sangat menular(seperti AI)
  • risiko menjadi penyakit eksotik yang tidak kita miliki (dan tidak inginkan) (seperti PMK)
  • risiko kerugian yang besar (seperti AI atau hog cholera)
  • risiko kerugian besar pada produksi (seperti brucellosis)

Peran Pelsa termasuk pula menentukan apakah suatu masalah memiliki kemungkinan untuk menjadi sebuah penyakit rutin atau penyakit prioritas dengan cara melaporkan tanda-tanda atau sindrom yang dapat diamati oleh Pelsa bersangkutan. Laporan sindrom prioritas akan mendapatkan respon cepat dari layanan veteriner karena kemungkinan bahwa laporan tersebut adalah mengenai suatu penyakit signifikan atau penting dan akan membutuhkan investigasi lebih mendalam.

iSIKHNAS menggunakan kode-kode untuk menyingkat tanda-tanda dan sindrom-sindrom agar lebih mudah dan lebih cepat untuk dilaporkan. iSIKHNAS menginterpretasikan kode-kode tersebut dan 'menerjemahkan' merekake dalam suatu informasi nyata. Hal ini akan kita pelajari pada sisi berikutnya.... bagaimana melaporkan masalah menggunakan pesan-pesan bersandi iSIKHNAS.

Jangan lupa bahwa saat anda melaporkan masalah ke iSIKHNAS, laporan tersebut digunakan dalam dua cara untuk dua tujuan berbeda.

  1. untuk memberi tahu layanan kedokteran hewan di daerah Anda bahwa ada masalah kesehatan hewan
  2. untuk ditambahkan ke data nasional mengenai semua penyakit hewan. Para pengambil keputusan memerlukan data ini guna membantu semua peternak di daerah Anda untuk meningkatkan kesehatan semua ternak.

Sehingga ketika pelaporan ke iSIKHNAS Pelsa perlu disemangati untuk mengirimkan informasi yang akurat dan lengkap.

Sesi 4 : Pelaporan penyakit

Ada beragam cara seorang Pelsa dapat mendengar tentang masalah kesehatan hewan pada populasi hewan di wilayah mereka. Bisa jadi peternak yang akan menghubungi Pelsa langsung, mungkin dia akan mendengar kabar tersebut secara tidak langsung dari seseorang penduduk desa atau pelsa tersebut mungkin menemukan masalah sendiri saat sedang berjalan-jalan di desa yang bersangkutan atau saat sedang melakukan kegiatan sehari-hari. Segera setelah Pelsa mendengar tentang adanya kasus baru mereka hendaknya berusaha mengunjungi peternak dan menanyakan tentang 'asal muasal' permasalahannya - saat dia pertama kali melihat, jika semakin memburuk, apakah telah menular ke hewan dll. Detil-detil ini akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan oleh staf dinas kepada Pelsa setelah pelaporan. Pelsa hendaknya memperhatikan dengan teliti hewan yang bersangkutan dan mengingat pelatihan yang mereka terima tentang pengenalan tanda-tanda.

Hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah melaporkan masalahnya. Pelsa harus menentukan apakah masalah tersebut termasuk masalah 'Tanda Umum' atau 'Sindrom Prioritas'. Jika Pelsa merasa kasusnya memenuhi salah satu deskripsi Sindrom Prioritas, kirimkan SMS dengan menggunakan format pesan P. Jika tidak, kirimkan pesan SMS ke iSIKHNAS dengan menggunakan format pesan U dan sampaikan tanda-tanda utama yang Anda lihat.

Laporan Tanda Umum

U [tanda,tanda...] [spesies] [jumlah hewan] {lokasi} 

Laporan Sindrom Prioritas

P [sindrom] [spesies] [jumlah hewan] {lokasi} 

Jangan lupa bahwa informasi yang Pelsa kirimkan dalam setiap laporan baru digunakan dalam dua cara untuk dua tujuan berbeda.

  1. untuk memberi tahu layanan kedokteran hewan di daerah Anda bahwa ada masalah kesehatan hewan
  2. untuk ditambahkan ke data nasional mengenai semua penyakit hewan. Para pengambil keputusan memerlukan data ini guna membantu semua peternak di daerah Anda untuk meningkatkan kesehatan semua ternak.

Laporan tentang tanda-tanda umum

U [tanda,tanda...] [spesies] [jumlah hewan] {lokasi} 
  • Gunakan CKT [nama tanda] untuk mencari tahu kode berbagai tanda umum.
  • Gunakan Kode SP untuk mencari tahu kode berbagai spesies.
  • Gunakan CKL [nama lokasi] untuk mencari tahu kode lokasi suatu desa.

Laporan U memungkinkan Anda untuk melaporkan tanda-tanda penyakit individual yang terlihat pada hewan. Anda mungkin melihat beberapa tanda dan Anda harus melaporkan tanda-tanda yang paling penting. Anda dapat melaporkan beberapa tanda sekaligus. Jangan lupa untuk memisahkannya dengan koma.

Pelsa akan diberi pelatihan mengenai cara mencari dan mengenali daftar sejumlah tanda yang umum dan mudah teramati. Setiap tanda dalam daftar tersebut sudah diberi kode yang memudahkan pelaporan.

Gunakan daftar ini untuk melaporkan tanda-tanda yang Anda lihat dengan seakurat mungkin. Ingat, informasi ini penting dan berguna, jadi usahakan sebisa mungkin agar akurat. Jangan malas dan menggunakan "Tanda Lain"!

Saat Anda mendaftar sebagai Pelsa, lokasi Anda juga didaftarkan. Semua pesan Anda akan mencakup detail lokasi Anda secara otomatis sehingga Pelsa umumnya tidak perlu melaporkan lokasinya. Bagian {lokasi} pada format pesan merupakan bagian opsional dan hanya digunakan oleh orang-orang yang memiliki daerah tanggung jawab lebih luas daripada satu desa tertentu.

Jangan lupa bahwa informasi yang Anda kirimkan dalam setiap laporan baru digunakan dalam dua cara untuk dua tujuan berbeda.

  1. untuk memberi tahu layanan kedokteran hewan di daerah Anda bahwa ada masalah kesehatan hewan
  2. untuk ditambahkan ke data nasional mengenai semua penyakit hewan. Para pengambil keputusan memerlukan data ini guna membantu semua peternak di daerah Anda untuk meningkatkan kesehatan semua ternak.

Laporan-laporan tentang Tanda-Tanda Umum penyakit walaupun penting namun kecil kemungkinannya merupakan suatu penyakit yang signifikan bagi masyarakat secara keseluruhan. Staf veteriner akan merespon terhadap pesan-pesan ini secepatnya. Staf kemungkinan akan menelepon anda guna mendapatkan keterangan mendetil lebih banyak dan menawarkan saran pengobatannya. Kadang-kadang mereka akan mengunjungi hewan tersebut untuk investigasi lebih lanjut. Pesan-pesan P yang diterima oleh sistem iSIKHNAS akan mendapatkan respon lebih cepat oleh layanan veteriner karena mereka mungkin merupakan penyakit yang berbahaya bagi manusia, atau cepat menular atau JIKA mereka masuk ke Indonesia dapat berdampak buruk pada negara ini. Hampir seluruh laporan P akan berujung pada kunjungan yang dilakukan oleh staf veteriner.


Catatan Pelatihan

  • Pesan ini membolehkan dimasukkannya lebih dari satu tanda - entri lebih dari satu perlu dipisahkan dengan koma
  • Praktik pengenalan tanda-tanda mungkin diperlukan atau sebuah kegiatan yang fokus pada staf dan melihat betapa mudah dan intutitifnya kode-kode yang dibuat.
  • Ulangi kembali betapa pentingnya pengambilan keputusan yang jelas dalam setiap kasus - Apakah ini merupakan penyakit Sindrom Utama/Penting? (jika ya, kirim pesan P; jikat tidak, kirm pesan U). Langkah ini adalah mengenai memotong kemungkinan timbulnya penyakit penting sebelum melaporkan kasus Tanda-Tanda Umum. Meningkatkan kesadaran akan sindrom prioritas merupakan sesuatu yang penting.
  • Pelsa tidak diminta untuk memberikan diagnosa. Staf dinas hendaknya are not being asked to give a diagnosis. Dinas staff should contact the Pelsa (usually by telephone) and provide a Differential Diagnosis - the equivalent of a "best guess", or an opinion using experience and training to whatever level a person has, not necessarily a vet. A differential diagnosis can also be adjusted, changed or reversed when new information becomes available which helps to refine the opinion. When looking at a differential diagnosis, the confidence you have about it comes from knowing more about the person who gave the opinion. iSIKHNAS provides this information because all records are linked to the person who reported them. A Definitive Diagnosis however is provided by a vet with the help of laboratory test results and other evidence and is obviously most reliable and final.
  • Pelsa should be discouraged from using 'other signs', ‘tanda lain’. These are unhelpful. Where there are multiple signs, Pelsa may just choose the most important, significant or prominent signs.
  • Codes for specific signs can be queried using CKT [nama tanda]. Sign codes can be found by CKT [freetext] query which allows users to query the code for signs which start with similar letters or match the freetext entry. Eg CKT kembung returns kembung KBG and other options with similar letter configurations.
  • When to use optional location code – pelsa with several villages.
  • Location codes are gradually being updated and will soon be able to be managed locally.
  • Remember: Different message formats for AH staff and Pelsa reporters - no diagnosis for pelsa.
  • 100% response rate should be the target for dinas staff – mostly by telephone perhaps.

Daftar tanda-tanda laporan U (Tanda Umum)

Code Sign
TL tanda lain
PA   Kelainan perilaku
GG     gila galak
LP     lumpuh
LMH     Lemah
MN     Mata bernanah
MPC     Mata peka cahaya
RDT     Radang Telinga
AL     Liur berlebihan
KRM     Keropeng mulut
MTH     Muntah
MC     mencret
GT     gatal
LB     luka berdarah
PC     pincang
SB     sendi bengkak
LK     luka pada kaki
BT     batuk
HB     hidung beringus
PR     prolaps rahim
KG     keguguran
DK     kesulitan lahir
KP     Kematian Pedet
KLP     Kelainan Pedet
AES     anestrus
KBR     Kawin Berulang
BRT     Berahi tenang
MT     mati mendadak
SM     sakit akut
PK     peningkatan kematian
DM       demam
RB         rahang bawah bengkak
BP         busung papan pada dada


Laporan Sindrom Prioritas
P [sindrom] [spesies] [jumlah hewan] {lokasi}
  • Gunakan Kode SIN untuk mencari tahu kode berbagai sindrom
  • Gunakan Kode SP untuk mencari tahu kode berbagai spesies.
  • Gunakan CKL [nama lokasi] untuk mencari tahu kode lokasi suatu desa.

Pesan-pesan P tidak menggunakan kode-kode Tanda-Tanda Umum. Pesan P hanya menggunakan kode 3 uruf Sindrom Prioritas yang terlihat serupa dengan penyakit penting atau penyakit prioritas. Sindrom digunakan untuk mendeskripsikan serangkaian tanda-tanda yang spesifik yang mana bila dilihat terdapat di spesies yang samabisa menjadi salah satu dari penyakit penting. Anda tidak diminta untuk mendiagnosa suatu kasus melainkan hanya untuk bersikap waspada terhadap kemungkinan penyakit-penyakit prioritas ini muncul di area anda setiap kali anda melihat ada hewan yang sakit. Lebih baik untuk selalu waspada dan awas demi melindungi masyarakat anda dari konsekuensi-konsekuensi wabah serius yang dapat dicegah sedari dini.

Pesan-pesan P yang diterima oleh sistem iSIKHNAS akan menerima respon lebih cepat dari layanan veteriner karena penyakit-penyakit tersebut mungkin akan berbahaya bagi manusia, atau menyebar dengan cepat atau suatu penyakit yang JIKA masuk Indonesia dapat mengakibatkan kekacauan secara ekonomi. Hampir seluruh laporan P berujung pada kunjungan yang dilakukan oleh staf veteriner. Laporan tanda-tanda umum tentunya juga sangat penting namun kemungkinannya kecil sebagai penyakit yang signifikan bagi komunitas masyarakat. Staf veteriner akan merespon kepada pesan-pesan ini secepatnya. Staf akan menelepon anda guna mendapatkan lebih banyak keterangan dan menawarkan saran untuk pengobatannya. Kadang-kadang mereka akan mengunjungi hewan yang bersangkutan untuk mengivestigasi lebih lanjut.

Jangan lupa, saat Anda mendaftar sebagai Pelsa, lokasi Anda juga didaftarkan. Semua pesan Anda akan mencakup detail lokasi Anda secara otomatis sehingga Pelsa umumnya tidak perlu melaporkan lokasinya. Bagian {lokasi} pada format pesan merupakan bagian opsional dan hanya digunakan oleh orang-orang yang memiliki daerah tanggung jawab lebih luas daripada satu desa tertentu.

Daftar kode Sindrom Prioritas untuk laporan P (Sindrom Prioritas)

Kode Nama Description Spesies
DMB Demam pada babi Demam tinggi, konjungtivitas dan peningkatan kematian pada babi babi
GGA Gila galak Perubahan tingkah laku menjadi lebih agresif atau depresif,dan hipersalivasi anjing, kucing, kuda, Ruminan, Primate, musang
KBS Keringat Berdarah Sapi keringat berdarah, kehilangan nafsu makan, demam, lethargi, diare pada sapi bali sapi bali
KGS Keguguran atau sendi membengkak Keguguran pada trimester ke 3 atau sendi membengkak Ruminan
MMU Mati meningkat pada unggas Kematian meningkat pada ayam kampung dan unggas lain.

Burung:kematian mendadak dalam waktu 2 hari dengan atau tanpa gejala klinis layer:kematian diatas 1% dalam waktu 2 hari berturut-turut.

ayam, itik, puyuh, entog, belibis, angsa, kalkun
MTD Mati mendadak Kematian mendadak dan keluar darah pada lubang kumlah Ruminan, babi, kuda
PLB Penyakit luar biasa Penyakit yang sangat menular (cepat menyebar) norbiditas mortalitas tinggi tanda-tanda penyakit yang tidak biasa zoonosis Ruminan, Burung, Monogastric
PLL Pincang, air liur dan lepuh Pincang, air liur berlebihan, dan lepuh pada mulut / kaki / puting Ruminan, babi


Catatan Pelatihan

  • Definisi dan kode prioritas – Ada enam sindrom yang didefinisikan namun hendaknya disebut sebagai sebuah alat melaporkan penyakit penting , bukan hanya terdaftar sebagai penyakit prioritas
  • Ada satu tambahan sindrom Prioritas tidak terdefinisi dimana tanda-tandanya tidak sesuai dengan deskripsi sindrom namun Pelsa merasa harus mendapatkan respon cepat (jika diduga zoonotic, sangat menular, mortalitas tinggi dll)
  • Konsekuensi Positif - Mereka yang melaporkan P hendaknya dihargai atas usahanya untuk tetap waspada, meskipun apabila laporan mereka ternyata tidak terbukti, yang mana akan sering terjadi, setidaknya hal ini menunjukan bahwa pelapor waspada dan sadar akan pentingnya membedakan mana penyakit penting dan mana yang rutin. Pelapor hendaknya tidak merasa takut untuk melaporkan pesan P namun tentunya bilan digunakan terlalu sering akan dapat menimbulkan konsekuensi negatif - "kejenuhan" bisa terjadi dan ke depannya kasus-kasus prioritas nyata bisa jadi akan tidak dihiraukan. Ingat: Hampir seluruh kasus-kasus "P" akan berakhir negatif untuk penyakit prioritas atau penting - yang terpenting adalah kewaspadaan kita pada penyakit-penyakit ini.
  • Pelsa tidak diminta untuk memberikan diagnosa - melainkan hanya untuk memperingatkan dinas atas apa yang mereka amati.
  • 100% hendaknya dengan segera dikunjungi, setelah hubungan melalui telepon sebagai langkah awal guna menanyakan keterangan lebih lanjut
  • Mengulangi urutan yang sama (spesies, jumlah hewan) untuk beragam spesies dengan sindrom yang serupa
  • Pelsa hendaknya didorong untuk menghafalkan kode desa mereka atau simpan di telepon mereka.
  • Sindrom Prioritas Tambahan telah ditambahkan yang memungkinkan Pelsa untuk melaporkan kasus darurat (zoonosis, moralitas/kematian tinggi atau tingkat penularan yang tinggi) tanpa adanya sindrom yang jelas adalah sebuah peringatan akan penyakit yang belum diketahui/eksotis. Ini seperti sebuah "tombol merah" untuk meminta bantuan jika mereka merasa khawatir.